Percasi Tulungagung Bidik Dua Emas POPDA Jatim, Status Medali Catur Jadi Perhatian

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30 WIB
Percasi Tulungagung terus mematangkan persiapan atlet catur menghadapi POPDA Jatim 2026.
Percasi Tulungagung terus mematangkan persiapan atlet catur menghadapi POPDA Jatim 2026.

TULUNGAGUNG - Percasi Tulungagung membidik dua medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026. Target tersebut diharapkan tercapai melalui nomor catur kilat perorangan putri dan beregu putri. Namun, pengurus masih menaruh perhatian pada status catur yang tahun ini masuk kategori ekshibisi sehingga perolehan medalinya belum tentu dihitung dalam klasemen kontingen.

Pelatih kepala Percasi Kabupaten Tulungagung sekaligus Wakil Ketua III Percasi Tulungagung, Calvin Kresna Afandy, mengatakan peluang meraih dua emas cukup terbuka. Meski demikian, kepastian nomor yang akan dipertandingkan masih menunggu ketentuan resmi penyelenggara.

“Kalau target medalinya, kita berpeluang dua emas. Yaitu di perorangan putri dan beregu putri, khususnya di catur kilat,” jelasnya.

Bagi Percasi, penghitungan medali menjadi hal penting karena hasil atlet catur diharapkan ikut menyumbang perolehan medali kontingen Tulungagung. Status ekshibisi membuat harapan tersebut belum sepenuhnya pasti.

Baca Juga: Berawal dari Ditunjuk Ikut Porseni, Virly Chalysta Aprilia Kini Sabet Medali Perak Kejurprov Catur Jatim 2026

“Harapan kami yang pertama adalah catur tetap menjadi olahraga yang medalinya dihitung. Artinya, perolehan medali dari catur tetap dimasukkan dalam perolehan kontingen,” ujar Calvin.

Persiapan atlet Percasi Tulungagung saat ini masih berfokus pada kejuaraan nasional (kejurnas). Program persiapan POPDA sendiri telah dimulai sejak Juli, setelah pelaksanaan kejuaraan provinsi (kejurprov).

Percasi berencana memberangkatkan 14 atlet pada 23–29 Oktober 2026. Setelah agenda tersebut selesai, pemusatan latihan untuk POPDA dijadwalkan dimulai pada November.

Komposisi atlet yang dipersiapkan masih mengacu pada pola sebelumnya, yakni tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Namun, jumlah resmi atlet yang akan diberangkatkan tetap menunggu ketentuan POPDA Jatim 2026 dan koordinasi lanjutan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung.

Untuk lokasi pertandingan, informasi sementara mengarah ke Kabupaten Ngawi. Kepastian lokasi dan nomor yang dipertandingkan masih menunggu pengumuman resmi penyelenggara.

Baca Juga: Sukses Sabet Runner-up Juara Umum Kejurprov Catur Jatim 2026, Percasi Tulungagung Fokus Tingkatkan Kualitas Atlet

Dalam persiapan, Percasi Tulungagung tidak hanya mengandalkan pertandingan langsung. Tim pelatih juga menggunakan teknologi untuk mempelajari strategi, membaca pola permainan lawan, dan mengevaluasi keputusan atlet.

Calvin menyebut tim memanfaatkan platform Lichess untuk latihan daring serta ChessBase 17 sebagai perangkat lunak analisis catur secara luring. Basis data permainan lawan dipelajari untuk membantu atlet menyiapkan strategi sebelum bertanding.

“Supaya mental anak-anak bagus, biasanya kami lebih banyak mencari pembukaan lawan. Misalnya nanti bertemu pemain kuat dari Sidoarjo atau Malang, kami cari basis data permainannya, lalu dipelajari bersama,” ungkapnya.

Melalui cara tersebut, atlet diharapkan lebih siap menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Persiapan juga ditujukan untuk membangun kepercayaan diri agar atlet tidak mudah gentar saat berhadapan dengan pemain yang lebih kuat.

Sementara itu, Kabid Binpres Percasi Tulungagung Farhan Yunus Aminudin menjelaskan, pembinaan teknis meliputi penguasaan pembukaan (opening), permainan tengah (middlegame), hingga akhir permainan (endgame).

Baca Juga: Olahraga Harus Jadi Budaya Hidup Masyarakat, Plt Bupati Tulungagung: Perluas Kesempatan Berolahraga

Evaluasi juga diarahkan pada konsistensi fokus dan manajemen waktu, terutama ketika pertandingan memasuki situasi time trouble atau waktu berpikir hampir habis. “Selama pemusatan latihan, kami rutin memberikan simulasi pertandingan dengan batas waktu ketat serta analisis partai lewat engine untuk mengoreksi keputusan yang kurang tepat,” jelas Farhan.

Sebelumnya, catur sempat terdampak penyesuaian kuota cabang olahraga oleh panitia provinsi. Setelah koordinasi dan advokasi Pengprov Percasi Jawa Timur bersama pengurus daerah, catur kembali masuk dalam daftar pertandingan POPDA Jatim 2026, tetapi berstatus ekshibisi.

Status tersebut menjadi perhatian Percasi Tulungagung karena perolehan medali dari catur belum tentu masuk dalam penghitungan resmi klasemen kontingen. Pengurus berharap pada penyelenggaraan berikutnya catur dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi.

“Harapan kami, atlet-atlet muda catur Tulungagung semakin antusias berlatih melalui ajang ini. Semoga pada tahun-tahun berikutnya catur tidak lagi menjadi olahraga ekshibisi, tetapi dipertandingkan secara resmi,” kata Calvin.(bac)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
popda jatim 2026 olahraga pelajar percasi tulungagung medali emas catur tulungagung