RADAR TULUNGAGUNG - Konsisten olahraga sering kali lebih sulit daripada memulainya. Rasa malas, tubuh yang terasa lelah, hingga kesibukan sehari-hari dapat membuat rencana lari atau aktivitas fisik lainnya berhenti di tengah jalan.
Padahal, konsisten olahraga tidak selalu berarti harus berlatih dengan durasi panjang atau intensitas tinggi setiap hari. Kebiasaan justru dapat dibangun dari aktivitas yang realistis, dilakukan secara bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Baca Juga: Olahraga Outdoor Perempuan Tetap Nyaman, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Lari dan Mendaki
Jangan Menunggu Motivasi Datang
Salah satu cara membangun rutinitas olahraga adalah tidak menjadikan motivasi sebagai satu-satunya alasan untuk bergerak. Ada kalanya seseorang tetap merasa malas meskipun mengetahui olahraga penting bagi kesehatan.
Dalam kondisi seperti itu, target dapat dibuat sederhana. Misalnya, menentukan hari dan waktu tertentu untuk berlari atau berjalan sehingga aktivitas fisik menjadi bagian dari jadwal, bukan kegiatan yang dilakukan hanya ketika sedang bersemangat.
CDC menyarankan orang yang ingin mulai aktif untuk menetapkan waktu khusus dalam rutinitas, memilih aktivitas yang disukai, serta memulainya secara perlahan sebelum meningkatkan durasi atau tingkat kesulitan.
Cara tersebut juga dapat diterapkan pada aktivitas seperti mendaki. Mendaki tidak harus dilakukan setiap minggu agar seseorang tetap aktif. Latihan berjalan, berlari, atau penguatan otot pada hari lain dapat menjadi bagian dari persiapan.
Yang penting adalah menjaga agar tubuh tetap mendapatkan aktivitas secara teratur tanpa memaksakan target yang terlalu berat sejak awal.
Baca Juga: Nina Audina Temukan Kepercayaan Diri dan Kemandirian dari Lari hingga Mendaki
Mulai dari Target Kecil dan Realistis
Kesalahan yang sering membuat rutinitas olahraga sulit dipertahankan adalah menetapkan target terlalu tinggi pada awalnya. Ketika tubuh belum terbiasa, aktivitas yang terlalu berat justru dapat membuat seseorang cepat kelelahan dan kehilangan keinginan untuk melanjutkannya.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat. Latihan penguatan otot juga dianjurkan minimal dua hari dalam sepekan. Namun, orang yang sebelumnya tidak aktif dianjurkan memulai dari jumlah kecil dan meningkatkan frekuensi, intensitas, serta durasi secara bertahap.
Artinya, seseorang tidak perlu langsung mengejar target mingguan tersebut pada hari pertama. Berjalan atau berlari dalam durasi singkat dapat menjadi permulaan sebelum waktunya ditambah secara bertahap.
Baca Juga: Olahraga Harus Jadi Budaya Hidup Masyarakat, Plt Bupati Tulungagung: Perluas Kesempatan Berolahraga
Jadikan Olahraga sebagai Aktivitas yang Dinikmati
Konsistensi akan lebih mudah dibangun ketika olahraga tidak selalu dipandang sebagai kewajiban. Memilih aktivitas yang memang disukai dapat membuat seseorang lebih mudah kembali berolahraga setelah melewati hari yang sibuk.
Lari dan mendaki akhirnya memiliki fungsi lain selain menjaga kebugaran. Aktivitas tersebut menjadi sarana menyegarkan pikiran setelah menjalani rutinitas pekerjaan sehari-hari.
Manfaat aktivitas fisik memang tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh. CDC menyebut aktivitas fisik dapat memberikan manfaat langsung, termasuk membantu mengurangi perasaan cemas pada orang dewasa. Aktivitas rutin juga berkaitan dengan tidur dan kesehatan mental yang lebih baik.
Aktivitas bersama teman juga bisa menjadi pilihan ketika rasa malas sulit dilawan. Dalam pengalaman Nina, ketertarikannya terhadap mendaki bermula dari ajakan teman. CDC juga menyarankan aktivitas bersama orang lain sebagai salah satu cara mendapatkan motivasi dan dukungan.
Dengan begitu, konsisten olahraga tidak harus dimulai dari target besar. Tetapkan jadwal yang realistis, mulai dengan kemampuan yang dimiliki, pilih aktivitas yang menyenangkan, dan tingkatkan secara perlahan.
Lari, workout di rumah, maupun mendaki dapat menjadi bagian dari rutinitas selama dilakukan sesuai kemampuan. Ketika olahraga mulai menjadi kebiasaan, aktivitas fisik tidak lagi terasa sebagai pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari keseharian yang juga dapat membantu menjaga kebugaran dan memberikan ruang untuk menyegarkan pikiran.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber