Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cortex Punya Potensi Besar di 2026, Selain Didukung Kecerdasan Buatan Ternyata Memiliki Kemampuan Pintar Lainnya

Savina Ayu Wardani • Sabtu, 13 Desember 2025 | 06:32 WIB

Cortex adalah sebuah proyek blockchain yang unik karena menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan smart contract, memungkinkan kontrak pintar (smart contracts) dan aplikasi terdesentralisa
Cortex adalah sebuah proyek blockchain yang unik karena menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan smart contract, memungkinkan kontrak pintar (smart contracts) dan aplikasi terdesentralisa

RADAR TULUNGAGUNG - Cortex adalah sebuah proyek blockchain yang unik karena menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang dibekali kemampuan “pintar”.

Dengan Cortex, pengembang bisa “unggah” model AI ke blockchain, lalu siapa pun bisa memanggil model itu dari smart contract, misalnya untuk deteksi gambar, analisis data, prediksi, dan lain-lain secara terdesentralisasi.

Cara Kerja Cortex

Cortex memakai mesin khusus bernama Cortex Virtual Machine (CVM), yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), tapi dibekali kemampuan tambahan untuk menjalankan operasi AI / machine-learning.

Alih-alih hanya menjalankan logika sederhana, smart contract di Cortex bisa memanggil model AI memungkinkan aplikasi terdesentralisasi yang lebih kompleks dan “cerdas”.

Sistem ini juga mendukung marketplace model, sehin pengembang AI bisa unggah model mereka, lalu pengguna membayar dengan CTXC ketika memakai model tersebut sehingga ada insentif bagi pembuat model.

Baca Juga: Teknologi Masa Depan yang Akan Mengubah Cara Hidup Kita: Dari AI hingga Ruang Virtual

Potensi & Keunggulan Cortex

Menggabungkan AI + Blockchain

Dengan memungkinkan AI model dijalankan “on-chain”, Cortex membuka kemungkinan DApps pintar yang sebelumnya tak bisa dilakukan di blockchain biasa seperti prediksi otomatis, analisis data, deteksi gambar, dll.

Ekonomi Token + Insentif

Pengembang model AI bisa mendapatkan imbalan CTXC setiap kali model mereka digunakan memotivasi inovasi dan kontribusi komunitas.

Desentralisasi & Transparansi

Menjalankan model AI secara on-chain memberi transparansi: hasil inference bisa diverifikasi, tidak tergantung server centralized. Ini relevan di zaman ketika privasi & desentralisasi makin penting.

Kompatibilitas dengan Ethereum

Karena CVM kompatibel EVM, developer yang sudah familiar dengan Ethereum bisa relatif mudah beradaptasi menggunakan Cortex.

Baca Juga: Google Rilis Gemini 3 dan Antigravity Duo, Terobosan AI Baru yang Disebut Siap Merevolusi Dunia Pemrograman

Cortex (CTXC) adalah salah satu proyek menarik di persimpangan antara blockchain dan kecerdasan buatan.

Dengan memungkinkan smart contracts “pintar” yaitu menggunakan model AI on-chain Cortex membuka jalan untuk generasi DApps baru: lebih adaptif, lebih cerdas, dan lebih desentralisasi.

Namun, potensi besar datang dengan risiko besar juga: keberhasilan tergantung pada adopsi, performa, dan stabilitas pasar.

Jika ekosistem berkembang dengan komunitas aktif, developer yang tertarik, dan proyek-proyek nyata Cortex bisa jadi pionir dalam revolusi AI + blockchain. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ai #potensi #cortex