Lionel Messi Beli CD Eldense, Strategi Grup Djarum Disebut Jadi Inspirasi

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:40 WIB
Lionel Messi beli CD Eldense dan mulai serius jadi pemilik klub. Benarkah strategi Grup Djarum jadi inspirasinya? (Pinterest)
Lionel Messi beli CD Eldense dan mulai serius jadi pemilik klub. Benarkah strategi Grup Djarum jadi inspirasinya? (Pinterest)

JAKARTA - Lionel Messi semakin serius memasuki dunia kepemilikan klub sepak bola setelah mengambil alih CD Eldense, klub Segunda Division Spanyol.

Langkah tersebut kemudian dikaitkan dengan kesuksesan Como 1907 di bawah Grup Djarum dan keluarga Hartono, terutama karena kedekatan Messi dengan Cesc Fabregas yang menjadi bagian penting dalam proyek Como. Messi kini tidak hanya dikenal sebagai megabintang di lapangan, tetapi juga mulai membangun portofolio klub sebagai bagian dari aktivitas bisnisnya.

Baca Juga: Weton 2027 yang Masuk Jalur Kekayaan, Rezeki Disebut Mengalir Deras

Lionel Messi Mulai Bangun Portofolio Klub

CD Eldense menjadi langkah terbaru Lionel Messi di dunia kepemilikan sepak bola. Pada September 2026, Messi mencapai kesepakatan untuk mengambil alih seluruh saham yang sebelumnya dimiliki grup investasi asal Kolombia, TH Soluciones Group S.A.S.

Proses akuisisi tersebut sebelumnya masih menunggu penyelesaian prosedur hukum dan persetujuan otoritas olahraga Spanyol. Perkembangan berikutnya membuat pengambilalihan itu resmi, sehingga Eldense menjadi klub profesional kedua di Spanyol yang masuk ke portofolio Messi setelah UE Cornellà.

Cornellà sendiri bermain di kasta bawah sepak bola Spanyol dan dikenal memiliki sistem pembinaan pemain muda. Bagi Messi, kepemilikan klub bukan sekadar investasi finansial, tetapi juga membuka ruang untuk terlibat dalam pengembangan sepak bola dari sisi manajemen.

Di Uruguay, Messi juga memiliki keterkaitan kepemilikan bersama Luis Suarez melalui Deportivo LSM. Dengan demikian, aktivitas Messi sebagai pemilik klub mulai berkembang di beberapa negara.

Dari Como 1907 hingga Cesc Fabregas

Menariknya, langkah Lionel Messi tersebut kemudian dikaitkan dengan model pengelolaan Como 1907. Klub Italia itu berada di bawah kepemilikan keluarga Hartono melalui Grup Djarum dan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Como memiliki hubungan khusus dengan Messi melalui Cesc Fabregas. Keduanya sudah saling mengenal sejak masih berada di akademi Barcelona. Fabregas bahkan pernah menyebut Messi sebagai pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya.

Kedekatan tersebut membuat kunjungan Messi dan istrinya ke Como menjadi sorotan. Dalam narasi yang beredar, Messi disebut melihat langsung bagaimana Como berkembang melalui kombinasi strategi bisnis, investasi, pengelolaan klub, dan pembangunan identitas yang kuat.

Namun, klaim bahwa model Como secara langsung menjadi inspirasi Messi belum disertai pernyataan resmi dari Messi yang mengonfirmasi hal tersebut. Karena itu, hubungan tersebut lebih tepat disebut sebagai dugaan atau kaitan berdasarkan kedekatan Messi dengan Fabregas dan perkembangan proyek Como.

Model Bisnis Como 1907 Jadi Perhatian

Perubahan Como memang cukup mencolok. Klub yang sebelumnya mengalami masa sulit berkembang menjadi tim yang mampu bersaing di level tertinggi Italia. Fondasi finansial keluarga Hartono menjadi salah satu faktor penting dalam proyek tersebut, sementara Mirwan Suwarso berperan dalam pengelolaan dan arah bisnis klub.

Di sisi olahraga, Fabregas menjadi figur sentral. Como membangun identitas permainan yang menarik sekaligus memperkuat citra klub di luar lapangan. Strategi tersebut membuat Como tidak hanya menjual pertandingan sepak bola, tetapi juga pengalaman wisata dan gaya hidup yang berkaitan dengan Danau Como.

Konsep itu sejalan dengan visi Como untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi sport tourism. Stadion Giuseppe Sinigaglia dan Danau Como dipadukan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

Messi Bisa Membawa Konsep Serupa

Perkembangan Como membuat proyek kepemilikan klub Messi menjadi semakin menarik untuk diperhatikan. Eldense saat ini masih berada jauh di bawah level klub-klub elite Spanyol sehingga ruang untuk berkembang masih terbuka lebar.

Dengan pengalaman Messi sebagai pemain, jaringan sepak bola internasional, serta aktivitas bisnis yang terus berkembang, kepemilikan klub dapat menjadi bagian penting dari rencana jangka panjangnya setelah karier bermain.

Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa Messi secara resmi meniru strategi Grup Djarum. Yang jelas, Lionel Messi kini semakin aktif di balik layar sepak bola. Akuisisi Eldense menunjukkan bahwa legenda Argentina itu mulai membangun peran baru sebagai pemilik dan pengelola klub, bukan hanya sebagai pemain di atas lapangan.

Baca Juga: Weton 2027 yang Masuk Jalur Kekayaan, Rezeki Disebut Mengalir Deras

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Puncak Klasemen
CD Eldense Grup Djarum lionel messi Como 1907 cesc fabregas