RADAR TULUNGAGUNG - Uji coba pengisian daya di SPKLU Cirebon menjadi sorotan setelah seorang pengguna motor listrik Indomobil Motor Tirano mencoba metode dual charger untuk mempercepat proses charging. Eksperimen ini dilakukan di SPKLU Cirebon yang berlokasi di kantor PLN UP3, dan hasilnya cukup mengejutkan.
Baca Juga: Cara Cas Motor Listrik di SPKLU R2 PLN Pakai PLN Mobile, Tinggal Scan QR dan Isi KWh!
Dalam video yang diunggah kanal Red Ev Story, pengujian dilakukan dengan menggabungkan charger bawaan dan charger tambahan fast charging. Metode ini dilakukan untuk meningkatkan arus pengisian dari yang semula kecil menjadi lebih besar. SPKLU Cirebon sendiri dikenal sebagai salah satu titik pengisian kendaraan listrik yang cukup ramai, terutama saat akhir pekan.
Penggunaan dual charger di SPKLU Cirebon ini bertujuan untuk mempercepat waktu pengisian motor listrik Tirano. Charger bawaan hanya mampu menghasilkan arus sekitar 5 ampere, sedangkan charger tambahan mencapai 20 ampere. Dengan kombinasi tersebut, total arus yang masuk ditargetkan mencapai 25 ampere.
Modifikasi Kabel Demi Arus Lebih Besar
Pengguna mengaku sebelumnya mengalami kendala saat menggunakan fast charging karena kabel bawaan tidak mampu menyalurkan arus besar secara optimal. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan modifikasi dengan menambahkan jalur kabel baru menggunakan kabel berukuran lebih besar, yakni AWG1.
Langkah ini dianggap penting agar arus listrik bisa mengalir dengan maksimal tanpa hambatan. Setelah modifikasi selesai, pengujian dilakukan langsung di SPKLU Cirebon yang saat itu sedang ramai pengunjung.
Proses dimulai saat kondisi baterai berada di angka 14 persen. Pengguna kemudian membeli daya sebesar 3 kWh dengan biaya sekitar Rp7.700 menggunakan aplikasi pembayaran digital. Setelah transaksi berhasil, proses charging langsung dimulai dengan dua charger aktif secara bersamaan.
Hasil Charging Lebih Cepat
Dengan kombinasi dual charger, arus pengisian langsung menunjukkan angka 25 ampere. Hal ini membuat proses charging berlangsung lebih cepat dibandingkan penggunaan charger tunggal.
Dalam waktu sekitar satu jam, energi yang masuk tercatat sebesar 2,40 kWh. Tak lama kemudian, proses charging selesai dengan total energi yang terisi mencapai 2,56 kWh. Dari total pembelian 3 kWh, hanya sebagian yang terpakai, dan sisa saldo dikembalikan.
Namun, hasil ini justru memunculkan pertanyaan baru. Kapasitas baterai motor listrik Tirano diketahui hanya sekitar 2,45 kWh. Artinya, energi yang masuk justru melebihi kapasitas baterai tersebut.
Fenomena Energi Melebihi Kapasitas
Temuan ini menjadi hal menarik dalam eksperimen di SPKLU Cirebon. Secara teori, baterai tidak seharusnya menerima energi melebihi kapasitas maksimalnya. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan fenomena ini.
Pertama, adanya loss atau efisiensi sistem pengisian yang menyebabkan perhitungan energi berbeda antara yang dibeli dan yang benar-benar tersimpan. Kedua, sistem pengukuran pada SPKLU bisa saja mencatat total energi yang mengalir, bukan yang tersimpan di baterai.
Ketiga, faktor balancing atau manajemen baterai (BMS) juga bisa berperan dalam mengatur distribusi energi selama proses charging.
Fasilitas SPKLU yang Nyaman
Selain uji coba charging, SPKLU Cirebon juga menawarkan fasilitas yang cukup lengkap bagi pengguna kendaraan listrik. Tersedia ruang tunggu ber-AC, minuman gratis seperti kopi dan teh, serta area istirahat yang nyaman.
Di sekitar lokasi juga terdapat berbagai tempat nongkrong seperti restoran dan coffee shop. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengisi waktu sambil menunggu kendaraan selesai dicas.
Menariknya, pihak PLN juga menyediakan fasilitas istirahat bagi pengguna yang melakukan perjalanan jauh, bahkan hingga larut malam. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan touring.
Solusi atau Risiko?
Baca Juga: Fast Charging 30 Amp Motor Listrik Polytron Terbukti Cepat! Dari 22% ke 94% Cuma 1 Jam di SPKLU PLN
Metode dual charger seperti yang diuji di SPKLU Cirebon memang terbukti mampu mempercepat proses pengisian. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati karena tidak semua sistem dirancang untuk menerima arus besar secara bersamaan.
Tanpa perhitungan yang matang, penggunaan metode ini berpotensi menimbulkan risiko, terutama pada komponen kelistrikan dan baterai.
Eksperimen ini membuka peluang diskusi lebih lanjut mengenai efisiensi charging kendaraan listrik, sekaligus menjadi referensi bagi pengguna lain yang ingin mencoba metode serupa.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina