JAKARTA - Samsung Galaxy S21 Ultra yang rilis pada 2021 kini harganya sudah turun jauh dibanding saat pertama meluncur. Jika dulu masuk kategori flagship belasan juta rupiah, sekarang unit bekas dan sisa stok barunya sudah berada di kelas harga menengah. Pertanyaannya, apakah Samsung Galaxy S21 Ultra masih worth dibeli di akhir 2025 menuju 2026? Berikut ulasan ringkas berdasarkan lima poin utama: desain, spesifikasi, performa, kamera, dan baterai.
Desain Samsung Galaxy S21 Ultra Masih Terlihat Flagship
Dari sisi desain, Samsung Galaxy S21 Ultra masih terlihat premium dan tidak terasa ketinggalan zaman. Modul kamera belakang menyatu dengan frame dan tampil menonjol, menjadi ciri khas yang dulu dianggap pionir dan tidak mengikuti tren iPhone saat itu. Tampilan ini sampai sekarang masih terlihat unik dan tidak pasaran.
Bagian depan mengusung layar 6,8 inci dengan bezel tipis kanan kiri serta punch hole kecil di tengah. Panel depan terasa lega untuk konsumsi konten. Seri ini juga menjadi salah satu generasi terakhir Galaxy S dengan layar lengkung sebelum Samsung beralih ke desain layar datar di generasi berikutnya. Material bodi sudah dilindungi Gorilla Glass Victus dan frame metal, memberi kesan kokoh.
Spesifikasi Layar dan Hardware Masih Kompetitif
Samsung Galaxy S21 Ultra dibekali layar Dynamic AMOLED 2X beresolusi QHD+ dengan dukungan HDR10+ dan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Untuk nonton video dan multimedia, kualitasnya masih termasuk sangat bagus di kelasnya, bahkan dibanding banyak HP midrange terbaru.
Varian yang banyak beredar di Indonesia memakai chipset Exynos 2100, sementara versi Snapdragon 888 lebih jarang. RAM dan storage umumnya 8/256 GB atau lebih tinggi. Perlu dicatat, seri ini tidak mendukung slot microSD. Perangkat juga sudah mendukung 5G dan pembaruan sistem terbaru telah mencapai Android 15 dengan One UI generasi baru, meski kestabilan bisa berbeda tergantung versi update.
Performa Exynos 2100 di 2025 Masih Cukup, Tapi Bukan Terkencang
Secara benchmark, skor Exynos 2100 memang sudah kalah dari banyak chipset menengah terbaru. Skor AnTuTu-nya berada di kisaran ratusan ribu dan posisinya tidak lagi di papan atas. Namun dalam pemakaian nyata, performa harian masih terasa mulus untuk multitasking, media sosial, dan game populer.
Untuk gaming, performanya masih layak, tetapi ada catatan di manajemen panas. Saat bermain game sambil memakai data seluler, suhu perangkat bisa cepat naik. Penggunaan WiFi dan mode hemat daya membantu menjaga stabilitas. Jadi performanya masih enak dipakai, tetapi tidak seefisien chipset generasi baru.
Kamera 108MP dan Zoom Jadi Nilai Jual Utama
Sektor kamera menjadi alasan utama banyak orang masih memburu Samsung Galaxy S21 Ultra. Kamera utamanya beresolusi 108MP dengan default output 12MP, menghasilkan foto tajam dengan dynamic range kuat. Kualitas foto dan video masih sangat kompetitif untuk kelas harga turunan.
Fitur andalan lain adalah dual telephoto dengan kemampuan zoom optik dan digital hingga 100x untuk foto. Untuk video, kemampuan zoom dibatasi lebih rendah agar stabil. Perekaman video sudah mendukung resolusi tinggi hingga 4K 60fps di berbagai lensa. Kamera depan juga mendukung 4K dan kualitasnya masih bagus untuk konten.
Baterai 5000 mAh dan Pengisian Daya
Kapasitas baterai 5000 mAh di atas kertas terlihat besar, tetapi konsumsi daya Exynos 2100 membuat daya tahan terasa standar. Untuk gaming sekitar belasan menit bisa menghabiskan sekitar 8–10 persen baterai. Untuk pemakaian harian normal masih bisa tembus seharian, tetapi tidak bisa disebut paling irit.
Pengisian daya didukung fast charging 25W dan wireless charging sekitar 15W. Perlu diingat, unit ini sudah mengikuti tren tanpa charger di dalam kotak, sehingga adaptor mungkin perlu dibeli terpisah.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Bocor Total Jelang Rilis, Warna Ungu Kobalt hingga Kamera 200 MP Terungkap
Apakah Samsung Galaxy S21 Ultra Masih Worth Dibeli di 2025?
Jika didapat di harga yang sudah turun jauh, Samsung Galaxy S21 Ultra masih layak dibeli untuk pengguna yang mengutamakan kualitas layar, kamera flagship, dan build premium. Kekurangannya ada di efisiensi chipset dan manajemen panas yang tidak sebaik generasi terbaru.
Untuk pengguna yang fokus kamera, layar, dan pengalaman flagship dengan harga lebih masuk akal, S21 Ultra masih menarik. Namun jika prioritas utama adalah performa paling kencang dan efisiensi baterai, HP kelas menengah terbaru bisa jadi alternatif yang lebih rasional.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya