RADAR TULUNGAGUNG - Platform desain grafis populer Canva dilaporkan mengalami Canva down secara signifikan dan meluas di seluruh dunia pada Senin siang, 20 Oktober 2025.
Gangguan ini mengejutkan jutaan pengguna global, termasuk di Indonesia, yang mengandalkan platform ini untuk kebutuhan profesional, pendidikan, dan kreatif.
Banyak pengguna di berbagai wilayah melaporkan kesulitan mengakses layanan dan fitur-fitur utama Canva, baik melalui situs web maupun aplikasi seluler, yang membuat aktivitas desain mereka terhenti mendadak.
Gangguan yang dialami Canva terjadi sekitar pukul 14.22 WIB, berdasarkan pantauan.
Namun, laporan eror melalui situs Downdetector menunjukkan bahwa keluhan mengenai Canva down sudah mulai masuk sejak pukul 13.42 WIB.
Puncak laporan eror terjadi pada pukul 14.12 WIB dengan total 782 laporan, dan hingga pukul 15.25 WIB, situs Canva masih sulit diakses oleh pengguna.
Pengguna yang mencoba mengakses platform sering kali dihadapkan pada pesan kesalahan seperti "503 Server Error" atau “kesalahan server”.
Kondisi Canva down ini memicu reaksi berantai di media sosial, khususnya di platform X (dahulu Twitter).
Banyak pengguna menyuarakan frustrasi dan kebingungan mereka.
Keluhan yang masuk meliputi tidak bisa masuk (login), laman yang tidak bisa dimuat, hasil desain yang gagal disimpan, hingga ketidakmampuan membuka aplikasi di perangkat mobile.
Dampak ini sangat terasa bagi pelajar dan pekerja kreatif yang tengah dikejar tenggat waktu.
Sebagai contoh, salah satu keluhan di X menyebutkan bahwa pengguna terpaksa menghadapi dosen untuk asistensi tanpa bisa mengakses desain karena Canva sedang down.
Pengguna lain mengeluh pekerjaan penting mereka, seperti menyelesaikan PPT untuk presentasi esok hari, ikut terdampak parah akibat gangguan server.
Gangguan Meluas dan Dugaan Penyebab Utama
Menurut data yang tercatat di Downdetector, gangguan layanan yang dialami Canva menunjukkan pola yang jelas dari masalah konektivitas server.
Sekitar 45 persen pengguna mengeluh tidak bisa terkoneksi dengan server, sementara 32 persen melaporkan kesulitan membuka situs web, dan 23 persen tidak bisa membuka aplikasi di perangkat seluler.
Meskipun Canva sendiri belum memberikan penjelasan resmi yang rinci mengenai penyebab masalah atau estimasi waktu pemulihan, laporan awal menduga eror ini bersumber dari gangguan masif pada layanan Amazon Web Services (AWS).
Amazon Web Services adalah infrastruktur cloud yang diandalkan oleh ribuan perusahaan global, dan gangguan pada AWS ini menyebabkan internet meluas serta melumpuhkan puluhan aplikasi, gim, dan situs populer di seluruh dunia.
Amazon kemudian mengonfirmasi bahwa terdapat peningkatan tingkat kesalahan di fasilitas pusat data mereka yang berlokasi di Virginia Utara, yang merupakan pusat penting internet global.
Gangguan ini secara khusus memengaruhi layanan vital AWS, termasuk Amazon DynamoDB dan Elastic Compute Cloud (EC2).
Daftar Layanan Lain yang Ikut Terdampak
Akibat gangguan infrastruktur cloud ini, berbagai platform selain Canva juga ikut terdampak dan mengalami down.
Gangguan meluas ke berbagai sektor, mulai dari media sosial, layanan keuangan, hingga streaming dan game.
Beberapa platform yang dikonfirmasi ikut terdampak, antara lain:
1. Media sosial: Snapchat.
2. Game: Roblox, Fortnite, Epic Games Store, Clash Royale, Clash of Clans, Rocket League, Dead by Daylight, VRChat, Tom Clancy's Rainbow Six Siege, dan PlayStation Network.
3. Produktivitas dan Pendidikan: Duolingo dan Canvas oleh Instructure.
4. Layanan Milik Amazon: Amazon.com, Amazon Alexa, Ring, dan Amazon Prime Video.
5. Keuangan dan Streaming: Venmo, Robinhood, Chime, Coinbase, dan Crunchyroll.
Tanggapan Resmi Canva dan Komitmen Pemulihan
Menanggapi gelombang keluhan pengguna, pihak Canva telah mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun X mereka.
Canva menyatakan bahwa mereka mengetahui layanan dan fitur-fiturnya saat ini tidak tersedia untuk beberapa pengguna.
Tim teknis Canva menegaskan bahwa mereka sedang aktif menyelidiki masalah ini dan berupaya memulihkan akses penuh secepat mungkin.
Dalam cuitan resminya, perusahaan menyampaikan, "Saat ini situasinya belum ideal, tetapi kami sedang mengupayakannya. Anda dapat memeriksa https://canvastatus.com untuk informasi terbaru. Kami akan terus mengabari Anda!,".
Pihak Canva mengimbau pengguna untuk terus memantau perkembangan melalui situs pemantauan status resmi mereka.
Peran Penting Canva dalam Ekosistem Digital
Gangguan yang terjadi menjadi sorotan luas mengingat peran Canva sebagai platform desain online yang kini semakin krusial dalam ekosistem kerja digital.
Canva kini digunakan oleh 240 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk 95 persen perusahaan, untuk berbagai kebutuhan.
Platform ini memfasilitasi pembuatan presentasi, poster, konten media sosial, materi promosi, bahkan analisis kampanye pemasaran dan pembuatan draf rencana bisnis.
Baru-baru ini, Canva juga menonjol karena menjadi platform desain pertama yang menyematkan alat kreatifnya secara mendalam ke dalam alat AI paling canggih, seperti ChatGPT.
Integrasi ini menjadikan Canva platform AI yang terhubung langsung ke asisten dan agen AI.
Dengan adanya dukungan AI, pengguna diharapkan dapat bertukar pikiran, mendesain, dan mempublikasikannya tanpa perlu berpindah layar, sehingga proses kreatif menjadi lebih cepat.
Anwar Haneef, GM sekaligus Kepala Bagian Ekosistem Canva, menyatakan bahwa menyematkan Canva langsung ke dalam alat AI yang digunakan sehari-hari bertujuan agar pengguna dapat berkreasi dan memublikasikan konten lebih cepat.
Meskipun layanan masih mengalami eror, Amazon menyatakan tengah berupaya memulihkan layanan yang terdampak, namun belum ada kepastian kapan sistem akan kembali normal sepenuhnya.
Sementara itu, pengguna global dan lokal, berharap agar layanan Canva segera pulih agar pekerjaan dan proyek penting mereka dapat diselesaikan tepat waktu. ****
Editor : Dharaka R. Perdana