RADAR TULUNGAGUNG - Oppo Reno 15F menjadi sorotan setelah resmi hadir dengan kenaikan harga sekitar Rp500 ribu dibanding generasi sebelumnya. Kenaikan ini memicu perdebatan, apakah Oppo Reno 15F benar-benar overprice atau justru masih layak dibeli di kelasnya. Berdasarkan pengalaman penggunaan selama satu pekan, perangkat ini ternyata menyimpan sejumlah keunggulan yang tidak bisa diabaikan.
Secara desain, Oppo Reno 15F tampil dengan gaya yang cukup premium. Meski sebagian pengguna menilai desainnya sedikit mirip dengan iPhone, kesan kokoh tetap terasa berkat bobot sekitar 203 gram dan build quality yang solid. Bagian belakang menggunakan material kaca dengan frame polikarbonat premium, memberikan kesan elegan sekaligus kuat. Dimensinya yang compact juga membuatnya nyaman digunakan dengan satu tangan.
Masuk ke sektor layar, Oppo Reno 15F dibekali panel AMOLED berukuran 6,5 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate 120Hz. Layar ini mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 1400 nits, sehingga tetap terlihat jelas meski di bawah sinar matahari. Selain itu, dukungan 100% DCI-P3 dan sertifikasi Widevine L1 membuat pengalaman menonton konten seperti Netflix terasa lebih maksimal.
Performa Masih Andalkan Snapdragon Lama
Salah satu kritik terbesar terhadap Oppo Reno 15F ada di sektor performa. Smartphone ini masih menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 1, sama seperti pendahulunya. Hal ini membuat sebagian pengguna menilai tidak ada peningkatan signifikan.
Meski begitu, performa harian tetap tergolong mulus. Dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB berteknologi UFS 3.1, aktivitas seperti multitasking, membuka aplikasi, hingga penggunaan sehari-hari terasa responsif. Skor AnTuTu yang mencapai sekitar 867 ribu poin juga menunjukkan performa yang masih kompetitif di kelas menengah.
Untuk gaming, Oppo Reno 15F mampu menjalankan Mobile Legends pada setting grafis tinggi dengan frame rate stabil di kisaran 118 FPS. Suhu perangkat juga relatif adem selama penggunaan. Bahkan untuk emulator seperti PS1, PSP, hingga PS2, performanya masih cukup playable meski dengan beberapa penyesuaian grafis.
Kamera Selfie Jadi Andalan
Di sektor kamera, Oppo Reno 15F membawa konfigurasi triple camera di belakang, terdiri dari 50 MP (utama), 8 MP (ultrawide), dan 2 MP (makro). Namun yang paling menarik justru kamera depannya.
Kamera selfie 50 MP pada Oppo Reno 15F dilengkapi fitur ultrawide dengan field of view hingga 100 derajat. Ini memungkinkan pengguna mengambil foto selfie grup dengan lebih leluasa. Tak hanya itu, kamera depan juga sudah mendukung perekaman video hingga 4K, sebuah fitur yang jarang ditemukan di kelasnya.
Fitur kamera lainnya juga cukup lengkap, mulai dari mode malam, potret, hingga perekaman di dalam air. Hal ini dimungkinkan berkat sertifikasi IP69 yang membuat perangkat tahan terhadap air dan debu.
Baterai Jumbo, Tahan Hingga Dua Hari
Salah satu peningkatan paling signifikan pada Oppo Reno 15F ada di sektor baterai. Smartphone ini dibekali kapasitas baterai 7.000 mAh dengan dukungan fast charging 80W.
Dalam penggunaan normal hingga intens, baterai ini mampu bertahan hingga dua hari. Untuk pengisian daya, dari 20% hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 37 menit menggunakan charger yang mendukung.
Kelebihan dan Kekurangan
Meski menawarkan banyak keunggulan, Oppo Reno 15F tetap memiliki beberapa kekurangan. Selain chipset yang dinilai sudah cukup lama, perangkat ini belum mendukung eSIM dan NFC yang tersedia masih terbatas. Tidak adanya jack audio 3,5 mm juga menjadi catatan tersendiri.
Namun di sisi lain, desain premium, layar berkualitas tinggi, kamera selfie unggulan, serta baterai jumbo menjadi nilai jual utama yang sulit diabaikan.
Kesimpulan: Overprice atau Tidak?
Jika dilihat hanya dari sisi chipset, Oppo Reno 15F memang terasa kurang menarik. Namun secara keseluruhan, peningkatan di sektor lain seperti baterai, kamera, dan desain membuat kenaikan harga masih tergolong wajar.
Dengan kombinasi fitur yang ditawarkan, Oppo Reno 15F tetap berpotensi menjadi pilihan menarik di kelas menengah, terutama bagi pengguna yang mengutamakan desain stylish, kamera selfie, dan daya tahan baterai.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina