JAKARTA - Timnas Indonesia masih memiliki peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah bermain imbang melawan Malaysia. Hasil tersebut membuat posisi Garuda terjepit, terlebih Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38. Meski begitu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan peluang belum tertutup dan meminta skuad Garuda tetap berjuang menghadapi Bangladesh.
Hasil imbang kontra Malaysia menjadi sorotan karena Indonesia gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan untuk menjaga posisi di Grup A. Pertandingan berlangsung dalam tekanan setelah Indonesia kehilangan satu pemain pada menit ke-38.
Dalam kondisi tersebut, para pemain Garuda berusaha mempertahankan gawang agar tidak kebobolan. Namun, hasil akhir tetap belum sesuai harapan. Situasi itu kemudian memunculkan kritik terhadap keputusan taktik pelatih timnas, John Herdman.
Erick Thohir menyebut kritik terhadap pelatih merupakan bagian dari konsekuensi dalam sepak bola. Menurutnya, pelatih dari negara lain juga menghadapi situasi serupa ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
“Memang sepak bola seperti itu. Cukup kejam ya. Tapi itulah konsekuensi memegang pimpinan seperti itu,” kata Erick dalam transkrip video tersebut.
Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026 Resmi Dirilis, Spanyol Gusur Argentina Usai Juara Piala Dunia
Kritik terhadap John Herdman muncul setelah strategi Indonesia menghadapi Malaysia belum menghasilkan kemenangan. Namun, Erick meminta perjuangan Timnas Indonesia tidak berhenti hanya karena hasil tersebut.
Menurutnya, peluang menuju final masih terbuka. Garuda masih mempunyai pertandingan berikutnya untuk menentukan nasibnya di turnamen.
Indonesia selanjutnya harus menghadapi Bangladesh. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Garuda untuk mengumpulkan hasil maksimal.
Erick mengingatkan agar Bangladesh tidak dipandang sebelah mata meskipun lawan sudah menelan dua kekalahan. Bangladesh bahkan masih memburu gol pertamanya di FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia disebut harus memenangkan pertandingan melawan Bangladesh. Selain kemenangan tersebut, ada skenario lain yang perlu diperhatikan, yakni hasil pertandingan Malaysia menghadapi Singapura.
Salah satu skenario yang membuka peluang Indonesia ke final adalah Garuda menang atas Bangladesh, sementara Malaysia kalah dari Singapura. Dengan kondisi tersebut, Indonesia harus memiliki jumlah gol yang lebih baik dibandingkan Malaysia.
Skenario lainnya adalah Indonesia menang atas Bangladesh dan Malaysia hanya mampu bermain imbang melawan Singapura. Karena itu, hasil pertandingan terakhir di Grup A menjadi sangat menentukan.
Baca Juga: Ranking FIFA ASEAN 2024: Thailand Masih Raja
Posisi Indonesia memang belum aman. Namun, peluang untuk melangkah ke final masih tersedia selama Garuda mampu memaksimalkan pertandingan terakhir.
Erick menekankan bahwa situasi tersebut membutuhkan perjuangan maksimal dari para pemain. Indonesia harus tetap fokus dan tidak menganggap remeh Bangladesh yang masih memiliki peluang memberikan perlawanan.
Pertandingan terakhir Grup A pun akan menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia. Selain membutuhkan kemenangan, skuad Garuda juga harus memperhatikan hasil pertandingan Malaysia dan Singapura.
Dengan persaingan yang masih terbuka, nasib Indonesia belum sepenuhnya berakhir. Garuda kini dituntut menjaga fokus dan tampil maksimal demi membuka jalan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber