TULUNGAGUNG - Gelaran Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 3 Tulungagung resmi berakhir di Pulerejo Sport Park (PSP), Selasa (8/9/2026) malam.
SMAN 1 Kauman Tulungagung keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan SMAN 4 Blitar melalui adu penalti dengan skor 3-1.
Pertandingan final berlangsung ketat. Kedua tim tidak mampu mencetak gol hingga waktu normal berakhir sehingga skor tetap 0-0. Penentuan juara akhirnya dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, SMAN 1 Kauman mampu mengamankan kemenangan 3-1 atas SMAN 4 Blitar. Hasil itu sekaligus mengantarkan SMAN 1 Kauman menjadi kampiun turnamen.
SMAN 1 Trenggalek harus puas menempati posisi ketiga. Sementara itu, SMAN 2 Trenggalek berada di peringkat keempat dalam kompetisi tersebut.
Selain menentukan posisi empat besar, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu kepada peserta yang dinilai tampil menonjol selama turnamen. SMAN 4 Blitar mendapatkan penghargaan Best Supporter.
Sementara itu, penghargaan Best Keeper diberikan kepada Ligel Gerrard Alvaro. Adapun gelar Best Player diraih M. Hafidz Rizky Adnan yang mengenakan nomor punggung 7.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi mengaku lega sekaligus bangga melihat pelaksanaan turnamen hingga pertandingan terakhir. Menurutnya, laga final berlangsung mengasyikkan sekaligus menegangkan sebelum akhirnya ditutup dengan hasil yang baik.
“Mengasyikan dan menegangkan. Tapi alhamdulillah ending-nya bagus. Ini luar biasa. Pergulatan berdialektika apa pun tidak boleh melanggar perundang-undangan dan prinsip-prinsip sportivitas,” ujarnya.
Ali menilai dinamika yang muncul selama pertandingan merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Meski demikian, seluruh peserta tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan tim dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan sportivitas.
“Dinamika apa pun boleh, tapi tidak boleh melanggar prinsip-prinsip sportivitas. Tetap harus menjaga kehormatan,” tegasnya.
Menurut Ali, kompetisi antarsekolah tersebut juga dapat menjadi ruang untuk melihat potensi pemain muda. Karena itu, dia berharap pemerintah daerah maupun pihak lain ikut memperhatikan peserta yang memiliki bakat untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut.
“Siapa kira-kira yang punya potensi, punya talent yang baik untuk dikembangkan bakatnya. Dan mudah-mudahan ada institusi apa pun juga, mungkin Golkar juga akan melakukan itu,” ungkapnya.
Ali juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah mengikuti Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 3 Tulungagung. Menurutnya, keberhasilan dalam turnamen tidak semata-mata ditentukan oleh posisi akhir di klasemen.
“Yang juara satu, juara dua, juara semuanya itu top semua. Hanya angka saja yang membedakan. Tetapi fastabiqul khairat-nya menjaga marwah masing-masing tim,” pungkasnya.
Ketua Umum DPD Partai Golkar Tulungagung Jairi Irawan turut mengaku merasakan ketegangan saat menyaksikan pertandingan final. Menurutnya, tensi dalam pertandingan merupakan hal yang wajar selama kompetisi dan persoalan yang muncul akhirnya dapat didamaikan.
“Hari ini deg-degan lah karena kita lihat ada sedikit ketegangan yang berlebih. Itu wajarlah karena di dalam turnamen, di dalam pertandingan, sehingga sudah didamaikan,” ujarnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, Jairi melihat antusiasme para pemain sepanjang turnamen sebagai hal positif. Para peserta dinilai telah menunjukkan kemampuan masing-masing sekaligus memperoleh pengalaman bertanding dalam kompetisi antarsekolah.
Dengan berakhirnya pertandingan final, SMAN 1 Kauman berhak membawa pulang predikat juara pertama. Namun, rangkaian Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 3 Tulungagung juga menjadi ajang bagi para pemain sekolah untuk menguji kemampuan, membangun pengalaman, serta menunjukkan sportivitas di lapangan.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri