Timnas Indonesia 0-0 Malaysia, Taktik John Herdman Disorot, Ini Masalah Garuda

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:55 WIB
Timnas Indonesia 0-0 Malaysia menyisakan sorotan pada taktik John Herdman dan kartu merah Thom Haye. (Pinterest)
Timnas Indonesia 0-0 Malaysia menyisakan sorotan pada taktik John Herdman dan kartu merah Thom Haye. (Pinterest)

JAKARTA- Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9) malam.

Selain kartu merah Thom Haye yang membuat Indonesia bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37, laga tersebut juga memunculkan sorotan terhadap pendekatan taktik John Herdman, terutama ketika skuad Garuda harus membangun serangan dan memanfaatkan transisi.

Pertandingan sebenarnya memperlihatkan Indonesia sudah memiliki pola permainan sejak awal. Dalam analisis pertandingan yang menjadi dasar artikel ini, Herdman menerapkan skema 4-4-2 dengan pendekatan medium block. Thom Haye dan Ole Romeny ditempatkan sebagai pemain terdepan untuk memulai tekanan, sementara empat gelandang menjaga jarak antarlini.

Baca Juga: Makam Eyang Lembu Gumarang di Tulungagung, Jejak Kuno Mataram Islam di Bukit

Pressing Menjadi Senjata Utama

Indonesia tidak langsung melakukan pressing sepanjang pertandingan. Tekanan diberikan ketika muncul pemicu tertentu, terutama saat pemain Malaysia melakukan back pass. Haye beberapa kali bergerak agresif untuk mengarahkan sirkulasi bola lawan ke sisi lapangan.

Ketika bola mulai dimainkan ke area yang diinginkan, pemain Indonesia mencoba mempersempit ruang. Kevin Diks juga beberapa kali naik untuk memenangkan duel dan melakukan intersep. Dari situasi tersebut, Indonesia berusaha melakukan serangan balik cepat.

Persoalannya, transisi tersebut belum selalu menghasilkan peluang matang. Sejumlah operan setelah perebutan bola gagal menemukan pemain yang bergerak ke ruang kosong. Pola ini membuat Indonesia lebih sering terlihat mengandalkan momen daripada membangun serangan secara konsisten.

Secara statistik, Malaysia memang lebih dominan setelah Indonesia kehilangan Haye. Malaysia mencatat 25 tembakan dengan delapan mengarah ke gawang, sedangkan Indonesia hanya melepaskan tujuh tembakan dan satu tepat sasaran. Penguasaan bola juga berada di pihak Malaysia dengan 63 persen berbanding 37 persen.

Thom Haye dan Problem Struktur Pressing

Salah satu persoalan yang disorot adalah penempatan Thom Haye. Gelandang tersebut dituntut bekerja keras dalam struktur pressing, tetapi ruang yang harus dijangkau cukup besar.

Situasi itu akhirnya berujung pada pelanggaran terhadap Arif Aiman. Haye awalnya mendapat kartu kuning, tetapi setelah wasit Ko Hyung-jin melihat tayangan VAR, hukuman berubah menjadi kartu merah. Indonesia pun harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.

Setelah kartu merah, Herdman mengubah pendekatan. Ragnar Oratmangoen ditarik keluar dan Ivar Jenner masuk. Struktur permainan Indonesia berubah menjadi lebih defensif dengan Romeny menjadi pemain terdepan yang tersisa.

Pertahanan Garuda Justru Menjadi Kekuatan

Dalam kondisi kalah jumlah pemain, Timnas Indonesia mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting karena harus menghadapi tekanan Malaysia yang meningkat sepanjang pertandingan.

Justin Hubner dan pemain belakang lainnya juga beberapa kali melakukan blok penting. Salah satu peluang Malaysia bahkan membentur mistar sebelum upaya lanjutan kembali dihentikan pertahanan Indonesia.

Karena itu, hasil 0-0 tidak hanya bisa dibaca dari kegagalan Indonesia menciptakan banyak peluang. Laga tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa organisasi pertahanan masih menjadi modal penting ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana.

Bagi Herdman, pekerjaan berikutnya adalah memperbaiki keseimbangan antara pressing, transisi, dan kreativitas ketika menguasai bola. Timnas Indonesia masih memiliki pertandingan melawan Bangladesh pada 1 Oktober untuk menentukan langkah berikutnya di Grup A.

Baca Juga: Makam Eyang Lembu Gumarang di Tulungagung, Jejak Kuno Mataram Islam di Bukit

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Ruang Taktik FC
FIFA ASEAN Cup 2026 malaysia John Herdman thom haye Timnas Indonesia