RADAR TULUNGAGUNG - Kehadiran Gesits motor listrik buatan Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya tren kendaraan listrik nasional. Motor ini disebut sebagai salah satu produk karya anak bangsa yang berhasil menarik perhatian publik karena kombinasi antara teknologi modern, harga terjangkau, dan dukungan industri lokal yang semakin kuat.
Gesits motor listrik buatan Indonesia merupakan hasil kolaborasi antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan industri otomotif nasional. Diproduksi di pabrik Cileungsi, Jawa Barat, motor ini diklaim memiliki hingga 85 persen komponen lokal, mulai dari rangka, motor penggerak, hingga sistem perangkat lunak dashboard digitalnya.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019, Gesits motor listrik buatan Indonesia sempat mengalami masa pasang surut. Namun, pada tahun 2025, motor ini kembali mencuri perhatian seiring meningkatnya tren kendaraan listrik dan dukungan pemerintah melalui subsidi yang membuat harga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Spesifikasi dan Performa Gesits
Dari sisi performa, Gesits dibekali tenaga hingga 5.000 watt atau setara 5 kW. Tenaga ini diklaim mampu menyaingi motor bensin di kelas 125 cc ke atas. Kecepatan maksimalnya mencapai 70 km/jam dengan akselerasi yang cukup responsif, yakni 0–50 km/jam hanya dalam waktu sekitar 5 detik.
Dalam Gesits motor listrik buatan Indonesia, sektor baterai menjadi salah satu daya tarik utama. Motor ini menggunakan baterai lithium-ion 72 volt 20 Ah yang dapat dilepas pasang layaknya power bank besar. Dalam kondisi satu baterai, jarak tempuh mencapai sekitar 50 kilometer, sedangkan dengan dua baterai dapat menembus hingga 100 kilometer.
Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas harian di perkotaan tanpa khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
Fitur Modern dan Teknologi Pintar
Gesits juga dibekali berbagai fitur modern yang membuatnya kompetitif di pasar motor listrik. Motor ini memiliki tiga mode berkendara, yaitu eco, urban, dan sport, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Selain itu, terdapat fitur reverse mode atau mode mundur yang memudahkan pengendara saat parkir di area sempit atau tanjakan. Sistem pengereman sudah menggunakan cakram depan dan belakang untuk meningkatkan keamanan.
Yang menarik, Gesits motor listrik buatan Indonesia juga dilengkapi smart dashboard digital yang dapat terhubung ke smartphone. Pengguna dapat memantau status baterai, jarak tempuh, hingga notifikasi error langsung dari aplikasi di ponsel.
Harga dan Varian Gesits
Dari sisi harga, Gesits hadir dalam beberapa varian. Model Gesits Raya dibanderol sekitar Rp21 juta, Gesits Electric sekitar Rp21,9 juta, dan varian tertinggi Gesits G1X mencapai Rp29,75 juta. Harga ini bahkan bisa lebih murah jika konsumen memenuhi syarat program subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik.
Dengan harga tersebut, Gesits diposisikan sebagai motor listrik yang bersaing di segmen menengah bawah, sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen di Indonesia.
Baca Juga: Gesits Motor Listrik, Bukan Sepeda Listrik
Kelebihan dan Kekurangan
Keunggulan utama Gesits motor listrik buatan Indonesia terletak pada efisiensi biaya operasional. Biaya listriknya hanya sekitar Rp1.000 per 10 kilometer, jauh lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Selain itu, motor ini ramah lingkungan, bebas ganjil genap, dan mendukung penggunaan energi bersih.
Namun, terdapat beberapa kekurangan yang masih menjadi catatan. Waktu pengisian baterai memerlukan sekitar 3 hingga 4 jam, dan infrastruktur penukaran baterai (swap station) masih belum merata. Selain itu, kapasitas baterai masih dianggap kalah dibanding beberapa kompetitor dari China.
---
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Gesits motor listrik buatan Indonesia menjadi simbol perkembangan industri otomotif nasional yang mulai mampu bersaing di pasar kendaraan listrik global. Dengan performa yang cukup, fitur modern, serta dukungan komponen lokal, Gesits dinilai layak menjadi pilihan kendaraan harian yang hemat dan ramah lingkungan.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina