Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Alpha Entry Next Generation, Motor Listrik Paling Nyaman di Kelasnya, Tapi Ada Kekurangan Ini

Muhamad Ahsanul Wildan • Sabtu, 4 April 2026 | 18:05 WIB
Review Alpha Entry Next Generation: motor listrik nyaman, stabil di tanjakan, tapi masih punya beberapa kekurangan. Ilustrasi Gemini AI
Review Alpha Entry Next Generation: motor listrik nyaman, stabil di tanjakan, tapi masih punya beberapa kekurangan. Ilustrasi Gemini AI

RADAR TULUNGAGUNGAlpha Entry Next Generation bukan sekadar pembaruan biasa.

Motor listrik ini menawarkan pengalaman berkendara yang lebih matang dibanding generasi sebelumnya, meski masih menyisakan beberapa kekurangan.

Dalam pengujian di berbagai kondisi jalan, Alpha Entry Next Generation menunjukkan performa yang cukup mengejutkan.

Mulai dari jalan lurus, tanjakan, hingga turunan ekstrem, motor ini mampu memberikan kenyamanan yang konsisten.

Baca Juga: Kejurprov Woodball Jatim Perdana Digelar di Tulungagung, 400 Atlet Siap Adu Presisi di Lapangan Hijau

Sensasi Berkendara yang Halus

Salah satu keunggulan utama Alpha Entry Next Generation adalah karakter akselerasinya yang halus.

Berbeda dengan banyak motor listrik lain yang terasa “nyentak” saat awal gas, motor ini justru memberikan tarikan yang lebih smooth.

Mode berkendara seperti Eco, Urban, dan Sport memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan.

Saat digunakan di mode Sport, motor tetap responsif bahkan saat baterai tinggal 20 persen.

Kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 80–87 km/jam, cukup untuk penggunaan harian maupun perjalanan antar kota jarak dekat.

Stabil di Tanjakan dan Turunan

Saat diuji di medan menanjak, Alpha Entry Next Generation tetap mampu melaju stabil tanpa kehilangan tenaga secara signifikan.

Fitur hill start assist juga membantu menjaga posisi motor agar tidak mundur saat berhenti di tanjakan.

Yang menarik, saat menuruni jalan curam, sistem regenerative braking bekerja sangat efektif.

Bahkan terasa seperti hill descent control karena mampu menahan laju motor secara otomatis tanpa perlu sering mengerem.

Suspensi dan Handling

Dari sisi kenyamanan, suspensi motor ini tergolong empuk dan mampu meredam getaran dengan baik. Saat melintasi jalan bergelombang, motor tetap terasa stabil.

Handling juga terasa ringan, sehingga mudah dikendalikan di berbagai kondisi jalan.

Hal ini membuatnya cocok digunakan untuk aktivitas harian seperti perjalanan ke kantor atau kampus.

Desain Menarik, Tapi Ada Catatan

Secara tampilan, Alpha Entry Next Generation tetap mempertahankan desain futuristis yang menjadi ciri khasnya.

Lampu LED yang modern serta bodi yang clean membuatnya terlihat premium.

Namun, ada beberapa kekurangan yang cukup terasa. Jok motor dinilai terlalu licin, sehingga kurang nyaman saat pengereman mendadak.

Selain itu, ukuran ban belakang dianggap kurang proporsional, dan absennya fitur ABS menjadi catatan penting.

Fitur Praktis untuk Harian

Motor ini juga dilengkapi berbagai fitur praktis, seperti port USB A dan USB C untuk pengisian daya gadget, serta ruang penyimpanan yang cukup luas.

Selain itu, sistem pengisian daya yang fleksibel dan adanya jaringan fast charging membuat motor ini semakin praktis digunakan.

Worth It atau Tidak ?

Dengan harga Rp30,5 juta, Alpha Entry Next Generation memang bukan yang termurah.

Namun, jika melihat kenyamanan, performa, dan teknologi yang ditawarkan, motor ini bisa dibilang sangat worth it.

Bahkan, banyak yang menilai motor ini sebagai salah satu motor listrik paling matang dari Alpha hingga saat ini.

Baca Juga: Pertemuan Hangat Jawa Pos Radar Tulungagung dengan Anies Baswedan, Diskusikan Sinergi Media dan Pendidikan

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#review motor listrik #Alpha Entry Next Generation #motor listrik terbaik #pengalaman berkendara #spesifikasi Alpha motor