RADAR TULUNGAGUNG - Penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Copilot, hingga Gemini kini menjadi bagian dari aktivitas harian jutaan pengguna di seluruh dunia.
Namun, di balik kemudahan itu, muncul kekhawatiran soal penggunaan yang berlebihan dan tidak efisien.
Salah satunya adalah kebiasaan pengguna yang terus-menerus memberikan perintah panjang yang tak perlu, atau mengulang instruksi hanya untuk memastikan AI "mengerti."
Pakar teknologi menyebut fenomena ini sebagai prompt inflation, yakni kebiasaan memperpanjang perintah (prompt) dengan frasa-frasa yang tidak memberikan nilai tambah,
seperti “Tolong buatkan saya X yang bagus banget, panjang, menarik, dan super lengkap, tolong ya.”
Meski terdengar sepele, kebiasaan ini jika dilakukan secara masif bisa meningkatkan beban sistem komputasi AI secara drastis.
Sebab, tiap permintaan ke AI memerlukan pemrosesan kompleks oleh model bahasa besar (LLM) di server pusat.
Artinya, makin berat permintaannya, makin besar pula daya komputasi dan energi yang dikonsumsi.
Menurut laporan International Energy Agency (IEA), konsumsi listrik global oleh data center akan berlipat dua menjadi 945 TWh pada 2030. Sebagian besar lonjakan dipicu oleh pemrosesan AI dan machine learning.
Sementara menurut Goldman Sachs, permintaan daya untuk AI bisa naik 160% pada 2030,
dengan satu permintaan ke ChatGPT mengonsumsi hingga 2,9 watt-jam energi hampir 10 kali lebih besar dari pencarian Google biasa.
Akibat tingginya konsumsi ini, beberapa layanan AI kini menerapkan sistem antrean atau pembatasan akses, bukan karena "ramai", tetapi karena keterbatasan kapasitas energi dan server.
Baca Juga: Roadmap AI Nasional dan Lisensi TikTok Kembali, Indonesia Siap Menggenjot Era Teknologi 2025
Kesadaran Pengguna Sangat Dibutuhkan
Solusinya? Gunakan AI secara efisien dan bijak. Hindari perintah yang terlalu panjang tanpa arah, dan prioritaskan kejelasan serta ketepatan dalam komunikasi.
Tak kalah penting, pahami bahwa AI bukan robot tak terbatas ia bekerja lewat jaringan data center yang nyata, memerlukan energi, dan berdampak pada lingkungan.
“Mengetik ‘tolong banget buatkan saya artikel super lengkap, panjang, detail, bagus banget, ya tolong’ tidak membuat hasil lebih baik dari ‘buatkan artikel lengkap tentang X’. Justru itu membebani server. *****
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : DIOLAH