RADAR TULUNGAGUNG - Elon Musk lewat xAI, perusahaan akal imitasi (AI) miliknya, terus membuat gebrakan.
Setelah sukses memperkenalkan Grok, kini mereka berfokus mengembangkan world models. Sistem kecerdasan buatan generasi terbaru itu dirancang untuk memahami, meniru, dan menavigasi lingkungan fik secara nyata.
Financial Times kemarin melaporkan (13/10), pertengahan tahun lalu Al merekrut dua peneliti dari Nvidia Zeeshan Patel dan Ethan He. Keduanya dikenal sebaga ahli dalam pengembangan world models.
Mereka ditugaskan membangun sistem kecerdasan buatan berbasis video dan data robotik agar mampu memahami hubungan sebab akibat di dunia nyata.
Baca Juga: Drama Jelang KTT Perdamaian di Mesir: Trump Nyatakan Perang Gaza Berakhir, Netanyahu Menolak Takluk!
Hal ini tentunya melampaui kemampuan model bahasa besar seperti ChatGPT atau Grok yang hanya berbasis teks.
World models dinilai bisa menghasilkan lingkungan tiga dimensi yang interaktif dan adaptif, terutama untuk sektor gim dan robotika.
"xAI akan merilis gim Al buatan sendiri yang luar biasa sebe-lum akhir tahun depan," tulis Musk di platform X.
Namun, kritik datang dari kalangan industri. Michael Douse, kepala penerbitan Larian Studios, pengembang Baldur's Gate 3, menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan solusi utama untuk tantangan mendasar di dunia gim.
"Masalah terbesar industri ini adalah kepemimpinan dan visi kreatif. Dunia gim tidak membutuhkan lebih banyak pola permainan hasil perhitungan matematis," ujarnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana