Como 1907 Bikin Messi Tertarik ? Begini Strategi Hartono yang Jadi Sorotan

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:35 WIB
Como 1907 sukses bersama Hartono, kini Messi beli klub Spanyol. Benarkah strategi Como jadi inspirasinya? (Pinterest)
Como 1907 sukses bersama Hartono, kini Messi beli klub Spanyol. Benarkah strategi Como jadi inspirasinya? (Pinterest)

JAKARTA - Kesuksesan Como 1907 mengubah klub yang pernah berkutat di kasta bawah Italia menjadi peserta Liga Champions membuat proyek keluarga Hartono kembali menjadi perhatian.

Di tengah perkembangan tersebut, Lionel Messi justru mengambil langkah serupa dengan mulai memperluas kepemilikan klub sepak bola. Bintang Argentina itu telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membeli CD Eldense di Spanyol.

Laporan Reuters menyebut Messi berencana mengakuisisi 100 persen saham Eldense dari TH Soluciones Group. Kesepakatan tersebut masih harus melalui proses hukum dan mendapatkan persetujuan otoritas olahraga Spanyol. Jika rampung, Eldense akan menjadi salah satu proyek utama Messi di sepak bola profesional Spanyol.

Baca Juga: Weton 2027 yang Masuk Jalur Kekayaan, Rezeki Disebut Mengalir Deras

Dari Pemain Menjadi Pemilik Klub

Perjalanan Messi menuju dunia kepemilikan klub sebenarnya sudah dimulai sebelum Eldense. Pada April 2026, ia membeli UE Cornella yang bermain di kasta bawah sepak bola Spanyol.

Langkah tersebut memperlihatkan perubahan peran Messi di dunia sepak bola. Selama bertahun-tahun, namanya identik dengan prestasi sebagai pemain. Kini, ia mulai masuk ke sisi lain industri sepak bola, yakni pengelolaan klub dan investasi jangka panjang.

Eldense menjadi proyek yang jauh lebih besar dibanding Cornella karena bermain di kasta profesional. Messi tidak hanya mendapatkan aset olahraga, tetapi juga sebuah klub yang bisa dikembangkan dari sisi akademi, komersial, infrastruktur, dan branding.

Rahasia Kebangkitan Como 1907

Nama Como 1907 kemudian menarik perhatian karena transformasinya dianggap sebagai salah satu proyek menarik di sepak bola Italia.

Keluarga Hartono melalui Grup Djarum mengambil alih Como pada 2019 ketika klub masih berada di Serie D. Setelah melalui proses pembangunan, Como berhasil kembali ke Serie A pada 2024 setelah absen lebih dari dua dekade.

Perkembangannya kemudian semakin cepat. Pada musim 2025/2026, Como finis di peringkat keempat Serie A dan mendapatkan tiket Liga Champions. Klub tersebut bahkan mencatat sejarah dengan menjalani debut di kompetisi elite Eropa pada 2026.

Keberhasilan itu tidak semata-mata dibangun melalui belanja pemain. Como juga membangun struktur olahraga dan komersial dengan menggabungkan investasi, scouting, pengembangan pemain, serta identitas klub yang kuat.

Sepak Bola Dipadukan dengan Pariwisata

Salah satu hal yang membuat Como berbeda adalah pemanfaatan lokasi klub. Stadion Giuseppe Sinigaglia berada di kawasan Danau Como yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional.

Manajemen kemudian mengembangkan konsep yang menggabungkan pertandingan sepak bola dengan pengalaman wisata. Tujuannya bukan sekadar mendatangkan penonton ke stadion, tetapi membuat Como menjadi bagian dari pengalaman ketika seseorang berkunjung ke kawasan tersebut.

Pendekatan itu turut membuat klub mendapatkan perhatian dari kalangan internasional. Kehadiran sejumlah selebritas dan figur publik di pertandingan Como ikut memperluas jangkauan merek klub. Media internasional bahkan menggambarkan Como sebagai proyek yang menggabungkan sepak bola, luxury lifestyle, pariwisata, dan entertainment.

Ada Peran Cesc Fabregas

Cesc Fabregas menjadi salah satu figur penting dalam hubungan cerita Messi dan Como. Fabregas merupakan teman lama Messi sejak masa akademi Barcelona. Kini, ia menangani Como sebagai pelatih.

Kedekatan tersebut membuat Messi memiliki hubungan personal dengan lingkungan Como. Pada 2025, Como juga sempat dikaitkan dengan kemungkinan mendatangkan Messi, meski tidak pernah terealisasi. Presiden Como Mirwan Suwarso pada saat itu menyebut kedatangan Messi sebagai sebuah impian, bukan transfer yang sudah dinegosiasikan.

Karena itu, klaim bahwa Messi membeli Eldense karena meniru langsung strategi Grup Djarum masih harus ditempatkan sebagai dugaan atau analisis, bukan fakta yang telah dikonfirmasi Messi.

Namun, kesamaan arahnya cukup menarik. Como menunjukkan bahwa klub dapat dikembangkan melalui kombinasi investasi, identitas, struktur olahraga, dan strategi bisnis. Sementara itu, Messi kini mulai membangun portofolio klubnya sendiri.

Jika akuisisi Eldense benar-benar selesai, perhatian berikutnya bukan lagi soal siapa pemiliknya, melainkan bagaimana Messi mengubah klub tersebut menjadi proyek sepak bola yang memiliki identitas dan target jangka panjang.

Baca Juga: Weton 2027 yang Masuk Jalur Kekayaan, Rezeki Disebut Mengalir Deras

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Puncak Klasemen
Hartono bersaudara CD Eldense Grup Djarum lionel messi Como 1907