RADAR TULUNGAGUNG - Techno kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah dengan menghadirkan Techno Pova 7, yang digadang-gadang sebagai andalan baru di segmen harga Rp 2 jutaan.
Namun, kehadirannya langsung mendapat sorotan karena harus bersaing dengan “saudara sendiri”, yakni Camon 40 yang sebelumnya sudah mencuri perhatian.
Dalam ulasan terbaru, Techno Pova 7 diuji untuk melihat apakah masih layak disebut raja di kelasnya, atau justru kalah saing dari lini lain dalam satu brand yang sama.
Dengan harga yang relatif mirip, perbandingan ini menjadi krusial bagi konsumen.
Sejak awal, Techno Pova 7 sudah menegaskan identitasnya sebagai HP gaming.
Hal ini terlihat dari desain kemasan yang menggandeng kolaborasi PUBG Mobile, serta tampilan bodi yang penuh elemen futuristik khas gamer.
Baca Juga: 8 HP Kamera 4K Murah Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan Sudah Bisa Rekam Video Super Tajam!
Desain Futuristik, Terinspirasi Nothing Phone
Dari segi desain, Techno Pova 7 tampil cukup mencuri perhatian. Varian warna putih disebut paling menarik karena memberikan kesan elegan dengan sentuhan garis-garis yang mengingatkan pada Nothing Phone.
Detail kecil seperti motif sekrup hingga efek visual pada tulisan “POVA” membuatnya terlihat unik.
Meski demikian, dimensi ponsel ini tergolong besar dan berat, dengan bobot mencapai sekitar 225 gram. Hal ini tak lepas dari baterai jumbo yang diusungnya.
Baterai 7000 mAh Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu kekuatan utama Techno Pova 7 adalah baterai berkapasitas 7000 mAh yang didukung fast charging 45 watt. Dalam pengujian, konsumsi daya tergolong sangat irit.
Untuk bermain game seperti Mobile Legends selama 30 menit, baterai hanya berkurang sekitar 5 persen.
Sementara Genshin Impact menghabiskan sekitar 6-7 persen dalam durasi yang sama.
Bahkan, streaming YouTube selama satu jam hanya menguras sekitar 5 persen.
Dengan hasil tersebut, Techno Pova 7 jelas unggul dalam hal ketahanan baterai dibandingkan kompetitornya.
Performa Gaming Stabil, Tapi Belum Maksimal
Dari sektor dapur pacu, Techno Pova 7 ditenagai chipset MediaTek Helio G100.
Performa gaming dinilai cukup stabil, terutama untuk Mobile Legends yang mampu berjalan di 60 FPS dengan lancar.
Namun, untuk PUBG Mobile, performa masih terbatas di 40 FPS meski sudah menggunakan setting smooth ultra.
Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi software masih perlu ditingkatkan agar potensi chipset bisa dimaksimalkan.
Meski begitu, suhu perangkat tetap terjaga di kisaran 42-43 derajat, sehingga nyaman digunakan dalam sesi gaming panjang.
Layar dan Fitur, Lengkap, Tapi Biasa Saja
Techno Pova 7 hadir dengan layar 6,78 inci Full HD+ dan refresh rate 120Hz.
Secara spesifikasi sudah cukup baik, namun kualitas visualnya dinilai belum secerah kompetitor di kelasnya.
Untuk fitur, ponsel ini tergolong lengkap. Mulai dari NFC, stereo speaker, IR blaster, hingga headphone jack yang kini mulai jarang ditemukan.
Dukungan triple slot SIM dan microSD hingga 1TB juga menjadi nilai tambah.
Kamera 108 MP, Hasil Lumayan di Kelasnya
Di sektor kamera, Techno Pova 7 dibekali sensor utama 108 MP. Hasil foto di kondisi terang terlihat tajam dengan kontras yang cukup kuat.
Namun, tidak adanya kamera ultrawide menjadi kekurangan yang cukup terasa.
Untuk kondisi low light, kualitas mulai menurun terutama pada detail. Sementara kamera depan mampu merekam hingga resolusi 2K, meski tanpa stabilisasi.
Cocok untuk Gamer Hemat
Jika dibandingkan dengan Camon 40, Techno Pova 7 memang masih kalah di beberapa aspek seperti layar AMOLED, kamera ultrawide, dan desain yang lebih tipis.
Namun, bagi pengguna yang mengutamakan baterai besar dan performa gaming stabil, Techno Pova 7 tetap menjadi pilihan menarik di harga Rp 2 jutaan.
Terutama bagi mereka yang ingin perangkat awet tanpa harus sering mengisi daya.
Dengan catatan, optimalisasi software ke depan akan menjadi faktor penentu apakah HP ini benar-benar bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Baca Juga: 8 HP Kamera 4K Murah Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan Sudah Bisa Rekam Video Super Tajam!
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan