RADAR TULUNGAGUNG - Samsung kembali menggebrak pasar gadget premium dengan menghadirkan Samsung Galaxy Z Trifold, ponsel lipat tiga yang langsung mencuri perhatian sejak pertama kali diperkenalkan.
Melalui pengalaman hands on yang dibagikan dalam sebuah video YouTube, perangkat ini disebut sebagai salah satu smartphone paling “mind blowing” yang pernah dipegang, baik dari sisi desain, mekanisme lipatan, hingga konsep penggunaan.
Sejak awal, Samsung Galaxy Z Trifold memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda dari seri Galaxy Z Fold sebelumnya.
Bukan sekadar ponsel lipat dua, perangkat ini membawa konsep trifold dengan tiga panel layar yang dapat dibuka menjadi tablet berukuran besar.
Hal inilah yang membuat banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah perangkat ini kelak bisa menggantikan fungsi ponsel sekaligus tablet.
Dalam kondisi terbuka penuh, Samsung Galaxy Z Trifold menampilkan layar berukuran 10 inci yang terasa lega dan memanjang.
Namun, mekanisme lipatnya tidak sesederhana yang terlihat. Samsung menerapkan “ritual” khusus saat melipat perangkat ini, dimulai dari sisi kiri, lalu disusul sisi kanan.
Jika urutannya salah, perangkat tidak bisa tertutup sempurna karena desain engsel yang berbeda di tiap sisi.
Baca Juga: Review Awal Samsung Galaxy Z Trifold, Terobosan Baru Dunia Ponsel Lipat 2025 hingga 2026
Mekanisme Engsel Jadi Pembeda Utama
Salah satu hal paling menarik dari Samsung Galaxy Z Trifold adalah desain engselnya. Engsel kanan memiliki sudut lengkungan yang lebih besar dibandingkan engsel kiri.
Perbedaan ini bertujuan untuk menampung lipatan panel lain saat perangkat ditutup. Samsung juga menyematkan sistem magnet agar perangkat bisa menutup rapat dengan sensasi yang memuaskan.
Pendekatan ini berbeda dengan Huawei Mate XT yang memakai konsep lipatan berbentuk huruf Z. Pada Huawei, pengguna bisa menikmati beberapa mode, mulai dari satu layar, dua layar, hingga tiga layar.
Namun, layar Huawei lebih terekspos dan rentan. Sementara Samsung memilih jalur perlindungan maksimal, di mana layar utama benar-benar tersembunyi di bagian dalam.
Sebagai kompromi, Samsung Galaxy Z Trifold hanya memiliki dua mode penggunaan utama, yakni mode ponsel satu layar saat dilipat dan mode tablet tiga layar saat dibuka penuh. Tidak tersedia mode dua layar seperti milik Huawei.
Layar, Bobot, dan Ketebalan
Dari sisi visual, lipatan layar atau crease tergolong cukup tersamarkan, mirip dengan Galaxy Z Fold 7.
Meski demikian, pada sudut tertentu lengkungan masih terlihat, terutama saat layar mati. Ketika disentuh, lipatan tidak terasa terlalu mengganggu.
Baca Juga: Fakta Menarik Samsung Galaxy S25 FE: Flagship Murah dengan Fitur AI Canggih
Bobot Samsung Galaxy Z Trifold mencapai 309 gram. Angka ini memang berat untuk ukuran ponsel biasa, namun relatif ringan jika dibandingkan dengan tablet yang umumnya berada di kisaran 450–500 gram.
Material belakangnya menggunakan serat polimer yang diperkuat keramik untuk menjaga durabilitas sekaligus memangkas berat.
Perangkat ini juga tercatat sebagai HP Samsung paling tipis saat dibuka, dengan ketebalan berkisar 3,9 hingga 4,2 mm di tiap panel.
Namun ketika dilipat, ketebalannya mencapai 12,9 mm, jauh lebih tebal dibanding Galaxy Z Fold 7 yang berada di angka 8,9 mm.
Spesifikasi Kelas Flagship
Samsung Galaxy Z Trifold dibekali layar luar 6,5 inci dan layar dalam 10 inci. Chipset yang digunakan adalah Snapdragon 8 Elite, dipadukan dengan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Kapasitas baterainya 5.600 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt serta wireless charging 15 watt.
Baca Juga: Update Harga 5 HP Samsung yang Turun di Akhir 2025, Saatnya Upgrade Gadget Lama!
Untuk kamera, konfigurasinya mirip Galaxy Z Fold 7. Kamera utama 200 MP, ultra-wide 12 MP, telefoto 10 MP, serta dua kamera selfie 10 MP di layar luar dan dalam.
Perangkat ini juga sudah mendukung 5G, stereo speaker, sertifikasi IP48, dan jaminan pembaruan software hingga tujuh tahun.
Fitur Produktivitas dan Harga
Keunggulan lain Samsung Galaxy Z Trifold terletak pada fitur Samsung DeX yang bisa langsung berjalan tanpa layar eksternal.
Dalam mode ini, pengguna dapat membuka hingga empat workspace layaknya komputer desktop, menjadikannya perangkat produktivitas serius.
Namun, semua kecanggihan ini datang dengan harga tinggi. Di Korea Selatan, Samsung Galaxy Z Trifold dibanderol sekitar 3.594.000 won atau setara Rp40 jutaan.
Saat ini, ketersediaannya masih sangat terbatas dan belum ada informasi resmi kapan perangkat ini akan masuk ke Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana