RADAR TULUNGAGUNG - Dunia digital diguncang oleh keputusan Microsoft yang secara resmi menghentikan pembaruan dukungan (support update) untuk sistem operasi (OS) Windows 10 pada 14 Oktober 2025.
Penghentian dukungan ini membuat jutaan pengguna yang komputernya tidak memenuhi syarat perangkat keras Windows 11 merasa kecewa dan mencari alternatif sistem operasi.
Salah satu sistem operasi yang kini mengalami peningkatan pengguna drastis adalah Zorin OS, sebuah OS berbasis Linux (Ubuntu).
Kenaikan drastis ini dikonfirmasi oleh Zorin Group melalui akun X resmi mereka pada 17 Oktober 2025.
Zorin mengumumkan bahwa versi terbarunya, Zorin OS 18, telah diunduh lebih dari 100 ribu kali oleh pengguna baru, hanya dalam waktu dua hari sejak rilisnya. Bahkan seminggu ke belakang sudah 300 ribu unduhan.
Angka tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap solusi yang ditawarkan Zorin di tengah ketidakpastian Windows 10 EOL.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 72 persen dari total pengunduh baru tersebut berasal dari pengguna Windows yang kini berimigrasi.
Zorin OS memang dirancang untuk memudahkan transisi, menawarkan antarmuka yang sangat familiar bagi pengguna Windows atau macOS.
OS ini menjadi solusi ideal karena cocok digunakan pada perangkat komputer lama yang memiliki spesifikasi rendah.
Diperkirakan 240 juta komputer yang tidak memenuhi persyaratan perangkat keras Windows 11 kini secara efektif menjadi usang setelah penghentian dukungan Windows 10.
Zorin OS bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menawarkan sistem operasi yang aman, modern, dan cepat pada komputer yang sudah dimiliki pengguna.
Zorin OS sendiri dikembangkan oleh Zorin Group, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Artyom dan Kyrill Zorin yang berbasis di Dublin.
Mereka berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna baru maupun lama di tengah isu dukungan dari perusahaan teknologi besar (Big Tech).
Zorin OS 18 hadir sebagai alternatif terbaik dengan fitur-fitur baru yang secara khusus dirancang untuk memudahkan migrasi dari Windows.
Antarmuka desktop kini diperbarui dengan desain bersih, panel mengambang, sudut membulat, dan warna yang lebih lembut.
Selain itu, aplikasi sehari-hari seperti Files, Calendar, dan Camera juga diperbarui dengan tampilan yang lebih modern dan navigasi yang ditingkatkan.
Versi terbaru ini membawa sistem window tiling yang lebih baik, memungkinkan pengguna mengatur jendela ke tata letak yang telah ditentukan hanya dengan menyeretnya ke tepi layar.
Zorin OS 18 juga menawarkan integrasi built-in dengan OneDrive, sehingga pengguna dapat mengelola berkas cloud langsung dari aplikasi Files.
Tersedia pula alat Web Apps baru yang memungkinkan layanan seperti Microsoft 365, Teams, dan Google Docs dijalankan sebagai aplikasi desktop tanpa browser.
Untuk membuat proses perpindahan perangkat lunak menjadi lebih mulus, Zorin OS 18 kini dapat mendeteksi lebih dari 170 berkas pemasang (installer) Windows.
Baca Juga: Apakah “Hey Copilot” Akan Menggantikan Keyboard dan Mouse di Windows 11? Ini Inovasi Barunya!
Sistem akan secara proaktif menyarankan alternatif Linux yang kompatibel di toko software. Atau, sistem juga menyarankan cara terbaik untuk menjalankan program Windows-asli melalui versi terbaru WINE, yang meningkatkan dukungan untuk aplikasi dan gim.
Zorin OS 18 dibangun di atas kernel Linux 6.14 dan menjamin pengguna akan menerima pembaruan perangkat lunak serta keamanan hingga tahun 2029.
Dukungan jangka panjang ini membuat Zorin menjadi platform yang stabil dan aman. OS ini ideal bagi individu, sekolah, maupun bisnis yang ingin menjaga PC lama mereka tetap berjalan dengan aman selama bertahun-tahun.
Zorin OS 18 tersedia dalam edisi Core, Pro, dan Education. Edisi Core dapat diunduh secara gratis dan mencakup semua fitur penting.
Sementara itu, Zorin OS 18 Pro dikenakan biaya USD47,99 (termasuk pajak) dan menawarkan tata letak desktop premium serta perangkat lunak produktivitas tambahan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana