JAKARTA - Como tampil luar biasa saat menghancurkan Torino dengan skor telak 6-0. Kemenangan tersebut diwarnai brace Anastasios Duvikas serta performa gemilang beberapa pemain Como dalam pertandingan yang berlangsung dominan sejak awal.
Como langsung menunjukkan agresivitas sejak menit-menit pertama. Mereka kembali mencetak gol pada 10 menit awal pertandingan, melanjutkan tren mencetak gol cepat dalam dua pekan beruntun.
Torino dibuat kesulitan mengembangkan permainan. Como terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang melalui kombinasi permainan terbuka serta serangan cepat.
Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Duvikas. Penyerang asal Yunani tersebut tampil efektif di depan gawang dan menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Torino.
Duvikas Jadi Ancaman Utama
Duvikas mendapatkan peluang setelah menerima umpan panjang dari Da Cunha. Ia memenangkan duel dengan Saul Coco dan berhasil membuka ruang untuk mengancam gawang Torino.
Baca Juga: Mitsubishi L300, Si Raja Mitsubishi yang Masih Andalkan Mesin 2.300 cc
Namun, peluang tersebut masih mampu digagalkan oleh kiper Torino, Piatti, yang melakukan penyelamatan menggunakan tangan kanannya.
Duvikas tidak berhenti memberikan tekanan. Ia kembali terlibat dalam serangan Como dan akhirnya mencatatkan namanya di papan skor.
Como kemudian terus menggempur pertahanan Torino. Dalam salah satu momen penting, bola mengenai tangan pemain Torino setelah sebelumnya mengenai kaki. Wasit tetap memberikan penalti kepada Como.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Da Cunha maju sebagai eksekutor dan berhasil mencetak gol. Skor semakin menjauh dan Como berada dalam posisi nyaman untuk mengendalikan pertandingan.
Como Tak Terbendung
Keunggulan Como semakin besar setelah Duvikas kembali mencetak gol. Penyerang tersebut mencatatkan brace dan membuat Torino semakin sulit mengejar ketertinggalan.
Komentator menggambarkan bagaimana Torino mulai kehilangan kendali permainan. Como terus menguasai jalannya pertandingan dan membuat lawan lebih banyak bertahan.
Baca Juga: Sejarah Harley-Davidson, dari Mesin 113 cc hingga Jadi Ikon Dunia
Setelah unggul jauh, Como tetap bermain agresif. Mereka tidak mengendurkan tekanan meski pertandingan sudah berada dalam kendali.
Gol berikutnya kembali memperlihatkan efektivitas serangan Como. Kombinasi umpan dan pergerakan pemain membuat pertahanan Torino kesulitan mengikuti ritme permainan.
Duvikas juga menjadi pusat perhatian sepanjang pertandingan. Brace tersebut semakin menegaskan perannya sebagai salah satu ancaman utama Como di lini depan.
Gol Indah Tutup Pesta
Como kemudian menambah keunggulan hingga mencapai enam gol. Salah satu gol tercipta melalui sebuah penyelesaian yang disebut sebagai gol spektakuler.
Dalam situasi serangan, Nicholas Kuhn mengirim bola ke arah tiang jauh. Bola kemudian diteruskan hingga jatuh kepada pemain Como yang melepaskan tembakan indah.
Torino semakin tidak mampu memberikan perlawanan. Mereka bahkan disebut tidak tahu harus bergerak ke arah mana ketika Como terus membangun serangan.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan besar Como dengan skor 6-0 atas Torino.
Kemenangan ini menjadi salah satu pertandingan yang sulit dilupakan bagi pendukung Como. Selain skor telak, performa ofensif tim juga menunjukkan efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang.
Duvikas menjadi salah satu pemain yang paling menonjol setelah mencetak dua gol. Da Cunha juga ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi penalti.
Dengan hasil tersebut, Como berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan. Torino harus menerima kekalahan telak setelah sepanjang laga kesulitan menghentikan tekanan tuan rumah.
Editor : Maylanni Diana Fitri