RADAR TULUNGAGUNG - Oppo Reno 15F mulai mencuri perhatian jelang peluncuran resminya di tahun 2026. Oppo Reno 15F bahkan sudah lebih dulu beredar dalam bentuk unit uji coba, sehingga sejumlah spesifikasi dan fitur utamanya mulai terungkap ke publik.
Kemunculan Oppo Reno 15F ini menjadi bagian dari lini Reno 15 series yang disebut-sebut akan hadir dalam beberapa varian, mulai dari Reno 15F sebagai versi dasar hingga Reno 15 Pro Max sebagai varian tertinggi. Hal ini menunjukkan Oppo semakin serius menggarap segmen kelas menengah hingga premium.
Dari sisi desain, Oppo Reno 15F tampil cukup menarik dengan tampilan modern dan minimalis. Modul kamera belakangnya terlihat mirip dengan desain iPhone, lengkap dengan tiga kamera dan ring flash yang memberi kesan futuristik. Bagian belakang menggunakan finishing matte yang tidak mudah meninggalkan sidik jari serta terasa solid saat digenggam.
Desain Compact dan Nyaman Digenggam
Oppo Reno 15F hadir dengan bobot sekitar 196 gram, membuatnya terasa cukup ringan untuk penggunaan sehari-hari. Sudut bodi yang melengkung juga menambah kenyamanan saat digenggam.
Meski terlihat premium, material yang digunakan masih didominasi plastik baik di bagian belakang maupun frame. Namun, build quality tetap terasa kokoh dan tidak terkesan murahan.
Di bagian bawah terdapat port USB Type-C, speaker, mikrofon, serta slot SIM hybrid yang memungkinkan penggunaan kartu microSD dengan mengorbankan SIM kedua.
Layar AMOLED 120Hz, Tapi Tanpa HDR
Untuk sektor layar, Oppo Reno 15F dibekali panel AMOLED berukuran 6,57 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate hingga 120Hz. Layar ini juga mendukung pengaturan refresh rate adaptif mulai dari 30Hz hingga 120Hz.
Kualitas tampilan tergolong baik dengan warna yang tajam dan nyaman di mata. Namun, kekurangan yang cukup disorot adalah belum adanya dukungan HDR untuk konten video, yang sebenarnya sudah mulai umum di kelas harga Rp5 jutaan ke atas.
Performa Snapdragon 6 Gen 1 Jadi Catatan
Di sektor performa, Oppo Reno 15F menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 1 yang masuk kategori kelas menengah. Chipset ini dipadukan dengan RAM 8 GB serta penyimpanan internal 256 GB yang masih bisa diperluas menggunakan kartu memori eksternal.
Meski performanya cukup untuk penggunaan harian, banyak pihak menilai penggunaan chipset ini kurang menarik mengingat harga yang diprediksi berada di kisaran Rp5 jutaan ke atas.
Kamera Selfie Jadi Andalan
Salah satu daya tarik utama Oppo Reno 15F ada di sektor kamera, khususnya kamera depan. Smartphone ini dibekali kamera selfie 50 MP yang menjadi nilai jual utama.
Sementara itu, di bagian belakang terdapat kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 8 MP, serta kamera makro 2 MP. Untuk perekaman video, Oppo Reno 15F mendukung hingga resolusi 4K 30 FPS.
Menariknya, kamera depan juga mendukung fitur ultrawide dan mampu merekam video hingga 4K. Hal ini menjadikannya cocok untuk kebutuhan vlog dan konten media sosial.
Baterai Jumbo 7000 mAh
Di sektor daya, Oppo Reno 15F mengalami peningkatan signifikan dengan baterai berkapasitas 7000 mAh. Kapasitas ini membuat perangkat mampu bertahan lama untuk penggunaan sehari-hari.
Pengisian daya juga didukung teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Fitur AI Masih Perlu Penyempurnaan
Oppo Reno 15F juga membawa berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti AI Eraser dan AI Recompose. Namun dalam pengujian awal, fitur AI tersebut masih dinilai belum optimal dan membutuhkan peningkatan melalui pembaruan sistem.
Selain itu, perangkat ini sudah menjalankan ColorOS 16 berbasis Android 16 dengan berbagai fitur tambahan seperti NFC, screen recording, hingga AI tools untuk produktivitas.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Oppo Reno 15F menawarkan desain menarik, kamera selfie unggulan, serta baterai jumbo sebagai nilai jual utama. Namun, beberapa aspek seperti performa chipset dan fitur AI masih menjadi catatan.
Dengan harga yang diperkirakan berada di kisaran Rp5 jutaan hingga Rp7 jutaan, Oppo Reno 15F berpotensi menjadi pilihan menarik, meski harus bersaing ketat dengan kompetitor di kelasnya.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina