Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Xiaomi 17 Pro: Flagship Murah Rp12 Jutaan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Desain Mirip iPhone?

Divka Vance Yandriana • Rabu, 18 Maret 2026 | 00:25 WIB
Review Xiaomi 17 Pro, flagship Rp12 jutaan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan desain mirip iPhone. Worth it atau tidak?
Review Xiaomi 17 Pro, flagship Rp12 jutaan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan desain mirip iPhone. Worth it atau tidak?

JAKARTA – Review Xiaomi 17 Pro menjadi sorotan setelah perangkat ini muncul sebagai salah satu flagship “murah” dengan spesifikasi kelas atas. Dibanderol sekitar Rp12 jutaan setelah pajak dan biaya impor, Xiaomi 17 Pro langsung menarik perhatian karena mengusung chipset terbaru dan desain yang disebut-sebut mirip iPhone.

Dalam review Xiaomi 17 Pro yang beredar, perangkat ini diketahui dibeli dari China dengan harga sekitar 5.599 yuan. Setelah dikonversi dan ditambah pajak bea cukai sekitar Rp1,3 juta, total harga yang harus ditebus berada di kisaran Rp12 jutaan untuk varian 16GB/512GB.

Tak hanya soal harga, Xiaomi 17 Pro juga menjadi bahan perbincangan karena strategi branding yang dinilai “menempel” pada popularitas iPhone 17 Pro.

Baca Juga: Motor Listrik Charged Baycat Bisa Tempuh 170 Km dan Cas 40 Menit! Ini Spesifikasi, Harga, dan Kelebihannya

Desain Premium dengan Nuansa iPhone

Secara tampilan, Xiaomi 17 Pro hadir dengan desain yang terasa premium. Material bodinya menggunakan finishing matte dengan frame aluminium yang solid. Meski begitu, banyak yang menilai desain kamera belakangnya sengaja dibuat menyerupai iPhone.

Modul kamera berbentuk “island” horizontal memberi kesan familiar. Bahkan penamaan “17 Pro” dianggap sebagai langkah marketing Xiaomi untuk ikut meramaikan hype iPhone.

Meski begitu, perangkat ini tetap punya identitas sendiri, terutama lewat fitur rear display alias layar kecil di bagian belakang. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat preview kamera, notifikasi, hingga widget tertentu.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Hadir, Motor Listrik Rasa Maxi Ini Tawarkan Harga Murah dan Fitur Canggih, Seberapa Layak Dibeli?

Layar Tajam dan Performa Kencang

Xiaomi 17 Pro dibekali layar LTPO AMOLED 6,3 inci dengan resolusi 2,5K dan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 3.500 nits, sudah mendukung HDR10+ dan Dolby Vision.

Dari sisi performa, smartphone ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset terbaru yang menawarkan performa tinggi. Skor AnTuTu-nya mencapai sekitar 3,5 juta poin, menempatkannya di jajaran HP terkencang saat ini.

Pengujian Geekbench juga menunjukkan performa solid, dengan skor single-core sekitar 3.600 dan multi-core menembus 10.000.

Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Jelang Lebaran 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan hingga Flagship!

Kamera Leica 50 MP di Semua Lensa

Di sektor kamera, Xiaomi kembali bekerja sama dengan Leica. Smartphone ini membawa tiga kamera belakang masing-masing 50 MP, termasuk lensa utama, ultrawide, dan telefoto.

Hasil foto dinilai cukup tajam dengan karakter warna khas Leica. Kamera juga mendukung perekaman hingga 8K serta 4K 60 fps di berbagai lensa.

Menariknya, fitur rear display memungkinkan pengguna menggunakan kamera belakang untuk selfie, sehingga kualitas gambar lebih maksimal dibanding kamera depan.

Baterai Besar dan Fast Charging

Xiaomi 17 Pro hadir dengan baterai 6.300 mAh berbasis teknologi silicon carbon. Kapasitas ini tergolong besar untuk ukuran flagship compact.

Pengisian dayanya juga cepat, dengan dukungan 100W wired charging, 50W wireless charging, serta reverse wireless charging 22,5W.

Namun, fitur bypass charging tidak ditemukan di perangkat ini, yang mungkin menjadi kekurangan bagi gamer.

Kekurangan Versi China

Meski spesifikasinya menggiurkan, review Xiaomi 17 Pro juga menyoroti sejumlah kekurangan, terutama karena unit yang diuji merupakan versi China.

Pengguna harus menginstal Google Play Store secara manual. Selain itu, layanan AI yang tersedia bukan Google Gemini, melainkan AI bawaan Xiaomi versi China.

Keyboard default juga menggunakan sistem China sehingga perlu diganti secara manual agar lebih nyaman digunakan di Indonesia.

Hal ini membuat pengalaman pengguna sedikit lebih ribet dibanding versi global.

Strategi Marketing yang Kontroversial

Langkah Xiaomi dalam menamai produk ini dinilai cukup berani. Dengan nama dan desain yang menyerupai iPhone, Xiaomi dianggap “menumpang hype” peluncuran iPhone terbaru.

Namun strategi ini justru dinilai efektif untuk menarik perhatian pasar, terutama generasi muda yang menyukai tren unik dan berbeda.

Kesimpulan

Review Xiaomi 17 Pro menunjukkan bahwa perangkat ini menawarkan value luar biasa di kelas flagship. Dengan harga Rp12 jutaan, pengguna sudah mendapatkan chipset terbaru, kamera Leica, dan fitur premium.

Namun, kekurangan pada versi China serta kemiripan desain dengan iPhone bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Jika Xiaomi merilis versi resmi Indonesia dengan optimalisasi yang lebih baik, bukan tidak mungkin Xiaomi 17 Pro akan menjadi salah satu flagship paling laris di pasar.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Snapdragon #xiaomi