TULUNGAGUNG - Persiapan tim sepak bola Tulungagung menuju Porprov Jatim 2027 mulai dilakukan dengan memantau pemain muda. KONI Tulungagung memanfaatkan turnamen yang diikuti 32 tim sebagai ruang pencarian talenta potensial, khususnya pemain berusia 25 tahun ke bawah atau U-25.
Ketua KONI Tulungagung Agus Santosa mengatakan, pemain yang tampil dalam kompetisi tersebut berpeluang masuk radar seleksi tim sepak bola Porprov 2027. Pemantauan dilakukan lebih awal untuk menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.
“Ini sebagai persiapan Porprov Jatim yang akan dilaksanakan di Surabaya, khususnya yang di usia 25 ke bawah,” ujarnya.
Porprov Jatim X dijadwalkan berlangsung pada Juni 2027 dengan Kota Surabaya sebagai tuan rumah. Karena itu, pencarian pemain tidak hanya mengandalkan nama yang sudah dikenal, tetapi juga membuka kesempatan bagi talenta muda dari berbagai klub.
“Yang direkomendasi dan diseleksi untuk U-25 Tulungagung,” lanjut Agus.
Menurut Agus, kompetisi tersebut dapat menjadi sarana menemukan pemain yang memiliki kemampuan untuk dikembangkan ke level lebih tinggi. Penampilan pemain selama pertandingan menjadi salah satu bahan untuk melihat potensi dan kesiapan mereka.
“Ini juga sebagai ajang pencarian bakat muda di Tulungagung untuk tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Turnamen yang digelar mulai akhir September tersebut berlangsung di Stadion Rejoagung. Sebanyak 32 tim dari Tulungagung dan sejumlah daerah sekitar ambil bagian dalam kompetisi.
Jumlah peserta yang cukup banyak membuat pemantauan dapat menjangkau lebih banyak pemain. Talenta muda tidak hanya datang dari satu klub, tetapi juga dari berbagai tim yang mengikuti turnamen.
Baca Juga: Bidik Prestasi di Porprov 2027, KONI Tulungagung Prioritaskan Sarpras dan Puslatkab Atlet Potensial
Ketua pelaksana, Anjar Priadi Putra, mengatakan peserta kompetisi tidak hanya berasal dari Tulungagung. Kehadiran tim dari daerah sekitar turut memperluas ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan.
“Peserta tidak hanya dari Tulungagung, tetapi juga daerah sekitar,” kata Anjar.
Keterlibatan pemain dari berbagai daerah memberikan kesempatan bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan dalam atmosfer pertandingan yang kompetitif. Kompetisi juga menjadi ruang pertemuan antara pemain, pelatih, dan komunitas sepak bola.
“Harapannya, atmosfer kita tingkatkan, di grassroots itu juga semakin meningkat untuk antusiasme, baik pelatih maupun mengikuti turnamen,” ujar Anjar.
Bagi KONI Tulungagung, geliat kompetisi di tingkat akar rumput menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi atlet. Pemain muda yang memiliki potensi diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam turnamen.
Baca Juga: Jadi Panggung Bibit Atlet Muda, Kejurkab Bulutangkis Tulungagung 2026 Bergulir
Mereka juga berpeluang mendapatkan kesempatan mengikuti proses seleksi untuk memperkuat Tulungagung pada ajang olahraga tingkat provinsi. Pemantauan sejak dini menjadi salah satu cara untuk menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Anjar berharap kompetisi serupa dapat digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, turnamen rutin penting untuk menjaga aktivitas klub amatir sekaligus memperluas ruang bertanding bagi pemain muda.
“Harapannya ini bisa terus ada setiap tahun. Tahun 2026, 2027, dan seterusnya, sehingga sepak bola di grassroots tetap hidup,” pungkasnya.
Dengan demikian, turnamen 32 tim tersebut tidak hanya menjadi ruang pertandingan bagi klub peserta. Kompetisi juga dimanfaatkan sebagai salah satu pintu pemantauan talenta muda yang berpotensi mengikuti seleksi tim sepak bola Tulungagung menuju Porprov Jatim 2027.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri