RADAR TULUNGAGUNG - Produsen Graphics Processing Unit (GPU) terkemuka, NVIDIA, baru saja menanam investasi signifikan di perusahaan teknologi jaringan Nokia. Nilai investasi tersebut mencapai 1 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 16 triliun hingga Rp 16,6 triliun.
Investasi besar ini merupakan bagian dari kemitraan strategis yang lebih luas antara kedua raksasa teknologi tersebut.
Kesepakatan ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi AI dan jaringan generasi berikutnya, khususnya 6G.
NVIDIA membeli sekitar 166 juta saham baru Nokia dengan harga 6,01 dollar AS per lembar saham. Pembelian saham ini memberikan NVIDIA kepemilikan sebesar 2,9 persen di Nokia, yang kini fokus di industri jaringan.
Aksi korporasi ini diumumkan secara resmi oleh kedua perusahaan pada Selasa, 28 Oktober 2025. Setelah pengumuman investasi ini, harga saham Nokia dilaporkan langsung melonjak hingga 22 persen.
Dana segar yang diperoleh dari penerbitan saham baru ini akan dimanfaatkan oleh Nokia untuk mempercepat rencana strategisnya.
Tujuan utamanya adalah memajukan konektivitas terpercaya untuk siklus super AI dan kebutuhan korporat umum lainnya.
Baca Juga: Ketika Mesin Mulai Berkarya: Bagaimana AI Menciptakan Seni Digital yang Mengguncang Dunia Kreatif
Nokia berencana mempercepat pengembangan perangkat lunak Radio Access Network (RAN) 5G dan 6G agar dapat dioperasikan pada arsitektur NVIDIA.
Selain itu, perusahaan asal Finlandia ini juga ingin memperluas bisnisnya ke sektor AI dan cloud, terutama solusi jaringan untuk data center.
Kolaborasi utama dari kemitraan ini adalah menciptakan AI-RAN, yakni sistem jaringan nirkabel yang digerakkan oleh Kecerdasan Buatan (AI).
AI-RAN merupakan penerapan teknologi AI dalam jaringan akses radio di sistem telekomunikasi seluler, baik untuk 4G, 5G, maupun 6G.
NVIDIA akan menambahkan produk AI-RAN tingkat komersial ke dalam portofolio RAN Nokia. Kerja sama ini juga menjajaki peluang bagi NVIDIA untuk mengintegrasikan teknologi switching dan optik data center Nokia ke dalam rencana infrastruktur AI NVIDIA di masa depan.
Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, menilai proyek kolaborasi ini sebagai revolusi besar di dunia telekomunikasi.
Ia menegaskan bahwa kemitraan ini akan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam inovasi jaringan global, khususnya revolusi 6G berikutnya.
Huang juga menekankan bahwa telekomunikasi adalah infrastruktur nasional yang sangat penting. Jaringan tersebut dianggap sebagai sistem saraf digital ekonomi dan keamanan nasional.
CEO Nokia, Justin Hotard, mengatakan bahwa langkah selanjutnya dalam telekomunikasi bukan sekadar transisi 5G ke 6G.
Ini merupakan desain ulang fundamental jaringan untuk menghadirkan konektivitas bertenaga AI dari pusat data hingga ke edge.
Hotard percaya bahwa kemitraan dan investasi NVIDIA akan mempercepat inovasi AI-RAN. Tujuannya adalah menempatkan pusat data AI di saku setiap orang.
Dalam upaya nyata pengembangan teknologi, operator telekomunikasi AS, T-Mobile, turut bergabung dalam proyek ini. T-Mobile akan berkolaborasi untuk menguji dan mengembangkan teknologi AI-RAN yang telah disepakati.
Uji coba teknologi AI-RAN di lapangan tersebut dijadwalkan akan dimulai tahun depan (2026). Fokus utama pengujian adalah validasi lapangan, khususnya peningkatan kinerja serta efisiensi bagi pelanggan.
Penggunaan AI dalam jaringan 6G diklaim akan memungkinkan penyedia layanan telekomunikasi merilis jaringan 5G-Advance dan 6G berbasis AI pada platform NVIDIA.
Dukungan ini akan menunjang perangkat berbasis AI di masa depan, seperti drone dan kacamata augmented reality (AR).
Selain itu, konsumen nantinya dapat menggunakan aplikasi AI generatif dan agen AI lainnya dengan jaringan yang lancar.
Dengan kekuatan AI dari NVIDIA dan pengalaman Nokia di dunia jaringan, kolaborasi ini membuka jalan bagi era baru teknologi jaringan yang didukung kecerdasan buatan.
Investasi ekuitas sebesar Rp 16,6 triliun ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap potensi pertumbuhan Nokia di era AI. Di sisi lain, NVIDIA dalam beberapa bulan terakhir memang aktif mengambil saham di sejumlah mitra strategis, seiring dominasinya di dunia AI.
Contoh investasi NVIDIA lainnya termasuk komitmen menanamkan investasi di Intel, OpenAI, startup mobil otonom Wayve, dan penyedia layanan cloud Nscale.
Kemitraan strategis antara NVIDIA dan Nokia menandai babak baru dalam evolusi jaringan telekomunikasi global. ****
Editor : Dharaka R. Perdana