TULUNGAGUNG-Kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) kini ada di mana-mana dari aplikasi chat, foto, hingga suara tiruan. Sayangnya, tidak semua orang Tulungagung memahami cara kerja AI.
Terutama orang tua di Tulungagung yang mudah percaya informasi digital, menjadi sasaran empuk penyalahgunaan teknologi AI.
Berikut adalah contoh nyata penyalahgunaan AI yang bisa jadi referensi orang tua di Tulungagung agar tidak jadi korban:
1. Voice Scam/Penipuan Suara AI
Penipu bisa meniru suara anak, cucu, atau anggota keluarga dan menelepon orang tua, pura-pura minta tolong atau uang.
Orang tua yang tidak mengenali perbedaan suara bisa langsung panik dan mentransfer uang.
2. Deepfake Foto dan Video
Foto dan video AI bisa memalsukan wajah orang terkenal atau keluarga, lalu digunakan untuk menyebarkan hoaks atau menipu.
Banyak orang tua langsung percaya karena “melihat dengan mata sendiri”.
3. Chatbot Penipu
Orang tua yang tidak tahu bahwa mereka sedang berbicara dengan AI bisa salah paham dan menyangka itu manusia sungguhan. Bisa dimanfaatkan untuk menipu, menjual barang palsu, atau mengarahkan ke tautan berbahaya.
4. Penyebaran Hoaks via AI
AI dapat menulis berita bohong dengan bahasa meyakinkan.
Orang tua yang kurang literasi digital mudah menyebarkan hoaks dari grup WhatsApp tanpa mengecek kebenarannya.
Nah Kenapa sih Orang Tua Rentan Terkena Dampak AI?
- Tidak terbiasa dengan teknologi digital canggih
- Kurangnya kemampuan membedakan konten asli dan palsu
- Lebih mudah percaya pada visual atau suara yang meyakinkan
- Kurang edukasi tentang privasi dan keamanan digital
Seperti itulah bahaya terhadap orang tua. AI sebenarnya adalah teknologi luar biasa, tetapi juga membawa risiko besar terutama bagi orang tua yang belum melek digital.
Solusi terbaik agar orang tua tidak gampang percaya adalah, edukasi dan pendampingan dari keluarga agar orang tua terlindungi dari bahaya dunia digital yang menipu lewat kecanggihan AI. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah