RADAR TULUNGAGUNG – OPPO kembali meramaikan pasar ponsel entry level lewat kehadiran OPPO A6x, HP paling basic yang disiapkan untuk konsumen dengan bujet terbatas di kisaran Rp1,6 jutaan.
Biasanya, lini HP murah OPPO kerap dipandang hanya mengandalkan kekuatan merek.
Namun kali ini, OPPO A6x justru memunculkan kejutan yang membuat reviewer teknologi David cukup penasaran.
Dalam video ulasannya, David menyebut bahwa OPPO A6x memang menyasar pengguna pemula atau konsumen yang menjadikan merek sebagai pertimbangan utama.
Namun berbeda dari generasi sebelumnya, OPPO tampak berusaha memberi nilai lebih pada ponsel entry level ini.
Beberapa spesifikasi yang dibenamkan bahkan jarang ditemukan di kelas harga Rp1 jutaan.
Desain Sederhana dengan Sentuhan Elegan
Dari sisi tampilan, OPPO A6x mengusung desain simpel.
Varian warna Violet Purple menampilkan efek pantulan cahaya dengan motif menyerupai kelopak bunga saat terkena cahaya dari sudut tertentu.
Sementara varian Plum Purple hadir lebih polos tanpa motif.
Seluruh bodinya berbahan polikarbonat, baik bagian belakang maupun frame, khas ponsel kelas entry.
Susunan kamera dibuat minimalis dengan dua modul berbentuk lingkaran.
OPPO A6x juga masih mempertahankan headphone jack, port USB-C, serta speaker mono di bagian bawah.
Ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP64 yang berarti tahan debu dan percikan air.
Meski begitu, fitur seperti NFC dan gyroscope masih absen.
Layar Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu daya tarik terbesar OPPO A6x ada pada sektor layar.
Ponsel ini dibekali panel LCD berukuran 6,75 inci dengan refresh rate 120 Hz. Di kelas harga Rp1 jutaan, fitur ini tergolong istimewa.
Pengalaman scrolling terasa mulus, terutama saat digunakan untuk aktivitas harian seperti media sosial dan browsing.
Layarnya juga cukup terang. Dalam kondisi luar ruangan, mode kecerahan tinggi bisa mencapai 1.125 nits, sedangkan pemakaian normal berada di kisaran 800 nits.
Resolusi masih HD+ (720p), sesuai standar HP entry level, dengan warna yang cerah meski tidak terlalu tajam.
Performa Harian Masih Aman
OPPO A6x menjalankan ColorOS 15 berbasis Android 15. Antarmukanya sederhana tanpa banyak fitur kustomisasi, namun cukup responsif untuk pemakaian sehari-hari.
Varian RAM 4 GB yang diuji masih mampu menjalankan aplikasi dengan lancar meski terdapat jeda kecil saat berpindah menu.
Menariknya, OPPO membekali A6x dengan penyimpanan UFS 2.2, yang kecepatan baca-tulisnya jauh lebih kencang dibanding eMMC yang umum di kelas ini.
Prosesor Snapdragon 685 turut menopang performa, termasuk untuk gaming ringan.
Game seperti Mobile Legends bisa berjalan di pengaturan tinggi dengan rata-rata 60 fps, meski frame rate dapat turun saat kondisi pertempuran berat.
Baterai Badak, Pengisian Lambat
OPPO A6x membawa baterai jumbo 6.500 mAh yang menjadi keunggulan utama.
Dalam pengujian, bermain game selama 30 menit hanya menguras sekitar 3 persen baterai.
Menonton YouTube satu jam pun hanya menghabiskan 5–6 persen.
Ponsel ini juga mendukung reverse wired charging hingga 5 watt.
Namun kecepatan pengisian dayanya terbilang lambat. Charger bawaan hanya 15 watt, dengan waktu pengisian penuh mencapai sekitar 2 jam 40 menit.
Kamera Sekadar Cukup
Sektor kamera masih menjadi kompromi. Kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP hanya mampu menghasilkan foto standar khas HP Rp1 jutaan.
Baca Juga: Alasan Mengejutkan Micron Meninggalkan Customer PC Gaming demi AI
Di kondisi cahaya cukup, hasil foto terlihat biasa dengan dynamic range terbatas.
Mode malam membantu sedikit, tetapi tidak mengubah fakta bahwa kamera OPPO A6x lebih cocok untuk dokumentasi sederhana.
Dengan harga Rp1,6 juta, OPPO A6x menawarkan layar mulus 120 Hz, baterai super besar, penyimpanan UFS, serta layanan purna jual OPPO yang kuat.
Namun fitur minim seperti tanpa NFC, gyro, dan kamera biasa membuatnya tidak cocok untuk semua orang.
OPPO A6x paling ideal dipilih pada varian RAM 4 GB dengan harga di bawah Rp2 juta.***
Editor : Vidya Sajar Fitri