Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bukan ABCD, Inilah Alasan Mengapa Keyboard Lebih Sering Menggunakan Susunan QWERTY

Savina Ayu Wardani • Senin, 15 September 2025 | 02:25 WIB

Saat ini hampir semua orang menggunakan keyboard dengan susunan huruf QWERTY.
Saat ini hampir semua orang menggunakan keyboard dengan susunan huruf QWERTY.

RADAR TULUNGAGUNG - Saat ini hampir semua orang menggunakan keyboard dengan susunan huruf QWERTY.

Jika diperhatikan, deretan huruf pada baris atas dimulai dari Q-W-E-R-T-Y, bukan berurutan seperti alfabet A-B-C-D-E-F.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, mengapa susunannya bisa seperti itu dan bukan disusun alfabetis saja? Jawabannya berhubungan dengan sejarah mesin tik dan kebutuhan teknis pada masa lalu.

Baca Juga: 7 Alasan Jarang Update Status di Media Sosial, Bukan Hanya karena Introvert

Susunan huruf QWERTY pertama kali diciptakan pada tahun 1870-an oleh Christopher Latham Sholes, seorang penemu mesin tik modern dari Amerika Serikat.

Pada masa itu, mesin tik masih menggunakan mekanisme batang logam yang akan terangkat ketika sebuah tombol ditekan, lalu mencetak huruf di atas kertas.

Masalah yang muncul adalah ketika pengetik menekan tombol terlalu cepat atau menggunakan kombinasi huruf tertentu yang letaknya berdekatan, batang-batang tersebut bisa macet karena saling bertabrakan. Hal ini tentu mengganggu proses pengetikan dan membuat mesin tidak praktis digunakan.

Baca Juga: 5 Alasan Rumah Nenek Jadi Tempat Ternyaman Saat Pulang Kampung, Tak Melulu Lokasi Kumpul Keluarga Besar

Untuk mengatasi masalah tersebut, Sholes bersama timnya merancang ulang posisi huruf pada keyboard.

Setelah melalui berbagai percobaan, mereka menemukan susunan huruf QWERTY yang terbukti lebih efisien karena dapat mengurangi risiko tabrakan batang logam.

Ada beberapa alasan mengapa susunan QWERTY akhirnya digunakan secara luas:

Mencegah Kemacetan Mesin Tik

Susunan QWERTY memisahkan huruf-huruf yang sering digunakan secara bersamaan, sehingga batang mesin tik tidak mudah saling bertabrakan.

Membatasi Kecepatan Pengetikan

Awalnya, QWERTY justru dirancang agar pengetik tidak terlalu cepat. Dengan kecepatan yang lebih terkontrol, mesin tik bisa tetap berfungsi dengan baik tanpa sering macet.

Menjadi Standar Internasional

Pada tahun 1873, perusahaan Remington & Sons memproduksi mesin tik pertama dengan susunan QWERTY.

Karena produk mereka dipasarkan secara massal dan digunakan di banyak negara, tata letak QWERTY akhirnya menjadi standar global.

Baca Juga: Otak Jadi Lebih Kreatif saat Buang Air Besar? Ternyata Ini Alasan di Baliknya

QWERTY Dibandingkan dengan Tata Letak Lain

Walaupun QWERTY sudah mendominasi, sebenarnya ada tata letak lain yang dikembangkan kemudian, seperti DVORAK dan Colemak. Tata letak tersebut diklaim lebih efisien dan bisa meningkatkan kecepatan mengetik.

Namun, karena QWERTY sudah lebih dulu dikenal luas dan digunakan oleh mayoritas orang, masyarakat merasa lebih nyaman bertahan dengan sistem yang sudah ada daripada belajar ulang susunan baru.

Keyboard modern berawal dari huruf QWERTY karena alasan historis dan teknis. Pada masa mesin tik, susunan QWERTY diciptakan untuk mengurangi kemacetan mekanis dan memperlambat kecepatan pengetikan agar mesin tetap bekerja dengan baik.

Meskipun kini teknologi sudah jauh lebih maju dan masalah itu tidak ada lagi, QWERTY tetap bertahan sebagai standar global berkat faktor kebiasaan, sejarah panjang, dan penyebaran internasional sejak abad ke-19. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#keyboard #qwerty #alasan