Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mendorong Kompetensi ASN Digital, LAN Targetkan 90 Persen Aparatur Melek Teknologi di 2029, Sejumlah Tantangan Menghadang

Iqbal Pangestu • Rabu, 8 Oktober 2025 | 01:50 WIB

ASN dan PPPK di Tulungagung akan menerima gaji ke 13 tahun 2025
ASN dan PPPK di Tulungagung akan menerima gaji ke 13 tahun 2025

RADAR TULUNGAGUNG - Pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius.

Mulai dari lemahnya budaya belajar ASN, sistem yang terfragmentasi atau berjalan sendiri-sendiri, hingga keterbatasan sumber daya.

Kondisi ini menghambat upaya peningkatan kapasitas yang optimal untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Untuk mengatasi kendala tersebut dan menyambut tuntutan birokrasi modern yang adaptif dan inovatif, Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengambil langkah strategis yang fokus pada peningkatan mutu pelatihan dan mewujudkan ASN digital.

LAN menargetkan terwujudnya 90 persen ASN melek digital pada tahun 2029. Target ambisius ini sejalan dengan RPJMN dan merupakan bagian dari upaya LAN untuk melakukan pengendalian dan pelaksanaan kebijakan teknis pengembangan kapasitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Selain target literasi digital, LAN juga menargetkan 85 persen tata kelola kebijakan instansi pemerintah berkategori baik pada tahun yang sama.

Langkah strategis ini diharapkan dapat melahirkan ASN digital yang profesional, adaptif, serta berdaya saing global.

Pentingnya sistem penjaminan mutu dalam pengembangan kapasitas ASN telah ditegaskan dalam UU ASN Pasal 26 ayat (3).

Direktur Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas LAN, Erfi Muthmainah, menjelaskan bahwa mutu pembelajaran harus diarahkan untuk mendukung kinerja organisasi, dengan standar kurikulum, instruktur, proses, dan evaluasi yang jelas serta konsisten.

Lembaga pelatihan tidak boleh hanya berfungsi sebagai syarat administratif semata. Sebaliknya, lembaga tersebut harus didorong untuk tumbuh menjadi learning organization dengan budaya mutu yang kuat, serta memanfaatkan teknologi digital.

Baca Juga: Rencana Rekrutmen ASN Tulungagung 2026 Terbentur Mandatory Spending 30 Persen Belanja Pegawai, Apa Solusi Pemkab?

Corporate University Jadi Pilar Utama

Untuk memastikan pelatihan memberikan outcome yang nyata dan berdampak pada kinerja, LAN menerapkan konsep Corporate University.

Melalui konsep ini, pembelajaran diarahkan untuk mendukung kinerja organisasi dan pembangunan nasional. Erfi Muthmainah menekankan bahwa manajemen mutu lembaga pelatihan akan diperkuat di masa depan.

Penguatan ini dilakukan melalui penyusunan instrumen atau mekanisme monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut program.

Lembaga pelatihan juga didorong untuk memperluas praktik baik melalui ekosistem pembelajaran ASN dan melakukan kolaborasi antar instansi. Selain itu, manajemen mutu akan memastikan siklus mutu (plan do check act) berjalan secara berkelanjutan.

Implementasi siklus mutu ini sangat krusial untuk menjamin pengembangan kompetensi ASN selalu sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan.

Peran Krusial Kepemimpinan Transformatif

Pencapaian target ASN yang melek digital tidak lepas dari peran kepemimpinan. Kepala Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajemen Kementerian Keuangan, Wahyu Kusuma Romadhoni, menambahkan bahwa kepemimpinan transformatif adalah kunci dalam membangun mutu pelatihan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Ubah Program 2025, Gaji ASN dan Pejabat Negara Siap-siap Melonjak

Pemimpin harus menjalankan peran ganda, yakni sebagai pembuat kebijakan dan standar mutu, sekaligus sebagai penggerak inovasi.

Selain itu, pemimpin juga berperan sebagai pengelola sumber daya, pencipta budaya mutu, dan penjamin akuntabilitas. Dengan adanya kepemimpinan transformatif, budaya mutu dapat tumbuh kuat dalam organisasi.

Wahyu Kusuma Romadhoni yakin bahwa budaya mutu yang kuat inilah yang pada akhirnya akan melahirkan ASN yang profesional, adaptif, serta mampu bersaing secara global.

Langkah-langkah strategis yang diambil LAN ini bertujuan untuk mewujudkan lembaga pelatihan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Dengan fokus pada penjaminan mutu yang berdasarkan pada amanat UU ASN, Indonesia optimis dapat mencetak aparatur sipil negara yang tidak hanya kompeten secara umum, tetapi juga mahir memanfaatkan teknologi, sehingga target 90 persen ASN digital pada tahun 2029 dapat tercapai. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#LAN #aparatur sipil negara #pelatihan #asn