Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Samsung Galaxy Z Trifold Akhirnya Dibongkar: HP Layar Lipat Tiga dengan 4 Layar, DeX Built-in, tapi Indonesia Masih Gigit Jari

Siti Fadhilah Salsabila • Selasa, 23 Desember 2025 | 22:45 WIB

Samsung Galaxy Z Trifold saat diperlihatkan langsung di kantor Samsung Indonesia, menampilkan desain layar lipat tiga dengan konsep empat layar.
Samsung Galaxy Z Trifold saat diperlihatkan langsung di kantor Samsung Indonesia, menampilkan desain layar lipat tiga dengan konsep empat layar.

RADAR TULUNGAGUNG - Samsung Galaxy Z Trifold kembali mencuri perhatian pecinta gadget global.

Samsung Galaxy Z Trifold resmi diperlihatkan langsung dari kantor Samsung Indonesia, menandai babak baru evolusi ponsel lipat dengan konsep layar lipat tiga yang lebih matang dan realistis untuk penggunaan harian.

Bukan sekadar gimmick, Samsung membawa pendekatan berbeda dibanding kompetitornya.

Berbeda dengan anggapan awal, Samsung Galaxy Z Trifold bukanlah ponsel lipat tiga pertama di dunia. Huawei Mate XT lebih dulu hadir.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop di Bawah Rp10 Juta Akhir 2025: Ini Daftar Paling Worth It untuk Kerja ataupun Kuliah

Namun, Samsung menawarkan filosofi desain yang benar-benar baru.

Jika Huawei mengusung satu sisi layar penuh yang dilipat zigzag, Samsung justru memisahkan fungsi layar luar dan layar dalam demi ketahanan dan kenyamanan jangka panjang.

Desain Unik dengan Konsep Empat Layar

Keunggulan utama Samsung Galaxy Z Trifold terletak pada desain layarnya. Secara teknis, ponsel ini memiliki empat layar: satu layar luar yang keras dan tiga layar dalam yang fleksibel.

Layar luar menggunakan Gorilla Glass Victus Ceramic 2, material yang setara dengan flagship konvensional, membuatnya tahan ditekan, digeser, bahkan digunakan secara agresif tanpa rasa khawatir.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 23 Desember 2025 Naik Serempak, Antam, UBS, dan Galeri 24 Bikin Investor Penasaran

Tiga layar dalamnya tersembunyi rapi di balik sistem lipatan berlapis. Mekanisme lipatnya tidak bisa sembarangan.

Samsung merancang engsel dengan urutan lipat tertentu. Jika pengguna salah melipat, sistem akan memberikan peringatan visual dan getaran keras sebagai pengaman.

Pendekatan ini menunjukkan keseriusan Samsung dalam menjaga durabilitas perangkat.

Kompromi Mode Layar, Tapi Lebih Aman

Berbeda dari Huawei yang bisa digunakan dalam mode satu, dua, atau tiga layar, Samsung Galaxy Z Trifold hanya menawarkan dua opsi: mode ponsel 6,5 inci atau mode tablet 10 inci.

Tidak ada mode dua layar seperti Galaxy Z Fold. Meski terdengar membatasi, desain ini justru dinilai lebih aman dan minim risiko kerusakan layar lipat.

Dalam kondisi terlipat penuh, ketebalan ponsel mencapai 12,9 mm. Angka ini memang lebih tebal dari ponsel flagship biasa, tetapi masih lebih tipis dibanding generasi awal ponsel foldable.

Setiap lapisan layar dipress hingga sekitar 4 mm, menjaga ergonomi tetap nyaman digenggam.

Baca Juga: OPPO A6x Resmi Meluncur, HP Rp 1,6 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh dan Layar 120 Hz, Layak Dibeli atau Cuma Menang Nama?

Bobot Berat, Tapi Masuk Akal

Bobot Samsung Galaxy Z Trifold berada di angka 309 gram. Jika dibandingkan dengan ponsel biasa, jelas terasa berat.

Namun jika disandingkan dengan tablet berukuran serupa yang umumnya berbobot 500–600 gram, perangkat ini justru tergolong ringan. Inilah nilai jual utamanya: satu perangkat, dua fungsi.

Material premium juga tetap dipertahankan. Frame aluminium, engsel titanium, serta back cover berbahan ceramic fiber glass memberi kesan kokoh sekaligus eksklusif.

Baca Juga: Terungkap! iOS 26.2 Resmi Dirilis Apple, Ini Deretan Fitur Baru iPhone yang Bikin Tampilan Makin Mewah

Samsung DeX Jadi Senjata Utama

Salah satu fitur paling mencolok dari Samsung Galaxy Z Trifold adalah Samsung DeX yang terintegrasi langsung. Tanpa perlu monitor eksternal, pengguna bisa langsung menikmati pengalaman ala desktop.

Dengan dukungan keyboard dan mouse Bluetooth, ponsel ini berubah menjadi perangkat kerja layaknya laptop.

Mode portrait cocok untuk mengetik dokumen panjang, sementara mode landscape mendukung multitasking hingga tiga aplikasi sekaligus. Fleksibilitas ini membuat Trifold bukan hanya ponsel, tapi juga alat produktivitas serius.

Baca Juga: Harga RAM DDR5 di Akhir 2025 Melonjak Gila-Gilaan, Benarkah Rakit PC Sekarang Sudah Mustahil?

Spesifikasi Flagship Tanpa Kompromi

Dari sisi dapur pacu, Samsung Galaxy Z Trifold dibekali Snapdragon 8 Elite, RAM 16 GB, dan penyimpanan internal 512 GB. Kamera utamanya 200 MP, didampingi ultrawide 12 MP dan telephoto 10 MP dengan optical zoom 3x.

Baterai 5.600 mAh mendukung fast charging 45W dan charger sudah termasuk dalam paket penjualan, lengkap dengan casing resmi.

Masalah Terbesar: Belum Resmi di Indonesia

Sayangnya, hingga kini Samsung Galaxy Z Trifold belum tersedia resmi di Indonesia. Perangkat ini baru dipasarkan terbatas di negara seperti Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan Uni Emirat Arab.

Bahkan di Singapura, hanya kalangan VVIP yang bisa membelinya. Korea menjadi negara dengan distribusi paling luas sejauh ini.

Samsung tampaknya masih berhati-hati, meski pengalaman lebih dari tujuh tahun di dunia foldable membuat Galaxy Z Trifold terasa matang sejak generasi pertama.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#samsung dex #HP Foldable #hp layar lipat samsung #Samsung Galaxy Z TriFold