Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cloudflare Alami Gangguan Global Parah, Saham Turun Drastis Saat Sejumlah Situs Besar Ikut Tumbang

Iqbal Pangestu • Rabu, 19 November 2025 | 18:25 WIB

Cloudflare, perusahaan infrastruktur AS, mengalami masalah internal yang menyebabkan jutaan situs di seluruh dunia tidak dapat diakses sementara.
Cloudflare, perusahaan infrastruktur AS, mengalami masalah internal yang menyebabkan jutaan situs di seluruh dunia tidak dapat diakses sementara.

RADAR TULUNGAGUNG - Sejumlah layanan daring di seluruh dunia mengalami gangguan serius pada Selasa (18/11/2025) malam.

Hal ini terjadi setelah perusahaan infrastruktur internet Cloudflare alami gangguan global pada jaringannya.

Masalah teknis ini berdampak besar pada akses ke banyak situs populer, termasuk platform media sosial X dan layanan ulasan film Letterboxd.

Lebih dari 5.600 pengguna di AS melaporkan gangguan pada platform X saja, menurut laporan Reuters.

Dampak dari outage global ini bahkan terasa di pasar modal. Saham Cloudflare turun 4,1 persen pada perdagangan pra-pasar (premarket trading) akibat insiden ini.

Baca Juga: Canva Tiba-Tiba Error Serentak di Seluruh Dunia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Gangguan tersebut mulai dirasakan sekitar pukul 11.30 waktu Inggris. Pengguna yang mencoba mengakses situs yang terdampak melihat pesan kesalahan "internal server error on Cloudflare’s network".

Cloudflare segera mengakui masalah tersebut dan mulai melakukan penyelidikan intensif. Mereka menyampaikan bahwa isu ini berpotensi memengaruhi banyak pelanggan di seluruh dunia.

Situs pemantau gangguan layanan, Down Detector, sempat sulit diakses karena turut terdampak. Ketika akhirnya dapat dibuka, grafiknya menunjukkan lonjakan drastis keluhan dari para pengguna.

Hingga 15 menit setelah laporan awal muncul, Cloudflare masih melanjutkan investigasi tanpa memberikan keterangan pasti. Perusahaan belum menyebutkan perkiraan waktu pemulihan layanan.

Cloudflare berperan besar sebagai penyedia layanan infrastruktur internet skala global. Perusahaan ini memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas data di internet.

Baca Juga: Amazon Web Service Alami Gangguan Massal, Sejumlah Aplikasi Populer di Dunia Tumbang Hingga 15 Jam

Prof Alan Woodward menggambarkan Cloudflare sebagai "gatekeeper" internet. Peran utamanya termasuk memonitor lalu lintas dan melindungi jutaan situs dari serangan berbahaya.

Masalah ini juga berdampak pada situs seperti OpenAI yang mengalami peningkatan gangguan pada saat yang sama. Selain itu, beberapa pemilik situs tidak dapat mengakses dasbor kinerja mereka.

Dalam upaya perbaikan, perusahaan terpaksa menonaktifkan layanan enkripsi Warp di London. Pengguna yang mencoba mengakses internet melalui Warp di London akan mengalami kegagalan koneksi.

Pada pukul 2.48 siang waktu London, Cloudflare mengumumkan bahwa perbaikan telah berhasil diterapkan. Mereka meyakini insiden tersebut kini telah teratasi.

Juru bicara Cloudflare meminta maaf kepada pelanggan dan "internet secara umum" karena mengecewakan. Mereka berjanji akan mengambil pelajaran dari insiden hari ini untuk meningkatkan layanan.

Penyebab utama masalah ini adalah file konfigurasi yang secara otomatis dihasilkan untuk mengelola lalu lintas ancaman.

File tersebut tumbuh di luar ukuran yang diharapkan, memicu crash pada sistem perangkat lunak yang menangani lalu lintas.

Baca Juga: 5 Alasan Utama Gen Z Lebih Memilih Aplikasi AI, Gaya Hidup Digital yang Mewakili Generasi Sekarang

Juru bicara perusahaan memastikan bahwa tidak ada bukti insiden ini akibat serangan siber atau aktivitas jahat. Mereka memperkirakan layanan akan pulih total dalam beberapa jam setelah insiden berakhir.

Kejadian ini terjadi kurang dari sebulan setelah Amazon Web Services (AWS) juga mengalami masalah teknis yang menyebabkan ribuan situs tumbang.

Fenomena ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem yang dipegang oleh segelintir penyedia infrastruktur besar.

Cloudflare sebelumnya dikenal sebagai "perusahaan terbesar yang belum pernah Anda dengar". ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#teknologi global #gangguan internet #Cloudflare