RADAR TULUNGAGUNG - Aplikasi desain ilustrasi, edit foto, dan olah dokumen merupakan tools terpenting bagi para content creator. Tetapi bagaimana jadinya jika semua aplikasi editing di atas bisa didapatkan secara gratis? Ya, gratis.
Apakah ini menjadi ancaman bagi aplikasi editing profesional lainnya yang sebelumnya sudah eksis seperti adobe?
Pada tanggal 30 Oktober 2025 lalu, terjadi pengumuman penting di mana Canva merilis aplikasi Affinity yang kini tersedia secara gratis. Ini merupakan perubahan signifikan dalam ekosistem perangkat lunak desain.
Aplikasi editing (gambar, foto, dan dokumen) itu saat ini berada pada siklus versi 2.x, dengan pembaruan terbaru yang signifikan biasanya dalam bentuk pembaruan minor (misalnya, versi 2.5 atau 2.6 tergantung jadwal rilis mereka di masa mendatang). Dengan asumsi merujuk pada kelebihan versi Affinity saat ini (versi 2.x).
Dibandingkan dengan produk Adobe, keunggulan tetap berpusat pada perbedaan mendasar dalam model bisnis dan ekosistem:
Kelebihan Affinity (Versi 2.x Saat Ini)
1. Gratis Selamanya
Keunggulan paling menonjol saat ini adalah bahwa seluruh rangkaian aplikasi Affinity (Photo, Designer, Publisher) dapat diakses secara gratis, hal ini tentunya menghapus hambatan biaya masuk yang signifikan bagi pengguna individu, pelajar, dan bisnis kecil.
Ini memberikan penghematan biaya signifikan bagi para konten kreator dalam jangka panjang.
2. Akses Mudah melalui Canva
Pengguna dapat mengakses alat desain profesional Affinity melalui platform Canva, menyatukan alat vektor, foto, dan tata letak dalam satu alur kerja yang terintegrasi tanpa perlu berpindah aplikasi.
3. Performa dan Efisiensi:
Aplikasi Affinity dikenal ringan, cepat, dan bekerja dengan baik pada berbagai perangkat keras mobile, termasuk iPad.
Aplikasi Affinity juga dikenal memiliki antarmuka yang ramah pengguna dan mudah dipelajari, terutama bagi pemula.
3. Alur Kerja Terpadu (StudioLink/Persona):
Kemampuan untuk berpindah antara ruang kerja desain grafis (Designer), pengeditan foto (Photo), dan tata letak halaman (layout/Publisher) dalam satu aplikasi tunggal sangat efisien untuk alur kerja yang terintegrasi.
Adapun meski hal tersebut di atas sangatlah menarik, Adobe juga memliki sisi lain yang patut dipertimbangkan.
Kelebihan Produk Adobe (Creative Cloud Versi Terbaru) dibandingkan Affinity antara lain:
1. Standar Industri dan Kompatibilitas.
Adobe adalah standar global, memastikan kompatibilitas file yang lancar dan penting untuk kolaborasi di studio profesional.
Kompatibilitas file photoshop, illustrator dan indesign yang luas dan familiar (.PSD, .AI, .INDD) sangat penting untuk kolaborasi di studio profesional.
2. Fitur AI Inovatif.
Adobe secara konsisten memimpin dalam integrasi kecerdasan buatan (AI) melalui fitur "Generative Fill" di Photoshop atau alat otomatisasi di Illustrator, yang mempercepat proses kreatif secara drastis.
3. Ekosistem yang Luas dan Terintegrasi.
Adobe menawarkan ekosistem aplikasi yang sangat luas (After Effects, Premiere Pro, Acrobat, dsb.) yang terintegrasi secara mendalam, didukung oleh penyimpanan cloud dan fitur kolaborasi tim yang matang.
4. Fitur Lanjutan dan Mendalam.
Adobe cenderung memiliki fitur yang lebih mendalam dan spesifik untuk tugas-tugas yang sangat kompleks yang mungkin tidak tersedia di Affinity.
Fitur lanjutan Adobe ini unggul dalam fitur-fitur canggih, alat otomatisasi bertenaga kecerdasan buatan (AI) melalui Adobe Sensei, dan kemampuan kompleks yang diperlukan untuk proyek-proyek tingkat lanjut.
5. Sumber Belajar Melimpah.
Karena basis penggunanya yang besar dan sudah lama eksis, tersedia ribuan tutorial, kursus, dan sumber daya pelatihan online yang komprehensif.
Tapi bagaimanapun juga, dengan langkah strategis Canva yang menjadikan Affinity gratis, Affinity kini unggul dalam hal aksesibilitas dan biaya, menjadikannya pilihan yang sangat menarik bagi siapa saja yang membutuhkan alat desain profesional tanpa biaya langganan.
Tetapinjuga di sisi lain, Adobe tetap menjadi pilihan utama untuk lingkungan profesional yang membutuhkan fitur paling canggih, kolaborasi tim yang mendalam, dan ekosistem industri yang mapan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana