Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Google Rilis Gemini 3 dan Antigravity Duo, Terobosan AI Baru yang Disebut Siap Merevolusi Dunia Pemrograman

Iqbal Pangestu • Jumat, 21 November 2025 | 05:25 WIB

Google Antigravity, yang memungkinkan developer mengelola beberapa agen AI secara paralel di ruang kerja terpisah.
Google Antigravity, yang memungkinkan developer mengelola beberapa agen AI secara paralel di ruang kerja terpisah.

RADAR TULUNGAGUNG - Google kembali mengguncang dunia teknologi dengan memperkenalkan Gemini 3.

Ini adalah generasi terbaru model Kecerdasan Buatan yang diklaim paling signifikan peningkatannya dibanding pendahulunya.

Bersamaan dengan itu, Google merilis Google Antigravity, sebuah platform pengembangan berbasis agen AI.

Antigravity dirancang untuk membawa para developer memasuki era baru pengembangan perangkat lunak berbantuan AI.

Gemini 3 diklaim sebagai model tercerdas yang pernah Google rilis, unggul dalam penalaran multimodal. Kemampuan ini sangat penting untuk mendukung fungsi otonom Antigravity dalam mengeksekusi tugas.

Baca Juga: Tonggak Baru Era AI Global, Investor Tesla Setujui Paket Gaji Fantastis Elon Musk Senilai US$1 Triliun

Peluncuran ini menegaskan lompatan besar dalam pemahaman konteks percakapan yang lebih panjang dan stabil. Integrasi Gemini 3 kini tersedia langsung di aplikasi Gemini dan fitur pencarian Google Search.

Rilis ini hanya berselang tujuh bulan setelah kemunculan Gemini 2.5, menunjukkan tempo inovasi yang cepat. Google membangun model ini dengan arsitektur sparse mixture-of-experts berbasis Transformer yang efisien.

Varian utama yang dirilis adalah Gemini 3 Pro, tetapi ada juga Gemini 3 Deepthink, varian khusus riset. Penggunaan arsitektur khusus ini memungkinkan model mengaktifkan expert tertentu agar komputasinya efisien.

Kehadiran Gemini 3 muncul tak lama setelah rilis GPT 5.1 dari OpenAI dan Claude Sonnet 4.5 dari Anthropic. Hal ini menandai semakin ketatnya persaingan global dalam pengembangan model AI kelas dunia.

Platform Antigravity didesain untuk merevolusi Integrated Development Environment (IDE) tradisional. Google melihat paradigma baru di mana agen AI dapat mengendalikan peramban dan terminal.

Baca Juga: NVIDIA Suntik Dana Raksasa Rp 16 Triliun ke Nokia, Percepat Dominasi AI Jaringan 6G Global

Agen AI ini mampu merencanakan serta mengeksekusi tugas kompleks secara mandiri. Visi Google adalah memungkinkan siapa pun yang memiliki ide dapat langsung "lepas landas" menuju realisasi.

Platform pengembangan ini kini tersedia dalam pratinjau publik tanpa biaya. Pengguna dapat memanfaatkan kemampuan Gemini 3 Pro dengan batasan tarif yang besar.

Antigravity dibangun di atas empat prinsip utama, termasuk kepercayaan dan otonomi. Prinsip kepercayaan diwujudkan melalui "Artefak" seperti daftar tugas dan tangkapan layar untuk transparansi.

Prinsip otonomi diwujudkan melalui dua permukaan utama yang disebut Editor dan Manajer. Editor menawarkan pengalaman koding seperti IDE tradisional diperkuat auto-complete berbasis AI.

Sementara itu, Manajer memungkinkan pengguna memunculkan beberapa agen secara simultan. Agen-agen ini dapat bekerja secara paralel di ruang kerja terpisah dan progresnya dapat dipantau.

Antigravity mengatasi tantangan klasik, yakni sulitnya memberikan umpan balik yang efektif kepada agen. Kecerdasan agen memang meningkat, tetapi agen yang menyelesaikan 80% pekerjaan akan tidak berguna tanpa umpan balik mudah.

Melalui sistem komentar intuitif, koreksi dapat diberikan pada artefak teks maupun visual. Umpan balik ini langsung terintegrasi ke alur kerja, membuat agen lebih responsif dan efisien.

Baca Juga: 5 Alasan Utama Gen Z Lebih Memilih Aplikasi AI, Gaya Hidup Digital yang Mewakili Generasi Sekarang

Antigravity diperkuat kemampuan pembelajaran mandiri dari pengalaman sebelumnya. Setiap tugas yang berhasil, seperti snippet kode, akan disimpan sebagai referensi untuk meningkatkan performa agen.

Platform ini mendukung ketersediaan lintas platform, mencakup MacOS, Linux, dan Windows. Antigravity juga mendukung model AI besar lainnya seperti Claude Sonnet 4.5 dan GPT-OSS.

Google yakin bahwa Antigravity mewakili langkah fundamental berikutnya dalam pengembangan perangkat lunak berbasis agen. Tujuan akhirnya adalah menyalurkan fungsi canggih ini ke dalam penawaran produk terbaik bagi pengguna. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#teknologi #kecerdasan buatan #Antigravity #google ai #Gemini 3 #developer