RADAR TULUNGAGUNG - Tidak banyak smartphone kelas menengah yang sanggup memberi pengalaman memuaskan dalam jangka panjang. Namun Infinix Note 50 Pro membuktikan diri sebagai salah satu pengecualian. Setelah dipakai selama tujuh bulan penuh sebagai perangkat harian, performanya masih stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan berarti.
Sejak rilis Maret 2025 dengan harga Rp3 jutaan, ponsel besutan Infinix ini memang langsung mencuri perhatian. Menariknya, meski kini banyak ponsel baru bermunculan dengan dukungan 5G, Infinix Note 50 Pro yang masih mengandalkan jaringan 4G tetap diminati pasar. Bahkan setelah sembilan bulan beredar, harga jualnya terbilang stabil di kisaran Rp2 jutaan akhir hingga Rp3 jutaan awal, tergantung promo.
Banyak pengguna awalnya meragukan daya tarik ponsel ini karena belum mendukung 5G. Namun dalam pengujian pemakaian nyata, perbedaan kecepatan internet antara jaringan 4G dan 5G ternyata tidak terlalu signifikan untuk kebutuhan harian seperti media sosial, streaming, hingga komunikasi daring.
Performa Harian Stabil, Tapi Memori Harus Dijaga
Di sektor dapur pacu, Infinix Note 50 Pro ditenagai chipset MediaTek Helio G100 4G yang dipadukan RAM 8 GB serta penyimpanan internal 256 GB UFS 2.2. Skor AnTuTu yang menyentuh angka 500 ribuan menunjukkan performanya masih kompetitif untuk kelas menengah.
Untuk pemakaian harian seperti multitasking, scrolling media sosial, hingga aktivitas kerja, performanya terasa lancar tanpa gangguan berarti. Antarmuka XOS 15.1 berbasis Android tampil bersih tanpa iklan mengganggu dan jarang ditemukan bug serius seperti aplikasi berhenti paksa atau restart mendadak.
Namun ada catatan penting soal manajemen memori. Saat kapasitas penyimpanan terisi lebih dari 200 GB, performa mulai terasa melambat. Karena tidak tersedia slot microSD, pengguna disarankan menjaga penggunaan memori di kisaran 150–190 GB agar performa tetap optimal.
Gaming Masih Kuat, Suhu Tetap Terkendali
Bagi penggemar game, performa Infinix Note 50 Pro memang tidak dirancang untuk kelas berat, tetapi masih memadai. Game kompetitif populer masih dapat dijalankan meski pada pengaturan grafis menengah.
Frame rate permainan rata-rata masih stabil meski sesekali turun saat adegan padat. Menariknya, suhu perangkat tetap terkendali di kisaran 40–42 derajat Celsius dan jarang menembus 45 derajat. Sistem pendingin internal berbahan stainless steel membantu menjaga stabilitas suhu saat sesi gaming panjang.
Untuk penggunaan ringan seperti chatting, streaming, dan navigasi, performanya tergolong sangat responsif tanpa gejala lag.
Baca Juga: Rekomendasi HP Oppo Murah 2026: Harga 1 Jutaan, Spek Nggak Murahan, Ini 5 Pilihan Terbaik!
Layar dan Audio Tetap Prima Setelah 7 Bulan
Panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz masih tampil tajam dan mulus. Meski tidak semua aplikasi berjalan di 144 Hz penuh, tampilan visual tetap nyaman di mata dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz.
Kondisi layar setelah tujuh bulan pemakaian juga masih sangat baik. Tidak ditemukan gejala burn-in, shadow, maupun dead pixel. Bahkan tanpa pelindung layar tambahan, panel tetap mulus tanpa goresan berarti.
Dukungan dual speaker yang disetel oleh JBL masih menghasilkan suara lantang dan jernih. Motor getar linear X-axis juga memberi sensasi haptik yang solid saat mengetik maupun bermain game.
Baterai Awet, Fast Charging Tetap Ngebut
Daya tahan baterai 5.200 mAh masih tergolong awet untuk pemakaian normal seharian. Screen-on-time rata-rata mampu menembus enam jam dalam penggunaan kombinasi komunikasi, navigasi, serta multimedia.
Pengisian daya tetap menjadi salah satu keunggulan utama. Teknologi fast charging 90W mampu mengisi baterai dari 5 persen hingga penuh hanya dalam waktu sekitar 38 menit. Fitur bypass charging juga membantu menjaga suhu tetap stabil saat bermain game sambil mengisi daya.
Tak hanya itu, ponsel ini juga mendukung wireless charging hingga 30W dan reverse wireless charging 10W, fitur yang jarang ditemui di kelas harga menengah.
Baca Juga: HP Oppo Murah 2026 Paling Dicari! Spek 5G, RAM 8/256 GB, Ini 7 Rekomendasi Terbaik Jelang Lebaran
Kamera Stabil untuk Harian
Di sektor fotografi, kamera utama 50 MP dengan sensor Samsung dan dukungan OIS masih mampu menghasilkan foto tajam dengan warna natural. Mode malam membantu meningkatkan pencahayaan meski detail sedikit menurun.
Kamera ultrawide 8 MP cukup memadai untuk foto lanskap siang hari, meski performanya menurun di kondisi minim cahaya. Kamera selfie 32 MP mampu menghasilkan foto yang tajam dengan reproduksi warna cukup akurat.
Perekaman video mendukung resolusi hingga 2K, meski stabilisasi terbaik tetap ditemukan pada resolusi Full HD. Hasil video siang hari terlihat tajam dengan warna konsisten, sementara rekaman malam hari menunjukkan peningkatan noise.
Desain Metal Premium, Tapi Ada Minus
Material bodi metal menjadi daya tarik utama karena memberi kesan premium dan kokoh. Finishing micro sand blasting membuat permukaannya halus saat digenggam.
Namun penggunaan material metal membuat bodi terasa licin tanpa casing. Cat frame juga rentan baret terutama untuk varian warna gelap. Selain itu, proteksi layar bawaan belum jelas jenisnya sehingga penggunaan tempered glass sangat disarankan.
Kesimpulan: Masih Layak Disebut Flagship 4G
Setelah tujuh bulan pemakaian intensif, Infinix Note 50 Pro terbukti tetap tangguh dan stabil. Kombinasi desain premium, performa harian lancar, layar berkualitas, baterai awet, serta fitur pengisian daya super cepat membuatnya masih sangat kompetitif.
Bagi pengguna yang tidak memprioritaskan jaringan 5G namun menginginkan smartphone rasa flagship dengan harga terjangkau dan garansi resmi panjang, perangkat ini masih sangat layak dipertimbangkan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella