Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Doom Scrolling Medsos dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya!

M Filzaa Aulia N • Sabtu, 26 Juli 2025 | 23:00 WIB
Pernah nggak sih, scroll medsos terus-terusan tanpa sadar waktu berlalu? Itu namanya doom scrolling kebiasaan yang bisa merusak kesehatan mental. kenali dampak dan cara mengatasinya
Pernah nggak sih, scroll medsos terus-terusan tanpa sadar waktu berlalu? Itu namanya doom scrolling kebiasaan yang bisa merusak kesehatan mental. kenali dampak dan cara mengatasinya
TULUNGAGUNG - Doom scrolling medsos adalah kebiasaan membuka media sosial tanpa henti untuk melihat berita atau konten negatif. Aktivitas ini dilakukan berulang-ulang tanpa tujuan jelas dan sering berlangsung dalam waktu lama.

Banyak orang tidak menyadari bahwa doom scrolling medsos berawal dari rasa penasaran biasa. Namun, algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang terus menarik perhatian.

Akibatnya, pengguna terpaku di layar selama berjam-jam, bahkan hingga larut malam.

Dampak Doom Scrolling Medsos pada Kesehatan Mental

Doom scrolling medsos ternyata punya banyak dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya kecemasan akibat terus-menerus mengonsumsi berita buruk.

Saat kita terlalu sering membaca konten negatif, otak menjadi terbiasa menerima sinyal bahaya, sehingga tubuh pun ikut merasa gelisah dan tidak tenang. 

Selain itu, rasa terisolasi juga sering muncul karena terlalu lama terpaku di layar dan kurang berinteraksi langsung dengan orang di sekitar. Fokus pun menurun karena otak terus mencari stimulus cepat dari informasi-informasi singkat, membuat kita sulit berkonsentrasi dalam waktu lama.

Lebih jauh lagi, doom scrolling membuat pikiran dipenuhi oleh hal-hal negatif, yang secara tidak sadar membentuk pola pikir pesimis. Perasaan tidak berharga, mudah tersinggung, dan kehilangan semangat bisa muncul tanpa alasan yang jelas. 

Tanpa disadari, kita semakin sulit menikmati hal-hal kecil yang sebelumnya menyenangkan. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa memperbesar risiko gangguan mental seperti depresi ringan hingga berat.

Jadi, mengenali gejala dan dampaknya sejak awal adalah langkah penting untuk mulai mengendalikan kebiasaan doom scrolling.

Risiko Kesehatan Fisik Akibat Doom Scrolling Medsos

Aktivitas ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga fisik. Terlalu lama duduk menatap layar dapat menyebabkan kelelahan, nyeri otot, hingga gangguan tidur.

Insomnia menjadi salah satu efek samping yang paling umum, karena otak terus aktif meskipun tubuh sudah ingin beristirahat. Berikut adalah masalah kesehatan fisik akibat doom scrolling:

  • Gangguan pencernaan: Kecemasan berlebih dapat memicu asam lambung.
  • Sakit kepala dan mata lelah: Menatap layar terlalu lama menyebabkan ketegangan.
  • Tekanan darah tinggi: Doom scrolling bisa memicu stres kronis yang meningkatkan tekanan darah.
Cara Efektif Mengatasi Kebiasaan Doom Scrolling Medsos

Mengatasi doom scrolling memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan jika Anda memiliki niat dan strategi yang tepat. Salah satu cara paling efektif untuk menghentikan doom scrolling adalah dengan melakukan detoks digital secara berkala.

Letakkan ponsel jauh dari jangkauan, terutama saat tidur. Batasi waktu penggunaan aplikasi media sosial dan gantikan kebiasaan scrolling dengan aktivitas yang lebih positif seperti membaca buku, berolahraga ringan, atau berkebun.

Tips ampuh menghentikan doom scrolling:

  • Aktifkan mode senyap atau mode pesawat saat Anda butuh fokus.
  • Hapus aplikasi media sosial yang tidak penting dari ponsel Anda.
  • Gunakan fitur screen time untuk memantau durasi penggunaan gadget.
  • Gantikan waktu scrolling dengan kegiatan seperti mendengarkan podcast atau berjalan kaki.
  • Latih mindfulness agar Anda lebih sadar saat keinginan membuka media sosial muncul.

Selain itu, luangkan waktu untuk membangun interaksi sosial di dunia nyata. Berkomunikasi langsung dengan orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi kecanduan layar dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.

Mulailah memilih informasi yang membangun, bukan yang justru memicu stres. Pastikan konten yang Anda konsumsi berasal dari sumber tepercaya dan mengandung nilai positif. Hindari komentar atau thread negatif yang hanya memperburuk suasana hati.

Jika merasa kesulitan melepaskan diri dari kebiasaan doom scrolling, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Psikolog atau konselor dapat membantu menata ulang kebiasaan dan pola pikir secara bertahap.

Doom scrolling bukan lagi sekadar istilah, melainkan peringatan agar kita lebih bijak dalam mengelola waktu dan perhatian.

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Doom Scrolling #kesehatan mental #medsos