COMO - Como 1907 membawa kepercayaan diri tinggi saat menghadapi Parma pada lanjutan Serie A di Stadio Sinigaglia, Senin, 14 September 2026. Kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig di Liga Champions menjadi modal penting bagi tuan rumah untuk melanjutkan tren positif.
Pelatih Cesc Fabregas tidak ingin anak asuhnya terlalu lama larut dalam euforia kemenangan tersebut. Pertandingan melawan Parma tetap dinilai penting karena membuka peluang bagi Como untuk naik ke posisi puncak klasemen Serie A.
Kemenangan atas Leipzig juga memperpanjang catatan tidak terkalahkan Como menjadi sembilan pertandingan. Dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Como mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Baca Juga: Como Hancurkan Torino 6-0, Duvikas Brace dan Baterina Jadi Sorotan
Performa tersebut membuat Como berada dalam momentum yang jauh lebih baik dibanding Parma. Dari tiga pertandingan awal Serie A, Parma baru mengumpulkan satu poin. Mereka juga sempat kesulitan mencetak gol pada awal musim.
Como Kembali ke Sinigaglia
Pertandingan melawan Parma menjadi momen penting karena Como kembali menjalani laga kompetitif di Stadio Sinigaglia. Sebelumnya, tiga pertandingan awal Serie A mereka dimainkan sebagai tim tamu karena stadion menjalani peningkatan fasilitas sesuai regulasi UEFA.
Kembalinya Como ke markas sendiri langsung dihiasi penampilan impresif. Mereka menghancurkan Leipzig dengan skor 4-1 dan menunjukkan keberanian ketika menghadapi lawan dengan reputasi lebih besar.
Sebelum menghadapi Parma, Como juga memiliki catatan cukup meyakinkan di Serie A. Mereka membuka musim dengan hasil imbang melawan Udinese, kemudian meraih kemenangan atas Napoli dan Genoa secara beruntun.
Namun, jadwal padat menjadi tantangan tersendiri. Como harus menjalani dua pertandingan dalam sepekan setelah tampil di Liga Champions. Kondisi tersebut membuat rotasi pemain menjadi penting bagi Fabregas.
Kedalaman skuad menjadi salah satu keuntungan Como. Fabregas memiliki sejumlah pilihan untuk menjaga intensitas permainan ketika tenaga pemain mulai terkuras.
Asane Diao menjadi salah satu pemain yang sedang mendapat perhatian. Ia mencetak tiga gol dalam dua penampilan terakhir. Di lini depan, Mo Skin diperkirakan bersaing dengan Tasos Dovikas untuk posisi penyerang tengah.
Di belakangnya terdapat Nikas, Martin Baturina dan Diao yang bisa menjadi sumber ancaman. Pilihan tersebut memberi Fabregas fleksibilitas untuk mengubah permainan, terutama pada babak kedua.
Como hanya kehilangan Jiden Ada yang masih menjalani pemulihan cedera jangka panjang.
Parma Masih Bermasalah di Depan Gawang
Situasi Parma berbeda. Tim asuhan Carlos Cuesta baru meraih satu poin dari tiga pertandingan Serie A. Mereka gagal mencetak gol dalam dua laga pertama sebelum Simone Lontani mencetak gol penyama kedudukan dalam hasil imbang 1-1 melawan Monza.
Gol tersebut mengakhiri paceklik gol sekaligus membawa poin pertama Parma. Sebelumnya, mereka menelan dua kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak gol.
Parma juga tersingkir dari Coppa Italia setelah kalah dari Cremonese. Persoalan produktivitas masih menjadi pekerjaan rumah, terlebih kepergian Mateo Pellegrino pada musim panas membuat pilihan di lini depan semakin terbatas.
Pada awal musim ini, Parma baru mencatat delapan tembakan tepat sasaran di Serie A. Tiga pertandingan tandang terakhir mereka juga berakhir dengan kekalahan tanpa mencetak gol.
Catatan pertemuan di markas Como turut menjadi modal tuan rumah. Meski Como kalah 0-1 dari Parma pada pertemuan terakhir di kandang lawan pada Mei lalu, Parma disebut tidak pernah menang dalam tujuh kunjungan terakhir ke markas Como di berbagai kompetisi.
Dengan performa kandang yang sedang menanjak, lini serang lebih produktif, serta kedalaman skuad yang mendukung rotasi, Como lebih layak diunggulkan. Parma tetap memiliki peluang apabila mampu memperbaiki efektivitas serangan dan menciptakan tekanan secara konsisten.
Fabregas diperkirakan mengandalkan penguasaan bola dan sirkulasi cepat di lini tengah. Parma bisa membuat pertandingan sulit pada babak awal, tetapi kualitas dan kedalaman skuad Como berpotensi menjadi pembeda ketika laga memasuki fase berikutnya.
Dukungan publik Sinigaglia dan performa lini depan membuat Como memiliki modal kuat untuk mempertahankan laju positif. Tantangannya kini adalah menjaga konsentrasi setelah kemenangan besar di Liga Champions.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Soccer Talk9