Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Ini Syarat Garuda untuk Lolos ke Final

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:50 WIB
Timnas Indonesia ditahan Malaysia 0-0. Simak syarat Garuda untuk lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.(PINTEREST)
Timnas Indonesia ditahan Malaysia 0-0. Simak syarat Garuda untuk lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.(PINTEREST)

JAKARTA - Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38 setelah Tom Haye mendapat kartu merah, skuad Garuda mampu mempertahankan gawang hingga pertandingan berakhir. Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi empat poin dan masih berpeluang melaju ke final, tetapi harus mengamankan kemenangan atas Bangladesh pada laga terakhir.

Indonesia langsung tampil menyerang sejak awal pertandingan. Skuad Garuda bahkan sempat mencetak gol melalui Justin Hubner. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit melakukan pengecekan VAR.

Situasi tersebut menjadi salah satu momen penting pada babak pertama. Indonesia kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Tom Haye melakukan pelanggaran terhadap penyerang Malaysia, Arif Aiman.

Tom Haye awalnya hanya mendapat kartu kuning dari wasit. Namun, setelah dilakukan pengecekan VAR, keputusan tersebut berubah menjadi kartu merah.

Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026: Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118, Makin Dekat Tembus 100 Besar usai Piala Dunia

Kondisi itu membuat Indonesia harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Skuad Garuda kemudian lebih banyak bertahan sembari mencari kesempatan melakukan serangan balik.

Sebelum babak pertama berakhir, Indonesia masih sempat memberikan ancaman. Sepakan keras dari luar kotak penalti mengarah ke gawang Malaysia, tetapi kiper lawan mampu mengamankannya.

Hingga turun minum, tidak ada gol yang tercipta. Kedua tim masuk ruang ganti dengan skor sementara 0-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap mencoba mencuri peluang meski harus bermain dengan 10 pemain. Strategi lebih banyak bertahan diterapkan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Salah satu peluang datang melalui tendangan bebas Kevin Diks. Namun, bola masih melebar dari sasaran.

Malaysia juga tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol. Pertahanan Indonesia mampu menjaga gawang tetap bersih hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil imbang tersebut membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Garuda berada di posisi kedua klasemen Grup A karena kalah selisih gol dari Malaysia.

Peluang Indonesia untuk melaju ke final masih terbuka setelah pada pertandingan lainnya Singapura berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor 1-0.

Kondisi tersebut membuat pertandingan terakhir Grup A menjadi sangat menentukan. Indonesia wajib memburu kemenangan ketika menghadapi Bangladesh.

Baca Juga: Krisis Visa Jelang Kickoff Piala Dunia 2026: Timnas Iran Terlunta-lunta hingga Terpaksa Pindah Markas ke Meksiko, di Mana Ketegasan FIFA?

Skenario Indonesia untuk menjadi juara grup juga bergantung pada hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura. Jika Malaysia berhasil menang, Indonesia harus meraih kemenangan atas Bangladesh dengan margin gol lebih besar untuk menggusur Malaysia dari posisi teratas.

Sementara itu, apabila Indonesia hanya mampu menang tipis atas Bangladesh, peluang Garuda tetap terbuka apabila Malaysia gagal meraih kemenangan ketika menghadapi Singapura.

Hanya juara Grup A yang berhak melaju ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Karena itu, hasil imbang melawan Malaysia belum menutup perjalanan Indonesia di turnamen tersebut.

Skuad Garuda kini harus mengalihkan fokus ke pertandingan terakhir. Kemenangan atas Bangladesh menjadi target utama, sembari menunggu hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura yang turut menentukan posisi akhir klasemen.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
FIFA ASEAN Cup 2026 malaysia Tom Haye Timnas Indonesia gelora bung karno