RADAR TULUNGAGUNG – Mencari rekomendasi laptop di bawah Rp10 juta pada akhir 2025 kini tidak lagi identik dengan kompromi besar.
Dalam dua tahun terakhir, lonjakan teknologi membuat segmen harga Rp6 juta hingga Rp9,9 juta dipenuhi laptop dengan spesifikasi yang dulu hanya ada di kelas menengah atas.
Berdasarkan ulasan video terbaru dari kanal teknologi Jibo TV, pilihan rekomendasi laptop di bawah Rp10 juta tahun ini mencakup prosesor generasi baru, RAM besar, SSD lega, hingga fitur berbasis AI yang sebelumnya mustahil ditemui di rentang harga ini.
Standar Minimum Laptop Layak di 2025
Dalam video tersebut, tim Jibo TV menetapkan kriteria ketat sebelum memasukkan laptop ke dalam daftar rekomendasi.
Prosesor minimal harus memiliki 6 core, dengan Intel minimal Generasi ke-12, AMD minimal Zen 3, serta mulai muncul opsi Snapdragon X Series untuk laptop Copilot Plus PC.
RAM ideal berada di angka 16 GB, meski varian 8 GB masih dipertimbangkan jika dapat di-upgrade.
Untuk penyimpanan, SSD 512 GB menjadi standar minimum, dipadukan layar IPS Full HD atau lebih tinggi. Seluruh laptop juga masuk kategori thin and light, dengan bobot mayoritas di bawah 1,7 kg.
Menurut pembuat konten, lonjakan harga RAM dan SSD yang mulai terasa menjelang akhir 2025 menjadi alasan kuat mengapa calon pembeli disarankan tidak menunda pembelian.
Laptop Intel, AMD, hingga Snapdragon di Bawah Rp10 Juta
Salah satu sorotan utama dalam rekomendasi laptop di bawah Rp10 juta tahun ini adalah kehadiran prosesor Intel Core Ultra dan Snapdragon X Plus di kelas harga terjangkau.
Acer Aspire Go 14 AI, misalnya, hadir dengan Core Ultra 5 125H, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB dengan harga sekitar Rp9,5 jutaan.
Laptop ini sudah membawa NPU untuk pemrosesan AI, meski masih memiliki keterbatasan pada kamera 720p.
Sementara itu, Acer Swift Go 14 AI Copilot Plus tampil mencolok dengan bobot 1,32 kg, layar 120 Hz, SSD 1 TB, serta NPU bertenaga tinggi. Spesifikasi ini dinilai setara laptop Rp13–15 juta, namun kini dijual di kisaran Rp9,9 juta.
Dari kubu AMD, Acer Aspire Lite 15 dan sejumlah laptop Advan menawarkan prosesor Ryzen 7000 dan 8000 series dengan performa tinggi, cocok untuk multitasking berat, kerja kantoran, hingga editing ringan.
Brand Lokal Makin Percaya Diri
Brand lokal seperti Advan, Axioo, dan Polytron menjadi pemain agresif dalam daftar ini. Axioo Hype R3 dan R5 OLED menawarkan bobot di bawah 1 kg dengan layar OLED dan RAM hingga 24 GB, meski sebagian varian masih dibekali garansi 1 tahun.
Polytron Luxia Pro Ultra 5 menjadi kejutan dengan bobot hanya 1,03 kg, prosesor Core Ultra, layar 100% sRGB, serta garansi dan ADP hingga 2 tahun, sebuah nilai tambah yang jarang ditemui di kelas harga ini.
Baca Juga: Alasan Mengejutkan Micron Meninggalkan Customer PC Gaming demi AI
Infinix dan Tecno Ikut Mengguncang Pasar
Infinix Inbook Air Pro Plus tetap menjadi favorit berkat layar OLED 2.8K 120 Hz, bobot 1,1 kg, dan performa solid.
Sementara Tecno Megabook T1 R5 hadir mengejutkan dengan harga Rp6,9 jutaan, RAM 16 GB, layar 100% sRGB, dan baterai besar 75 Wh.
Akhir 2025 menjadi momen emas bagi konsumen yang mencari rekomendasi laptop di bawah Rp10 juta. Pilihan kini sangat beragam, mulai dari laptop super ringan, convertible, layar OLED, hingga Copilot Plus PC berbasis AI.
Dengan potensi kenaikan harga komponen di awal 2026, periode akhir tahun ini dinilai sebagai waktu paling ideal untuk membeli laptop baru sebelum harga kembali melonjak. ****
Editor : Dharaka R. Perdana