Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nekat Touring Polytron Fox 350 Bogor ke Bandung, Tanjakan Puncak Bongkar Kelemahan Ini !

Muhamad Ahsanul Wildan • Kamis, 23 April 2026 | 22:46 WIB
Polytron Fox 350 touring Bogor Bandung diuji di tanjakan Puncak. Ini hasil nyata performa dan kelemahannya ! Ilustrasi Gemini AI
Polytron Fox 350 touring Bogor Bandung diuji di tanjakan Puncak. Ini hasil nyata performa dan kelemahannya ! Ilustrasi Gemini AI

RADAR TULUNGAGUNG - Perjalanan Polytron Fox 350 touring Bogor Bandung tidak hanya soal jarak tempuh, tetapi juga mengungkap realita penggunaan motor listrik di medan nyata.

Start dari Cibinong, Bogor, rider memulai perjalanan dengan penuh optimisme.

Baterai penuh 100 persen dan rute sejauh 157 kilometer sudah dipetakan, termasuk titik pengisian di Cianjur dan Soreang.

Namun sejak awal, Polytron Fox 350 touring Bogor Bandung langsung dihadapkan pada tantangan berat, jalur Puncak yang dikenal dengan tanjakan panjang dan berliku.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Touring Bogor Bandung Tembus 158 Km, Sisa Baterai 36% Bikin Kaget !

Tanjakan Puncak Jadi Titik Kritis

Saat memasuki kawasan Puncak, masalah mulai muncul. Suhu dinamo meningkat tajam hingga lebih dari 140 derajat Celsius, memicu indikator panas.

Meski belum sampai batas kritis 150 derajat, kondisi ini menunjukkan bahwa motor dengan sistem hub drive memiliki keterbatasan di medan menanjak.

Menariknya, performa masih terasa stabil. Tidak ada penurunan tenaga drastis, tetapi rider mengakui harus lebih waspada jika suhu terus meningkat.

Strategi Bertahan, Charging dan Istirahat

Setelah melewati tanjakan berat, rider memutuskan berhenti di Cianjur dengan sisa baterai sekitar 22 persen.

Ini menjadi titik krusial dalam perjalanan Polytron Fox 350 touring Bogor Bandung.

Pengisian dilakukan di SPKLU PLN UP3 Cianjur. Selain mengisi daya, rider juga memanfaatkan waktu untuk makan dan ibadah.

Strategi ini terbukti penting. Tanpa manajemen charging yang tepat, perjalanan jarak jauh dengan motor listrik berisiko gagal di tengah jalan.

Tantangan Infrastruktur SPKLU

Masalah berikutnya muncul di Soreang. Meski tersedia SPKLU, fasilitasnya dinilai kurang memadai.

Tidak ada kanopi pelindung dan ruang tunggu yang nyaman. Bahkan charger yang tersedia lebih diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, sehingga perlu converter tambahan.

Ini menjadi catatan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Efisiensi di Jalan Menurun

Di sisi lain, performa motor justru membaik di jalur datar dan menurun. Dari Cianjur ke Padalarang, efisiensi meningkat signifikan.

Saat memasuki 114 km perjalanan, baterai masih tersisa 53 persen. Ini menunjukkan bahwa Polytron Fox 350 touring Bogor Bandung cukup efisien di kondisi ideal.

Finis yang Tetap Positif

Perjalanan akhirnya ditutup di Arjasari dengan total jarak 158 km. Sisa baterai mencapai 36 persen, angka yang cukup impresif untuk perjalanan sejauh itu.

Meski demikian, pengalaman ini memberikan gambaran realistis. Motor listrik seperti Polytron Fox 350 cocok untuk touring, tetapi tetap memiliki batasan, terutama di tanjakan panjang.

Kesimpulannya, motor ini layak untuk perjalanan luar kota, namun membutuhkan perencanaan matang, terutama dalam hal rute dan titik pengisian daya.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Touring Bogor Bandung Tembus 158 Km, Sisa Baterai 36% Bikin Kaget !

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#touring motor listrik #SPKLU Indonesia #uji tanjakan motor listrik #Bogor Bandung Puncak #polytron fox 350