Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ultra Fast Charging 360 kW Bikin Heboh! Isi Daya Mobil Listrik Cuma 15 Menit, Ini Fakta dan Batasannya

Ingge Nayla Ayu Karina • Minggu, 19 April 2026 | 14:40 WIB
Ultra fast charging 360 kW bikin isi daya mobil listrik cuma 15 menit! Ini fakta, keunggulan, dan keterbatasannya.
Ultra fast charging 360 kW bikin isi daya mobil listrik cuma 15 menit! Ini fakta, keunggulan, dan keterbatasannya.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Teknologi ultra fast charging 360 kW kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kendaraan listrik. Klaim pengisian daya mobil listrik dari 0 hingga 100 persen hanya dalam 15 menit membuat banyak orang mulai melirik kendaraan berbasis baterai sebagai alternatif transportasi masa depan.

 

Ultra fast charging 360 kW disebut sebagai salah satu terobosan penting dalam mengatasi kekhawatiran utama pengguna mobil listrik, yakni waktu pengisian daya yang lama. Dengan teknologi ini, proses charging yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat dipangkas drastis menjadi hitungan menit saja.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur! Motor Listrik Rasa Maxi Skutik Ini Tawarkan Fitur Canggih dan Harga Mulai Rp15 Jutaan

Namun, di balik kecanggihannya, ultra fast charging 360 kW masih memiliki keterbatasan. Tidak semua mobil listrik saat ini mampu menerima daya sebesar itu. Mayoritas kendaraan listrik yang beredar di pasaran masih berada di kisaran kemampuan pengisian sekitar 120 kW.

 

Teknologi Ultra Fast Charging 360 kW

 

Ultra fast charging 360 kW merupakan sistem pengisian daya berkecepatan tinggi yang dirancang untuk mempercepat proses pengisian baterai kendaraan listrik. Dengan kapasitas daya yang besar, teknologi ini memungkinkan pengisian baterai dalam waktu yang sangat singkat.

 

Dalam kondisi ideal, pengisian dari 0 hingga 100 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Ini tentu menjadi lompatan besar dibandingkan teknologi fast charging sebelumnya yang masih membutuhkan waktu lebih lama.

 

Teknologi ini juga dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pengguna, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jarak jauh. Waktu tunggu yang singkat membuat pengalaman berkendara menjadi lebih efisien dan praktis.

 

Realita di Lapangan: Belum Semua Mobil Mendukung

 

Meski terdengar menjanjikan, penerapan ultra fast charging 360 kW masih belum optimal. Sebagian besar mobil listrik saat ini belum mampu menerima daya sebesar itu. Rata-rata kendaraan listrik hanya mendukung pengisian hingga 120 kW.

 

Dengan kapasitas 120 kW, waktu pengisian dari 0 hingga 80 persen biasanya memakan waktu sekitar 30 menit. Meski lebih lama dibandingkan klaim 360 kW, waktu ini tetap tergolong cepat dan cukup praktis untuk penggunaan sehari-hari.

 

Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan infrastruktur dan teknologi kendaraan listrik masih berjalan bertahap. Dibutuhkan waktu hingga semua kendaraan dapat memanfaatkan potensi penuh dari ultra fast charging.

 

Contoh Mobil dengan Dukungan Charging Tinggi

 

Beberapa model mobil listrik terbaru mulai menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menerima daya charging yang lebih besar. Salah satu contohnya adalah mobil listrik dari Hyptec yang diklaim mampu menerima daya hingga 240 kW.

 

Dengan kemampuan tersebut, pengisian baterai dari 0 hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 20 menit. Angka ini berada di antara kemampuan 120 kW dan 360 kW, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam teknologi kendaraan listrik.

 

Kemampuan charging yang lebih tinggi ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan efisiensi waktu tanpa harus menunggu terlalu lama saat mengisi daya.

 

Dampak pada Minat Konsumen

 

Hadirnya ultra fast charging 360 kW secara tidak langsung meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata masyarakat. Salah satu hambatan utama, yaitu waktu pengisian daya, kini mulai teratasi dengan teknologi terbaru ini.

 

Konsumen yang sebelumnya ragu kini mulai mempertimbangkan beralih ke mobil listrik. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga menawarkan efisiensi biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

 

Namun, faktor kompatibilitas kendaraan dan ketersediaan infrastruktur tetap menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk membeli mobil listrik.

 

Masa Depan Kendaraan Listrik

 

Perkembangan ultra fast charging 360 kW menjadi sinyal positif bagi masa depan industri kendaraan listrik. Teknologi ini diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik secara global, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Perbandingan Polytron Fox 350 vs TVS iQube: Motor Listrik di Bawah Rp30 Juta Ini Ternyata Punya Keunggulan Berbeda

Seiring dengan meningkatnya kapasitas baterai dan kemampuan kendaraan dalam menerima daya besar, waktu pengisian akan semakin singkat. Hal ini akan membuat kendaraan listrik semakin praktis dan kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional.

 

Meski saat ini belum semua kendaraan dapat memanfaatkan teknologi 360 kW secara maksimal, tren peningkatan ini menunjukkan bahwa masa depan kendaraan listrik semakin cerah.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#mobil listrik terbaru #teknologi kendaraan listrik #fast charging EV #ultra fast charging 360 kW #charging mobil listrik