TULUNGAGUNG - SMKN 1 Tulungagung tak mau sekadar numpang lewat dalam turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026. Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi mini soccer, tim sekolah tersebut sudah mempersiapkan diri melalui latihan intensif.
Ajang mini soccer menjadi pengalaman baru bagi para pemain SMKN 1 Tulungagung. Selama ini, mereka sudah terbiasa bermain futsal maupun sepak bola. Namun, karakter permainan mini soccer membuat tim tetap membutuhkan penyesuaian sebelum turun dalam pertandingan.
Waka Bidang Kesiswaan SMKN 1 Tulungagung, Agis Purnomo, mengatakan persiapan mulai dilakukan setelah pihak sekolah menerima undangan dari panitia. Para pemain kemudian langsung diarahkan untuk menjalani latihan sebagai bekal menghadapi turnamen.
“Setelah mendapat undangan dari panitia, kami langsung mempersiapkan diri. Anak-anak juga sudah mulai latihan untuk menyambut kegiatan mini soccer tersebut,” ujarnya.
Menurut Agis, tim membutuhkan waktu latihan yang cukup. Persiapan dilakukan untuk membangun kondisi fisik sekaligus kekompakan antarpemain sebelum menghadapi pertandingan.
Baca Juga: Tim Asal Kabupaten Malang Amankan Slot di Babak Grand Champion Bahlil Mini Soccer
“Untuk latihan rutin, kami membutuhkan waktu yang cukup banyak karena harus mempersiapkan anak-anak sebaik mungkin,” lanjut Agis.
Pengalaman pemain di lapangan hijau menjadi modal bagi SMKN 1 Tulungagung. Futsal dan sepak bola bukan permainan yang asing bagi mereka. Namun, pengalaman tersebut belum sepenuhnya bisa menjadi gambaran hasil ketika harus bermain dalam format mini soccer.
Terlebih, kompetisi yang akan diikuti menjadi pengalaman perdana bagi tim SMKN 1 Tulungagung. Karena itu, pemain masih harus beradaptasi dengan karakter permainan sekaligus situasi pertandingan.
“Karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Tulungagung, kami masih menyesuaikan. Kalau untuk futsal atau sepak bola, kami sudah punya pengalaman. Namun, untuk mini soccer ini kami belum bisa memperkirakan sejauh mana hasilnya karena baru pertama kali mengikuti,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat persiapan menjadi bagian penting sebelum pertandingan. Tim tidak hanya dituntut memiliki kondisi fisik yang siap, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan kerja sama selama berada di lapangan.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak, 16 Tim Zona 3 Berebut Tiket ke Regional Jatim
Bagi SMKN 1 Tulungagung, pertandingan perdana di ajang mini soccer bukan semata-mata soal hasil akhir. Kompetisi juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mengukur kemampuan setelah menjalani latihan.
Situasi pertandingan tentu berbeda dibandingkan latihan rutin. Berhadapan dengan tim lain akan memberikan pengalaman baru bagi pemain untuk menguji komunikasi, kerja sama, sekaligus kemampuan mengambil keputusan ketika permainan berlangsung.
Pengalaman tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh tim. Para pemain juga diminta tidak hanya terpaku pada hasil, tetapi menikmati proses dan memberikan kemampuan terbaik ketika pertandingan dimulai.
Agis menegaskan tim akan berusaha memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dengan persiapan yang sudah dilakukan, SMKN 1 Tulungagung ingin tampil sebaik mungkin meski ajang tersebut menjadi debut mereka di mini soccer.
“Yang pasti, kami akan memaksimalkan kemampuan yang ada dan memberikan yang terbaik dalam pertandingan nanti,” tandasnya.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri