RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik Maka Cavalery kembali menjadi sorotan setelah dilakukan uji pengisian daya atau charging di kantor. Dalam pengujian tersebut, Maka Cavalery menunjukkan hasil pengisian baterai yang menarik untuk dibahas, terutama bagi calon pengguna kendaraan listrik di Indonesia.
Uji charging Maka Cavalery ini dilakukan dengan kondisi baterai awal berada di angka 33 persen. Pengisian dilakukan selama satu jam untuk melihat seberapa besar peningkatan daya yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Hasilnya cukup mengejutkan, meski sekaligus memunculkan pertanyaan terkait efisiensi pengisian daya motor listrik ini.
Dalam satu jam pengecasan, Maka Cavalery hanya mengalami kenaikan baterai sebesar 11 persen. Artinya, dari 33 persen naik menjadi sekitar 44 persen. Meski terlihat kecil, hasil ini masih sesuai dengan klaim pabrikan yang menyebutkan bahwa pengisian satu jam dapat menambah jarak tempuh hingga sekitar 20 kilometer.
Sistem Charging Maka Cavalery Jadi Sorotan
Maka Cavalery dibekali sistem charging yang terbilang modern. Lokasi port pengisian berada di bawah jok, tepat di samping area penyimpanan. Penempatan ini membuat desain motor tetap rapi sekaligus melindungi port dari debu dan air.
Menariknya, sistem indikator pengisian daya pada motor ini cukup lengkap. Informasi baterai dapat dipantau dari beberapa titik, mulai dari speedometer digital, lampu indikator pada adaptor, hingga bar light di dekat deck motor. Fitur ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memantau status pengisian secara real time.
Selain itu, terdapat desain jalur kabel khusus di bagian coakan bodi motor yang berfungsi sebagai pengaman agar kabel tidak terjepit saat jok ditutup. Detail kecil ini menjadi nilai tambah dari sisi ergonomi dan keamanan penggunaan sehari-hari.
Kapasitas Baterai 4 kWh dengan Jarak Tempuh 160 Km
Maka Cavalery menggunakan baterai berkapasitas 4 kWh yang tergolong besar untuk kelas motor listrik urban. Dengan kapasitas tersebut, pabrikan mengklaim motor ini mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Jika mengacu pada hasil uji charging, tambahan 11 persen dalam satu jam memang belum memberikan dampak besar terhadap total jarak tempuh. Namun, jika dihitung secara keseluruhan, efisiensi ini masih dianggap cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di dalam kota.
Klaim jarak 160 km tersebut membuat Maka Cavalery masuk dalam kategori motor listrik dengan daya jelajah cukup jauh. Hal ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas harian tanpa sering mengisi daya.
Klaim 1 Jam Charging = 20 Km Jarak Tambahan
Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam uji ini adalah klaim bahwa pengisian selama satu jam dapat menambah jarak tempuh hingga 20 kilometer. Meski hasil pengujian menunjukkan kenaikan 11 persen, angka tersebut masih dianggap mendekati klaim pabrikan, tergantung kondisi baterai dan sistem pengisian.
Dalam praktiknya, kecepatan charging pada motor listrik memang dipengaruhi banyak faktor, seperti suhu baterai, kondisi adaptor, hingga stabilitas arus listrik. Oleh karena itu, hasil di lapangan bisa berbeda dari klaim resmi.
Potensi Motor Listrik Harian yang Praktis
Dengan sistem pengisian yang relatif sederhana dan kapasitas baterai besar, Maka Cavalery dinilai cocok untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian penuh, cukup melakukan top up charge sesuai kebutuhan harian.
Meski demikian, hasil uji ini menunjukkan bahwa waktu pengisian masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Bagi sebagian pengguna, durasi charging tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih motor listrik.
Secara keseluruhan, Maka Cavalery menawarkan kombinasi desain modern, sistem indikator lengkap, serta jarak tempuh yang cukup jauh. Namun, efisiensi pengisian daya masih menjadi aspek yang menarik untuk terus diuji lebih lanjut di berbagai kondisi penggunaan.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina