JAKARTA - Veda Ega Pratama harus puas berada di posisi ke-20 setelah menjalani sesi latihan Moto3 Aragon 2026.
Hasil tersebut dalam video analisis dikaitkan dengan kendala teknis pada motor yang disebut membuat sistem gas elektronik tidak merespons dan membuat Veda kehilangan waktu penting di lintasan.
Video tersebut menggambarkan sesi latihan Veda berlangsung jauh dari ideal. Pembalap Indonesia itu disebut mengalami masalah pada sensor throttle atau sistem gas elektronik ketika sedang menjalani sesi free practice.
Menurut narasi video, gangguan tersebut membuat Veda kehilangan respons akselerasi motornya.
Kondisi itu dinilai sangat merugikan karena terjadi ketika motor sedang digunakan untuk mencari racing line, menguji ban, serta membangun ritme sebelum sesi berikutnya.
Dalam penjelasan video, motor balap modern menggunakan sistem elektronik yang mengirimkan respons bukaan gas menuju ECU. Karena itu, gangguan pada sistem tersebut dapat memengaruhi respons mesin.
Veda kemudian disebut harus menepi ke sisi lintasan setelah kehilangan respons gas. Waktu latihan yang seharusnya digunakan untuk mengumpulkan data pun ikut terpangkas.
Masalah tersebut disebut berlanjut ketika tim harus melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap motor.
Mekanik dan insinyur membutuhkan waktu tambahan untuk menganalisis sumber gangguan sebelum Veda kembali ke lintasan.
Sempat Bangkit ke Posisi 15
Setelah motor dinyatakan siap, Veda kembali turun ke lintasan dengan waktu yang terbatas.
Dalam narasi video, pembalap Indonesia tersebut langsung berusaha mengejar ketertinggalan.
Veda bahkan sempat menunjukkan peningkatan performa.
Dari posisi bawah, dia disebut mampu merangsek hingga posisi ke-15 setelah mencatatkan waktu yang kompetitif di sejumlah sektor.
Namun, performa tersebut tidak bertahan hingga akhir. Ketika memasuki sektor 4, laju Veda kembali disebut mengalami penurunan.
Video analisis menjelaskan kondisi itu dikaitkan dengan minimnya data yang diperoleh tim akibat terganggunya sesi free practice sebelumnya.
Menurut narasi tersebut, kurangnya data membuat tim kesulitan menentukan pengaturan elektronik motor secara optimal untuk menghadapi kondisi lintasan dan tingkat keausan ban.
Akibatnya, Veda kembali kehilangan waktu dan akhirnya berada di posisi ke-20.
Hasil tersebut menjadi pukulan tersendiri karena Veda disebut harus menghadapi sesi kualifikasi 1 atau Q1.
Dalam format kualifikasi yang dijelaskan video, posisi tersebut membuat Veda harus berjuang dari Q1 untuk mendapatkan kesempatan melaju ke sesi berikutnya.
Video juga menyoroti pentingnya kesiapan teknis tim dalam mendukung performa pembalap.
Di balapan modern, kemampuan pembalap tidak berdiri sendiri karena pengaturan elektronik, data telemetri, kondisi ban, serta performa motor turut menentukan hasil di lintasan.
Karena itu, posisi ke-20 Veda dalam video tersebut tidak semata-mata digambarkan sebagai cerminan kecepatannya.
Hasil tersebut disebut merupakan dampak dari rangkaian kendala yang dialami sejak sesi latihan.
Kini perhatian tertuju pada penampilan Veda Ega Pratama di Q1. Pembalap Indonesia itu membutuhkan performa maksimal untuk memperbaiki posisi dan mendapatkan peluang start yang lebih baik pada balapan berikutnya.
Video tersebut juga mempertanyakan apakah rangkaian masalah yang dialami Veda akan memengaruhi mentalnya atau justru menjadi motivasi untuk tampil lebih agresif.
Veda masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Namun, keberhasilan tersebut juga bergantung pada kesiapan motor dan kemampuan tim memanfaatkan data yang tersedia setelah sesi latihan yang bermasalah.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.