Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ketika AI Menjadi Wartawan: Uji Nyali Gemini 2.5 Menantang Penulis Manusia, Siapa yang Menang?

Ilma Nurrahma • Jumat, 5 September 2025 | 15:51 WIB

Gemini AI 2.5 dari Google menggemparkan dunia teknologi dengan kemampuan menulis berita dalam hitungan detik. Tapi bisakah kecerdasan buatan ini benar-benar menggantikan wartawan manusia? (TECHi)
Gemini AI 2.5 dari Google menggemparkan dunia teknologi dengan kemampuan menulis berita dalam hitungan detik. Tapi bisakah kecerdasan buatan ini benar-benar menggantikan wartawan manusia? (TECHi)

RADAR TULUNGAGUNG - Peluncuran Gemini AI 2.5 oleh Google menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi.

Model Gemini AI 2.5 tak hanya pintar menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa menulis artikel lengkap hanya dengan satu instruksi pendek.

Gemini AI 2.5 diklaim mampu menghasilkan konten jurnalisme otomatis  mulai dari berita teknologi, ekonomi, hingga artikel opini.

Uji Nyali: Gemini vs Wartawan

Baca Juga: 10 Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan oleh AI, Ini Alasannya!

Dalam eksperimen terbuka, ada tantangan sederhana kepada Gemini dengan memberi instruksi: "Tuliskan artikel 400 kata tentang peluncuran Gemini AI dan dampaknya terhadap profesi wartawan."

Hasilnya Gemini AI hanya butuh 8 detik untuk menghasilkan teks berita lengkap. Sedangkan manusia membutuhkan sekitar 35–45 menit untuk riset, menulis, dan menyunting naskah.

Baca Juga: Cara Menggunakan AI dengan Bijak untuk Belajar, Rahasia Pelajar Cerdas di Era Digital

Meski cepat, artikel buatan AI terasa kurang dalam emosi, sudut pandang kritis, dan kepekaan budaya. Wartawan manusia mampu menambahkan opini, konteks lokal, dan narasi yang menyentuh pembaca.

Daripada melihat AI sebagai ancaman, banyak jurnalis mulai menganggapnya sebagai alat bantu. Karena bisa mempercepat riset, meringkas dokumen panjang, hingga memberi alternatif judul dan angle berita.

Baca Juga: Deepfake Berbasis AI Ancam Privasi dan Identitas Digital, Ini Penjelasannya!

Gemini bisa menjadi asisten virtual yang kuat, tapi bukan pengganti jurnalis terutama dalam liputan lapangan, investigasi, dan penulisan yang menyentuh sisi emosional manusia.

Gemini AI membuktikan bahwa kecerdasan buatan bisa menulis dengan cepat dan efisien. Tapi untuk menyampaikan cerita yang menggugah dan bermakna, sentuhan manusia tetap tak tergantikan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#teknologi #Gemini AI #google #ai #AI 2025