RADAR TULUNGAGUNG - Touring Polytron Fox 350 Bogor-Bandung menjadi sorotan setelah uji perjalanan luar kota sejauh 158 kilometer berhasil ditempuh dengan sisa baterai yang masih cukup besar.
Uji coba ini menunjukkan performa motor listrik yang semakin kompetitif untuk kebutuhan jarak jauh, bahkan di medan menanjak.
Perjalanan dimulai dari Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 17 Januari 2026.
Dengan kondisi baterai penuh 100 persen, rider memulai perjalanan menuju Kabupaten Bandung, tepatnya Arjasari.
Total estimasi jarak yang ditempuh mencapai sekitar 157 kilometer, dengan rute yang cukup menantang, terutama di jalur Puncak yang dikenal memiliki kontur tanjakan panjang.
Sejak awal, touring Polytron Fox 350 Bogor-Bandung ini sudah memperhitungkan berbagai faktor.
Beban kendaraan mencapai lebih dari 100 kilogram, termasuk bobot pengendara, barang bawaan sekitar 20 kilogram, serta perlengkapan charger.
Hal ini menjadi variabel penting dalam menguji efisiensi dan daya tahan motor listrik tersebut.
Baca Juga: Nekat Touring Polytron Fox 350 Bogor ke Bandung, Tanjakan Puncak Bongkar Kelemahan Ini !
Tanjakan Puncak Uji Ketahanan Motor Listrik
Memasuki kawasan Puncak, performa Polytron Fox 350 mulai diuji secara serius.
Pada jarak tempuh sekitar 41 kilometer, sisa baterai berada di angka 35 persen.
Yang menarik, suhu dinamo sempat menyentuh angka 141 derajat Celsius, mendekati batas indikator panas.
Meski demikian, tidak terjadi penurunan performa yang signifikan. Motor tetap mampu melaju stabil, meskipun indikator suhu menyala. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pendinginan dan kontrol masih bekerja dalam batas aman.
Sementara itu, suhu baterai tetap stabil di kisaran 29 derajat Celsius, dan controller berada di angka 44 derajat.
Hal ini menjadi indikator bahwa komponen utama motor listrik masih dalam kondisi optimal meski menghadapi medan berat.
Strategi Charging Jadi Kunci Perjalanan
Setelah menempuh sekitar 68 kilometer, pengendara melakukan pengisian daya di SPKLU PLN UP3 Cianjur.
Pada titik ini, sisa baterai berada di angka 22 persen. Pengisian dilakukan hingga penuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung.
Strategi ini terbukti efektif. Dengan kondisi baterai kembali 100 persen, perjalanan dilanjutkan menuju Soreang sebagai checkpoint kedua.
Di sini, pengisian tambahan dilakukan selama sekitar 25 menit, meningkatkan baterai dari 25 persen menjadi 62 persen.
Namun, terdapat catatan terkait fasilitas SPKLU. Area pengisian di Soreang dinilai kurang nyaman karena minim fasilitas seperti ruang tunggu dan kanopi pelindung. Meski demikian, proses charging tetap berjalan lancar.
Performa Stabil Hingga Finish
Memasuki wilayah Padalarang hingga Soreang, kondisi jalan cenderung padat. Meski begitu, Polytron Fox 350 tetap menunjukkan performa yang stabil.
Pada jarak tempuh 114 kilometer, sisa baterai masih berada di angka 53 persen.
Perjalanan dilanjutkan menuju Arjasari dengan jarak akhir sekitar 18 kilometer. Medan yang dilalui berupa jalan pedesaan dengan kontur relatif menanjak ringan.
Akhirnya, perjalanan touring Polytron Fox 350 Bogor-Bandung ini berhasil diselesaikan dengan total jarak 158,2 kilometer. Yang mengejutkan, sisa baterai masih berada di angka 36 persen.
Catatan Kelebihan dan Kekurangan
Dari hasil uji coba ini, Polytron Fox 350 terbukti cukup andal untuk perjalanan jarak jauh.
Efisiensi baterai tergolong baik, bahkan dengan beban berat dan medan menanjak.
Namun, terdapat kekurangan pada sistem penggerak hub drive yang dinilai kurang optimal saat menghadapi tanjakan ekstrem.
Hal ini menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering melintasi jalur pegunungan.
Secara keseluruhan, touring Polytron Fox 350 Bogor-Bandung ini memberikan gambaran nyata bahwa motor listrik mulai layak digunakan untuk perjalanan antar kota, dengan catatan perencanaan charging yang matang.
Baca Juga: Nekat Touring Polytron Fox 350 Bogor ke Bandung, Tanjakan Puncak Bongkar Kelemahan Ini !
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan