JAKARTA - Tablet besar dengan paket lengkap kini semakin banyak bermunculan di pasar gadget Indonesia. Salah satunya adalah Infinix XPad Edge yang dijual di kisaran harga Rp4,5 jutaan. Tablet ini menarik perhatian karena hadir dengan layar sangat besar, dukungan jaringan seluler, serta bundling keyboard sejak awal pembelian.
Dalam pengalaman penggunaan langsung selama beberapa waktu, reviewer menemukan sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan dari Infinix XPad Edge. Perangkat ini memang terlihat menjanjikan di atas kertas, namun penggunaan sehari-hari memberikan gambaran yang lebih realistis bagi calon pembeli.
Tablet ini hanya tersedia dalam satu varian dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Kapasitas tersebut sebenarnya cukup menarik karena kebanyakan tablet di kelas harga serupa masih menawarkan storage 128 GB. Selain itu, perangkat ini juga sudah mendukung jaringan seluler melalui slot SIM, yang menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bekerja secara mobile.
Baca Juga: 7 Tablet 1 Jutaan Terbaik 2026 untuk Jangka Panjang: Murah, Spek Tinggi, Cocok Belajar dan Hiburan!
Desain Tipis dengan Layar Sangat Besar
Salah satu hal yang langsung terasa dari Infinix XPad Edge adalah ukuran layarnya yang besar. Tablet ini membawa layar 13,2 inci, yang tergolong sangat luas untuk kategori tablet di kelas harga menengah.
Material bodinya terasa cukup kokoh saat digenggam. Namun, bobotnya ternyata lebih berat dari yang tercantum di spesifikasi resmi. Di atas kertas disebut sekitar 500 gram, tetapi setelah ditimbang mencapai sekitar 600 gram.
Tablet ini juga sudah dibekali empat speaker. Meski tidak dilengkapi teknologi Dolby Atmos, konfigurasi tersebut tetap memberikan suara yang cukup kuat untuk penggunaan harian seperti menonton video atau meeting online.
Paket Penjualan Lengkap dengan Keyboard
Salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah paket pembeliannya yang sudah termasuk keyboard case. Di kelas harga Rp4 jutaan, fitur ini tergolong jarang ditemukan.
Keyboard tersebut terhubung melalui Bluetooth dan dilengkapi trackpad. Namun dalam penggunaan sehari-hari, trackpad masih memiliki sedikit delay sehingga terkadang terasa kurang responsif saat navigasi.
Meski begitu, ukuran keyboard cukup nyaman untuk mengetik dokumen karena layout tombolnya mendekati ukuran laptop. Stand pada case juga fleksibel dan bisa diatur dalam beberapa sudut kemiringan.
Jika keyboard dipasang bersama tablet, total bobot perangkat bisa mencapai sekitar 1,3 kilogram, yang membuatnya terasa seperti membawa laptop.
Baca Juga: 7 HP Oppo Rp3 Jutaan Terbaik Awal 2026, Dari Oppo A3 Pro 5G hingga A5i Pro 5G yang Paling Worth It
Antarmuka Masih Terasa Seperti Smartphone
Salah satu kritik utama dari penggunaan Infinix XPad Edge adalah antarmuka sistemnya. UI yang digunakan masih terasa seperti tampilan smartphone yang diperbesar ke layar tablet.
Ikon aplikasi terlihat kecil dan opsi kustomisasi masih terbatas. Hal ini membuat pengalaman multitasking belum optimal, meskipun fitur split screen sudah tersedia.
Tablet ini sendiri sudah menjalankan Android 15, yang menjadi nilai positif dari sisi sistem operasi terbaru.
Performa Standar untuk Kebutuhan Produktivitas
Di sektor dapur pacu, tablet ini menggunakan chipset Snapdragon 685. Berdasarkan pengujian benchmark AnTuTu versi terbaru, skor yang diperoleh berada di bawah 500 ribu poin.
Angka tersebut menunjukkan bahwa performanya tergolong standar untuk kelas menengah. Dalam penggunaan sehari-hari seperti membuka aplikasi atau multitasking ringan, tablet masih berjalan cukup stabil meski ada sedikit jeda saat membuka aplikasi.
Namun untuk gaming, performanya tidak terlalu optimal. Game ringan masih bisa dimainkan dengan lancar, tetapi saat mencoba game yang lebih berat seperti Roblox pada pengaturan grafis tinggi, performanya mulai terasa berat.
Tablet ini juga masih bisa digunakan untuk editing video sederhana di aplikasi seperti CapCut, meski tidak direkomendasikan untuk proyek berat.
Layar Besar, Tapi Spesifikasi Standar
Meski memiliki ukuran layar yang besar, kualitas panelnya masih tergolong standar. Resolusinya hanya sekitar Full HD dengan refresh rate 60 Hz.
Selain itu, dukungan streaming juga masih berada di Widevine L3, sehingga kualitas video di layanan seperti Netflix tidak bisa mencapai resolusi tinggi.
Namun untuk penggunaan media sosial seperti TikTok dan Instagram, tablet ini tetap nyaman digunakan karena mendukung mode landscape maupun vertikal.
Baterai dan Pengisian Daya
Tablet ini dibekali baterai 8.000 mAh. Dalam pengujian streaming video selama satu jam dengan brightness penuh, baterai berkurang sekitar 22 persen.
Hal ini menunjukkan konsumsi daya yang cukup tinggi untuk ukuran tablet. Sementara itu, pengisian daya masih menggunakan charger 18 watt yang tergolong standar dan membutuhkan waktu cukup lama hingga penuh.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Infinix XPad Edge menawarkan konsep menarik sebagai tablet besar dengan paket lengkap. Layar luas, keyboard bundling, serta dukungan jaringan seluler menjadi nilai jual utama perangkat ini.
Namun, beberapa aspek seperti performa chipset, kualitas layar, hingga antarmuka sistem masih menjadi catatan penting. Tablet ini lebih cocok digunakan untuk produktivitas ringan seperti mengetik dokumen, browsing, atau meeting online dibandingkan gaming berat atau editing profesional.
Editor : Divka Vance Yandriana