Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Biaya Ganti Baterai Motor Listrik Ternyata Turun Drastis, Benarkah Lebih Murah dari Motor Bensin ? Ini Hitungannya !

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB
Biaya ganti baterai motor listrik kini lebih murah. Simak perbandingan lengkap dengan motor bensin dan total pengeluarannya. Ilustrasi Gemini AI
Biaya ganti baterai motor listrik kini lebih murah. Simak perbandingan lengkap dengan motor bensin dan total pengeluarannya. Ilustrasi Gemini AI

RADAR TULUNGAGUNG - Biaya ganti baterai motor listrik kerap menjadi momok bagi calon pengguna.

Banyak yang menganggap kendaraan listrik hanya terlihat murah di awal, namun mahal saat penggantian baterai. Namun, apakah anggapan itu masih relevan saat ini ?

Pengalaman pengguna motor listrik selama tiga tahun justru menunjukkan fakta berbeda.

Biaya ganti baterai motor listrik kini mengalami penurunan signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mempertimbangkan beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Pada awal pembelian sekitar tiga tahun lalu, harga satu set baterai motor listrik jenis SLA (aki kering) berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

Namun saat dilakukan penggantian terbaru, harga baterai tersebut turun drastis menjadi sekitar Rp1,5 juta setelah diskon.

Penurunan biaya ganti baterai motor listrik ini menjadi salah satu faktor penting yang mengubah persepsi publik.

Selain itu, daya tahan baterai juga cukup lama, yakni mampu digunakan hingga 13.000 kilometer atau sekitar tiga tahun pemakaian.

Baca Juga: Biaya Ganti Baterai Motor Listrik Terbongkar ! Murah atau Justru Jadi Beban Baru ?

Performa Baterai Menurun Bertahap

Pengguna menjelaskan bahwa penurunan performa baterai tidak terjadi secara tiba-tiba.

Meskipun disebut memiliki umur hingga 1.000 siklus pengisian, penurunan kapasitas terjadi secara perlahan.

Di awal penggunaan, motor listrik mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian.

Namun seiring waktu, jarak tersebut menurun menjadi 40 km, 30 km, hingga akhirnya hanya sekitar 10 km saat baterai mendekati akhir usia.

Kondisi ini semakin terasa saat motor digunakan untuk berboncengan atau melewati tanjakan.

Bahkan baterai yang masih tergolong sehat pun dapat mengalami penurunan tenaga dalam kondisi tersebut.

Biaya Operasional Tetap Hemat

Meski frekuensi pengisian meningkat seiring usia baterai, biaya listrik ternyata tidak berubah signifikan.

Hal ini karena kapasitas baterai yang menurun membuat waktu pengisian menjadi lebih singkat.

Dalam perhitungan sederhana, biaya listrik untuk pengisian motor listrik hanya sekitar Rp6.000 per minggu

 Jika diakumulasikan, biaya listrik tahunan mencapai Rp300.000 atau Rp900.000 selama tiga tahun.

Ditambah dengan biaya perawatan seperti penggantian ban dan kampas rem, serta pajak kendaraan yang hanya Rp30.000 per tahun, total pengeluaran selama tiga tahun mencapai Rp2.710.000.

Jika dibagi per bulan, biaya operasional motor listrik hanya sekitar Rp75.000.

Perbandingan dengan Motor Bensin

Sebagai pembanding, motor bensin dengan penggunaan serupa membutuhkan biaya jauh lebih besar.

Pengeluaran bahan bakar saja mencapai sekitar Rp20.000 per minggu atau Rp1,8 juta per tahun.

Ditambah pajak tahunan Rp300.000 serta biaya servis dan penggantian komponen sekitar Rp1,5 juta per tahun, total biaya operasional motor bensin mencapai Rp3.880.000 per tahun.

Jika dihitung per bulan, pengguna motor bensin harus mengeluarkan sekitar Rp323.000, atau lebih dari empat kali lipat dibanding motor listrik.

Risiko dan Pertimbangan Upgrade Baterai

Meski biaya ganti baterai motor listrik semakin murah, pengguna tetap harus berhati-hati dalam memilih jenis baterai.

Penggunaan baterai non-standar, seperti baterai lithium custom, berpotensi menimbulkan risiko.

Beberapa kasus kebakaran motor listrik diketahui disebabkan oleh ketidaksesuaian spesifikasi baterai dengan sistem kendaraan.

Selain itu, harga baterai lithium juga masih relatif mahal, mencapai sekitar Rp5 juta untuk spesifikasi setara.

Faktor lain seperti kebutuhan modifikasi ruang baterai dan kompatibilitas dengan controller juga menjadi pertimbangan penting sebelum melakukan upgrade.

Tren Harga Baterai Semakin Terjangkau

Secara umum, tren harga baterai kendaraan listrik memang terus mengalami penurunan.

Hal ini diprediksi akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya produksi massal.

Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dan harga baterai yang semakin terjangkau, motor listrik menjadi pilihan yang semakin rasional untuk penggunaan harian.

Pengalaman ini sekaligus membantah anggapan bahwa biaya ganti baterai motor listrik selalu mahal.

Justru, dalam jangka panjang, kendaraan listrik terbukti lebih ekonomis dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

Baca Juga: Biaya Ganti Baterai Motor Listrik Terbongkar ! Murah atau Justru Jadi Beban Baru ?

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#biaya motor listrik #biaya ganti baterai motor listrik #harga baterai motor listrik #perbandingan kendaraan listrik #motor listrik vs bensin