RADAR TULUNGAGUNG - Review Tailg GF80L mendadak jadi sorotan setelah video uji coba sepeda listrik ini viral di media sosial.
Banyak yang penasaran karena desainnya disebut mirip motor matic, namun tetap dikategorikan sebagai sepeda listrik tanpa pajak.
Dalam review Tailg GF80L tersebut, unit yang diuji merupakan tipe tertinggi dengan baterai 60 volt.
Pemiliknya mengaku baru menggunakan kendaraan ini selama empat hari, namun sudah dipakai perjalanan jauh dari Cengkareng ke Cikini pulang-pergi tanpa kendala berarti.
Menariknya, review Taing GF80L ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tersebut mampu menempuh jarak cukup jauh dalam sekali pengisian.
Hal ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan hemat energi.
Desain Mirip Motor, Tapi Tetap Sepeda Listrik
Secara tampilan, Tailg GF80L memiliki bodi besar dan bulky yang sekilas menyerupai motor matic 110 cc.
Bahkan, beberapa bagian seperti stang dan posisi duduk disebut mirip motor populer di kelas entry level.
Bagian kaki-kaki menggunakan ban ukuran 90/90 ring 11, yang cukup jarang ditemui di sepeda listrik.
Suspensinya juga mendapat pujian karena terasa empuk dan nyaman, bahkan dibandingkan dengan produk sejenis.
Selain itu, fitur tambahan seperti crash bar, windshield, serta sandaran belakang sudah tersedia dalam kondisi standar.
Ini menjadi nilai plus karena pengguna tidak perlu melakukan banyak modifikasi tambahan.
Performa dan Top Speed Tembus 50 Km/Jam
Dalam pengujian, Tailg GF80L memiliki tiga mode kecepatan. Mode pertama mampu mencapai sekitar 37-40 km/jam, sedangkan mode kedua berada di kisaran 45-46 km/jam.
Untuk mode tertinggi, top speed Taing GF80L tercatat menyentuh angka 50 km/jam saat tanpa beban.
Angka ini cukup tinggi untuk ukuran sepeda listrik, meskipun akan berkurang saat digunakan berboncengan.
Motor listriknya memiliki tenaga 1000 watt, yang dinilai cukup responsif terutama saat akselerasi awal.
Pengalaman berkendara juga terasa halus karena minim suara, khas kendaraan listrik.
Fitur Modern, NFC hingga Remote
Salah satu keunggulan lain dari Taing GF80L adalah sistem penguncian modern.
Pengguna bisa menyalakan kendaraan menggunakan kartu NFC atau remote control.
Selain itu, baterai utama berada di bawah jok dan bisa dilepas. Bahkan tersedia ruang tambahan untuk penambahan hingga tiga baterai, meskipun pemasangannya perlu teknisi khusus.
Lampu depan sudah menggunakan sistem proyektor dengan DRL, yang diklaim terang saat digunakan malam hari.
Namun, lampu sein belakang dinilai kurang terlihat karena posisinya agak tersembunyi.
Harga dan Value for Money
Untuk harga, Tailg GF80L dibanderol sekitar Rp11 juta hingga Rp11,4 juta untuk versi 60 volt. Sementara varian 48 volt dijual lebih murah, namun stoknya terbatas.
Dengan harga tersebut, banyak yang menilai sepeda listrik ini cukup worth it.
Selain performanya mendekati motor, pengguna juga tidak perlu membayar pajak tahunan.
Tailg GF80L menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin kendaraan listrik praktis untuk aktivitas harian, seperti ke kantor atau kampus.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, review Tailg GF80L menunjukkan bahwa sepeda listrik ini menawarkan kombinasi desain, performa, dan fitur modern yang kompetitif di kelasnya.
Meski memiliki keterbatasan pada kecepatan dan regulasi, kendaraan ini tetap menjadi alternatif menarik di tengah tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan