Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Xiaomi HyperOS 3 Versi Global Jelang Rilis Indonesia: Animasi Lebih Halus, Performa Stabil, dan Baterai Lebih Awet

Vidya Sajar Fitri • Senin, 15 Desember 2025 | 04:34 WIB
Logo Xiaomi HyperOS.(Weibo)
Logo Xiaomi HyperOS.(Weibo)

RADAR TULUNGAGUNG - Xiaomi HyperOS versi global resmi dirilis sekitar dua minggu lalu dan langsung menjadi sorotan pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco.

Meski Xiaomi HyperOS versi Indonesia belum meluncur secara resmi, versi global ini menjadi gambaran paling mendekati dari sistem operasi terbaru Xiaomi yang dijadwalkan hadir di Tanah Air pada Desember 2025 atau Januari 2026.

Menariknya, Xiaomi HyperOS 3 versi global disebut sebagai sistem yang sama dengan versi Indonesia yang akan dirilis nanti.

Mulai dari dukungan Bahasa Indonesia hingga fitur-fitur utama diklaim tidak akan mengalami perbedaan signifikan.

Karena itu, review Xiaomi HyperOS versi global ini penting untuk menjawab rasa penasaran pengguna soal peningkatan fitur dibanding versi sebelumnya maupun versi China.

Dalam pengujian kali ini, perangkat yang digunakan adalah Poco F7 yang sudah menjalankan Xiaomi HyperOS versi 3.0.3 dan memperoleh pembaruan lanjutan ke versi 4.

Dari sisi penyimpanan, berkas sistem memakan sekitar 11 GB, sementara total sistem mencapai 11,6 GB.

Penggunaan RAM tercatat sekitar 8 GB dari total 12 GB, angka yang masih tergolong wajar mengingat Xiaomi HyperOS membawa banyak efek visual dan animasi baru.

Animasi dan Tampilan Lebih Halus

Salah satu peningkatan paling terasa pada Xiaomi HyperOS 3 terletak pada animasi dan tampilan antarmuka.

Pada layar kunci, masih tersedia empat kategori tema, yakni klasik, orang, pemandangan, dan estetika timur.

Meski belum ada tambahan tema baru, opsi kustomisasi kini terasa lebih hidup berkat efek kedalaman, blur, lensa, serta pengaturan widget jam dan warna font.

Animasi Always On Display (AOD) tampil lebih smooth saat layar dinyalakan atau dimatikan.

Transisi menuju layar utama juga terasa mulus dengan gaya animasi yang mengingatkan pada iOS.

Namun, untuk perangkat Poco masih menggunakan Poco Launcher sehingga ikon aplikasi tetap berbentuk bulat.

Kendati demikian, pengguna masih bisa menyiasatinya dengan tema pihak ketiga.

Control Center dan Efek Visual Lebih Premium

Tampilan status bar dan control center di Xiaomi HyperOS 3 versi global terlihat lebih hidup dibanding generasi sebelumnya.

Background putih dipadukan dengan warna toggle yang mencolok saat aktif.

Animasi scrolling di control center maupun notifikasi terasa sangat halus tanpa lag atau patah frame.

Xiaomi juga menambahkan efek blur pada berbagai elemen antarmuka.

Saat menekan area tertentu di status bar, blur muncul tanpa menghilangkan latar belakang.

Efek serupa juga terlihat di file manager saat pengguna melakukan scrolling, memberikan kesan visual yang lebih premium.

Efek ini berasal dari fitur “tekstur lanjutan” yang tersedia di menu pengaturan.

Saat fitur tersebut dinonaktifkan, tampilan terasa lebih kaku.

Meski sedikit berdampak pada konsumsi baterai, fitur ini disarankan tetap aktif demi pengalaman visual maksimal.

Dynamic Island dan Pembaruan Aplikasi Sistem

Xiaomi HyperOS 3 versi global akhirnya menghadirkan fitur Dynamic Island atau Dynamic Eyeline yang selama ini dinantikan pengguna.

Namun, saat ini fitur tersebut masih terbatas dan belum mendukung aplikasi pihak ketiga seperti notifikasi WhatsApp.

Selain itu, Xiaomi juga memperbarui sejumlah aplikasi sistem.

Aplikasi kamera kini hadir dengan gaya watermark baru, sementara aplikasi cuaca tampil lebih hidup dengan animasi hujan dan pergerakan matahari.

Pembaruan juga terlihat pada kalender, perekam suara, kompas, dan aplikasi bawaan lainnya.

Performa Stabil dan Baterai Lebih Terkontrol

Dari sisi performa, Xiaomi HyperOS 3 versi global terasa jauh lebih stabil dibanding versi sebelumnya.

Penggunaan Wi-Fi maupun data seluler tidak memicu kenaikan suhu berlebih. Aktivitas harian seperti scrolling media sosial berjalan mulus tanpa lag.

Manajemen baterai juga terbilang aman. Meski dibekali banyak animasi dan fitur visual, konsumsi daya tetap terkendali.

Pengujian AnTuTu 11 mencatat skor 2.297.000, menunjukkan peningkatan performa dibanding Xiaomi HyperOS 3 versi China.

Pengujian gaming menggunakan Mobile Legends dengan pengaturan grafis maksimal juga berjalan lancar tanpa frame drop.

Suhu perangkat stabil di kisaran 40 derajat Celsius, menandakan optimasi sistem yang matang.

Secara keseluruhan, Xiaomi HyperOS 3 versi global tampil stabil, responsif, dan membawa peningkatan signifikan dari sisi visual maupun performa.

Jika versi Indonesia nantinya dirilis tanpa banyak perubahan, sistem operasi ini berpotensi menjadi salah satu update terbaik Xiaomi dalam beberapa tahun terakhir.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#xiaomi #Xiaomi HyperOS 3 #Xiaomi HyperOS #Review Xiaomi HyperOS #Update HyperOS