COMO - Como 1907 tengah menjadi salah satu proyek sepak bola yang menarik perhatian di Italia. Klub yang sebelumnya lebih banyak berjuang di kasta bawah itu kini berkembang pesat setelah datangnya kepemilikan baru dari Indonesia. Mereka tidak hanya memperkuat tim dengan pemain dari berbagai negara, tetapi juga membangun infrastruktur, jaringan perekrutan, dan akademi dalam satu proyek jangka panjang.
Perubahan Como 1907 kemudian memunculkan dua sisi. Di satu sisi, perkembangan klub mendapat perhatian karena mampu kembali ke Serie A dan bersaing dengan klub-klub yang lebih berpengalaman. Di sisi lain, penggunaan pemain asing dalam jumlah besar memicu kritik dari sebagian publik Italia.
Dalam beberapa pertandingan penting, Como disebut tidak menurunkan pemain asli Italia sejak menit pertama. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kontribusi klub terhadap regenerasi pemain lokal. Apalagi Como kini membawa nama Italia di panggung Eropa.
Baca Juga: Como Hancurkan Torino 6-0, Duvikas Brace dan Baterina Jadi Sorotan
Pertanyaan itu kemudian mendapat perspektif berbeda dari Alessandro Del Piero. Legenda Juventus dan timnas Italia tersebut justru menilai Como dari sisi organisasi permainan, bukan semata-mata asal negara para pemainnya.
Del Piero Soroti Organisasi Permainan
Menurut pandangan yang disampaikan dalam transkrip, Del Piero melihat Como memiliki struktur permainan yang jelas. Di bawah Cesc Fabregas, para pemain dinilai mampu memahami dan menjalankan instruksi dengan baik.
Como juga disebut berani memainkan sepak bola menyerang. Mereka tidak sekadar bertahan ketika menghadapi lawan dengan nama besar, tetapi berusaha mengontrol pertandingan dan menguasai bola.
Penilaian tersebut menjadi penting karena kritik terhadap Como selama ini banyak berkaitan dengan kekuatan finansial dan komposisi pemain. Namun, proyek klub dinilai tidak cukup dijelaskan hanya melalui uang yang dikeluarkan untuk mendatangkan pemain.
Sistem kerja menjadi bagian lain yang mendapat perhatian. Bagaimana pemain, pelatih, staf kepelatihan, dan manajemen bekerja bersama disebut menjadi faktor penting dalam perkembangan klub.
Hubungan antara Fabregas, pemain, staf kepelatihan, dan pemilik klub dari Indonesia juga disebut memiliki chemistry yang kuat. Kondisi tersebut dinilai tidak bisa terbentuk hanya dengan mendatangkan pemain menggunakan dana besar.
Uang memang dapat membantu sebuah klub mendapatkan pemain. Namun, membentuk sekumpulan pemain dengan latar belakang berbeda menjadi satu kesatuan membutuhkan organisasi dan proses yang lebih panjang.
Fabregas kemudian memiliki peran penting dalam menerjemahkan visi besar klub ke dalam permainan di lapangan. Perkembangan tersebut membuat proyek Como mendapat perhatian, termasuk dari sosok sekelas Del Piero.
Akademi Mulai Diperkuat
Kritik mengenai minimnya pemain lokal juga mendapat jawaban melalui pembangunan akademi. Como memang belum bisa disamakan dengan klub seperti Juventus, Inter Milan, AS Roma, atau Atalanta yang dalam transkrip disebut telah memiliki sistem pembinaan pemain muda selama puluhan tahun.
Baca Juga: Cesc Fabregas Sulap Pemain Terbuang Como Jadi Bintang, Harga Mereka Melambung
Como baru memperkuat proyek mereka dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pembangunan dilakukan secara bersamaan, mulai dari tim utama, jaringan scouting, infrastruktur hingga akademi.
Hasilnya memang tidak langsung terlihat. Namun, transkrip menyebut sejumlah pemain binaan Como mulai mendapatkan kesempatan dan panggilan untuk memperkuat kelompok usia tim nasional Italia.
Perkembangan tersebut menjadi indikasi bahwa pembinaan pemain muda mulai masuk dalam bagian proyek klub. Meski belum sempurna, prosesnya disebut sudah berjalan.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai penggunaan pemain asing di Como 1907 masih akan terus berlangsung. Semakin besar klub tersebut, sorotan terhadap komposisi pemain dan kontribusinya terhadap sepak bola Italia juga berpotensi meningkat.
Namun, perkembangan Como menunjukkan bahwa klub tersebut tidak hanya mengejar hasil melalui transfer pemain. Ada sistem, investasi, jaringan perekrutan, infrastruktur, serta akademi yang sedang dibangun secara bersamaan.
Pandangan Alessandro Del Piero memberikan sudut pandang lain terhadap proyek tersebut. Ia melihat organisasi, keberanian bermain, dan chemistry sebagai bagian penting dari perkembangan Como.
Klub itu memang belum selesai membangun dirinya. Tetapi perubahan dari tim yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan menjadi proyek yang mendapat perhatian besar menunjukkan adanya perkembangan signifikan. Jika arah tersebut mampu dipertahankan, Como berpeluang menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah klub modern dikembangkan melalui visi jangka panjang.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : BOLACAPS