Como FC Bangun Klub Bukan Sekadar Tim, Bidik Pasar Sport Tourism Italia

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB
Como FC membangun klub sebagai destinasi sport tourism dengan menggabungkan sepak bola, travel, hospitality, fashion, dan bisnis digital. (Gemini AI)
Como FC membangun klub sebagai destinasi sport tourism dengan menggabungkan sepak bola, travel, hospitality, fashion, dan bisnis digital. (Gemini AI)

JAKARTA - Como FC mengembangkan klub dengan pendekatan yang berbeda dari tim sepak bola pada umumnya. Klub tersebut tidak hanya membangun kekuatan di lapangan, tetapi menjadikan sepak bola sebagai bagian dari bisnis sport tourism yang menggabungkan pariwisata, hospitality, merchandise, fashion, hingga platform digital.

Konsep tersebut membuat Como FC tidak melihat pertandingan hanya sebagai tontonan. Klub ingin menjadikan sepak bola sebagai bagian dari pengalaman wisata di Italia. Strategi itu sejalan dengan identitas Como sebagai kota yang memiliki daya tarik wisata.

Salah satu fondasi yang dikembangkan adalah konsep “Lake Como DNA”. Melalui konsep tersebut, Como berusaha menghadirkan gaya bermain yang lebih atraktif. Gagasan itu banyak dipengaruhi Cesc Fàbregas.

Baca Juga: Como Hancurkan Torino 6-0, Duvikas Brace dan Baterina Jadi Sorotan

Bagi Como, sepak bola harus bisa menjadi produk yang layak ditawarkan kepada wisatawan. Karena itu, pertandingan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang lebih luas.

Data dan Pemain Muda Jadi Bagian Strategi

Dari sisi olahraga, Como FC menggunakan data untuk melihat kebutuhan tim sebelum merekrut pemain. Pendekatan tersebut digunakan untuk menentukan area yang perlu diperkuat.

Setelah mendapatkan promosi ke Serie A, Como menyadari skuad membutuhkan penguatan secara bertahap. Klub tidak hanya berfokus pada pemain yang bisa memberikan dampak langsung, tetapi juga melihat pemain muda sebagai bagian dari investasi jangka panjang.

Baca Juga: Cara Keluarga Hartono Sulap Como 1907 dari Klub Bangkrut Serie D Jadi Tim Serie A dalam 5 Tahun, Strategi Bisnisnya Bikin Dunia Sepak Bola Tercengang

Model player trading menjadi salah satu pendekatan yang digunakan. Pemain muda dipandang bukan hanya sebagai aset untuk kebutuhan kompetisi, tetapi juga memiliki potensi nilai dalam pengembangan bisnis klub.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga dan bisnis Como berjalan beriringan. Kebutuhan tim tetap menjadi perhatian, tetapi pemain juga ditempatkan dalam kerangka pengembangan aset klub.

Merambah Travel, Fashion, hingga Private Club

Ekspansi Como FC kemudian bergerak ke sektor di luar lapangan. Klub mengembangkan platform bernama Destination Culture yang membahas sepak bola, perjalanan, dan gaya hidup di Italia.

Baca Juga: Como 1907 Menggila di Serie A! Proyek Berani Cesc Fabregas Bikin Juventus Tersungkur dan Grup Djarum Panen Untung

Platform tersebut diproyeksikan untuk berkembang lebih jauh. Target berikutnya adalah menggabungkannya dengan bisnis perjalanan sehingga dapat menawarkan paket wisata sepak bola di berbagai kota Italia.

Dengan konsep tersebut, pengalaman wisata tidak lagi terbatas pada pertandingan Como. Sepak bola menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi lain di Italia.

Como juga mengembangkan bisnis fashion melalui merek Curva. Langkah ini memperluas identitas klub dari sekadar olahraga menuju lifestyle.

Baca Juga: Cesc Fabregas Sulap Pemain Terbuang Como Jadi Bintang, Harga Mereka Melambung

Selain fashion, Como memiliki area private club yang digunakan untuk menjamu tamu serta figur terkenal. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat konsep hospitality yang menjadi bagian dari strategi klub.

Pengembangan berbagai lini tersebut menunjukkan bagaimana Como berusaha membangun ekosistem di sekitar klub. Sepak bola menjadi pusatnya, tetapi bisnis yang dibangun dapat bergerak ke sektor pariwisata, perjalanan, fashion, hospitality, dan digital.

Menurut pengelola Como, pertumbuhan klub tidak hanya ditentukan oleh modal. Sumber daya manusia dan inovasi juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan bisnis.

Baca Juga: Cesc Fabregas Bikin Pemain Buangan Jadi Berharga, 6 Bintang Como Melambung

Pendekatan itu kemudian diarahkan untuk memperbesar pasar sport tourism di Italia. Como tidak hanya ingin mengembangkan potensi kotanya sendiri, tetapi juga membantu klub-klub lain di Italia menemukan dan mengembangkan potensi sport tourism masing-masing.

Dengan model tersebut, Como FC berusaha menempatkan klub sebagai bagian dari industri yang lebih luas. Sepak bola tidak hanya menjadi pertandingan selama 90 menit, tetapi dapat terhubung dengan perjalanan, pengalaman wisata, gaya hidup, dan berbagai bisnis pendukung lainnya.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Business of Sport
Sepak Bola Italia Lake Como Como FC cesc fabregas sport tourism